Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik UGM, menyelenggarakan Seminar Kerja Praktik (KP) Sarjana Teknik Industri Periode Februari Gelombang 1 pada Rabu (11/02), bertempat di Ruang Sidang M-1 DTMI FT UGM.
SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur
Mahasiswa Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Sarah Saravina Salman, melaksanakan Seminar Proposal tesis berjudul “Evaluasi Penerimaan Collaborative Robot (COBOT) pada Calon Operator Manufaktur Di Indonesia.” Penelitian ini mengangkat isu strategis terkait penerapan collaborative robot (cobot) dalam konteks Revolusi Industri 4.0 dan kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam beradaptasi dengan teknologi kolaborasi manusia-robot.
Pada seminar proposal yang dilaksanakan pada Selasa (10/01), Sarah memaparkan bahwa perkembangan Revolusi Industri 4.0 telah mendorong peningkatan penggunaan cobot di sektor manufaktur global.
Bertepatan dengan 45 Tahun Alumni Teknik Mesin UGM 1981, panitia bekerja sama dengan Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) menyelenggarakan sesi sharing dan diskusi bersama yang mempertemukan alumni Teknik Mesin 1981 dengan para mahasiswa.
Tim Semar Universitas Gadjah Mada (UGM) membuka tahun 2026 dengan prestasi yang membanggakan di tingkat internasional. Prestasi tersebut diraih pada ajang Shell Eco-Marathon Asia Pacific and Middle East 2026 yang diselenggarakan di Lusail International Circuit, Doha, Qatar, pada 21 – 25 Januari 2026 lalu.
Mahasiswa Program Magister Teknik Industri UGM, Nickyta Miranda, mengujikan rencana penelitiannya dalam Seminar Proposal tesis yang membahas strategi pemulihan (study recovery strategy) dalam aktivitas kerja dan belajar berbasis komputer guna meningkatkan performa kognitif serta menurunkan beban kerja mental pada lingkungan kerja modern dan pembelajaran digital.
Mahasiswa internasional Program Magister Teknik Industri UGM, Trevor Masanga, mengujikan proposal tesisnya dalam Seminar Proposal tesis yang mengangkat pengembangan protokol manufaktur gigi tiruan berbasis teknologi additive manufacturing untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan gigi yang presisi dan berkelanjutan.
Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin UGM, Andi Setyawan, telah menuntaskan ujian tesis yang membahas permasalahan abrasi pada komponen kritis pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), khususnya pada Circulating Fluidized Bed (CFB) boiler yang banyak digunakan di sektor ketenagalistrikan nasional.
Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin UGM, Febbi Wizaya Saputra, berhasil menyelesaikan ujian tesis yang berfokus pada peningkatan ketahanan komponen industri terhadap lingkungan kerja yang sangat korosif, khususnya pada sistem brine filter yang banyak digunakan di sektor industri proses.
Tesis berjudul “Pengaruh Durasi Pelapisan Terhadap Ketebalan Lapisan Krom Pada Piston Rod Untuk Meningkatkan Ketahanan Korosi di Area Brine Filter” ini diuji pada Jumat (23/01), bertempat di Ruang Sidang A-3, Lantai 1 DTMI, dengan ketua tim penguji Dr.Eng.
Mahasiswa Program Studi Magister Teknik Mesin UGM, Sunandi Kharisma, melaksanakan ujian Tugas Akhir yang membahas fenomena termohidrodinamika pada sistem sirkulasi alami satu-fase, sebuah mekanisme perpindahan panas pasif yang memiliki peran penting dalam peningkatan keselamatan dan efisiensi sistem energi.
Michael Williams Pelupessy Kembangkan Model Optimasi Logistik Sampah Berbasis Simulasi di Kota Ambon
Mahasiswa Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Michael Williams Pelupessy, melaksanakan Seminar Proposal Tesis pada Jumat (23/01). Penelitian yang diusung menyoroti isu strategis pengelolaan sampah perkotaan di wilayah dengan kondisi geografis menantang sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan.
Dalam seminar tersebut, Michael Williams Pelupessy memaparkan proposal tesis berjudul “Model Optimasi Logistik Sampah pada Topografi Berbukit: Studi Kasus Kota Ambon Menggunakan Integrasi Clustering dan Discrete Event Simulation.” Penelitian ini berangkat dari permasalahan ketidakseimbangan antara timbulan sampah harian Kota Ambon yang mencapai 246,74 ton dengan kapasitas angkut armada yang hanya sebesar 180,5 ton, sehingga menimbulkan defisit layanan pengangkutan sampah sekitar 66,24 ton per hari.
Kondisi tersebut diperparah oleh karakteristik topografi Kota Ambon yang berbukit serta penerapan metode perencanaan logistik yang masih bersifat statis dan belum mempertimbangkan variabilitas waktu tempuh serta kemacetan lalu lintas.
