Dalam rangka memperkuat jejaring internasional, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM menjalin kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi di dunia, salah satunya dengan Universiti Malaysia Pahang Al-Sultan Abdullah (UMPSA) Malaysia.
Kunjungan Instansi
Masa seorang mahasiswa memasuki usia dewasa seringkali ditandai dengan berbagai macam kecemasan dan keragu-raguan, salah satunya adalah keraguan akan kemampuan dan pencapaian yang diraih diri sendiri atau dikenal sebagai ”imposter syndrome”.
Semangat kolaborasi riset Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM diwujudkan dalam pertemuan pembahasan potensi kerja sama riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam semangat kolaborasi antar perguruan tinggi, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM menerima kunjungan dari Program Studi (Prodi) Rekayasa Mesin, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta pada Kamis (07/05).
Sebagai aksi nyata dalam memperluas jaringan kerja sama internasional, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM mengadakan pertemuan dengan Prof. Stephan Onggo, dosen Business Analytics di Southampton Business School, University of Southampton, Inggris.
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM menerima kunjungan dari Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sumatera (ITERA) pada Kamis (12/02), bertempat di Ruang Sidang A3 DTMI UGM.
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) pada Jumat (30/01), bertempat di Ruang Sidang A2 DTMI UGM.
Sebagai komitmen Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan kolaboratif dengan perguruan tinggi lain di Indonesia maupun luar negeri, telah dilaksanakan penerimaan kunjungan dari Telkom University Kampus Purwokerto pada Selasa (29/07), bertempat di Ruang Sidang A1 DTMI.
Total 68 mahasiswa yang berasal dari NTU, UGM, UI, ITB, dan ITS mengikuti kegiatan NTU INSPIRASI Summer Program 2025. Program ini berlangsung selama 2,5 minggu di dua lokasi berbeda.
Sudah menjadi hal yang lumrah terjadi bahwa selepas menyelesaikan studi di lembaga pendidikan tinggi, para lulusan sering mengalami fase gegar budaya saat memasuki dunia pekerjaan.
