Arsip:

Berita

Pidato Krisis Iklim dan Kepedulian Lingkungan Hantarkan Adhika Raih Juara 1 Speech Competition

Adhika Pramudhia Kirana (DTMI, Teknik Mesin 2022) raih Juara 1 pada Speech Competition – Prokontra x Development Course Telkom University 2024. Kegiatan ini diikuti 10 finalis dari beragam SMA dan universitas.

Pada babak final kompetisi, Adhika mendapatkan topik terkait krisis iklim dan kepedulian lingkungan, yang harus disampaikan selama 10 menit. Adhika sampaikan latar belakang situasi terkini terkait suhu bumi yang dijaga agar tidak bertambah hingga 2 derajat Celcius dengan menghadirkan beberapa fakta umum terkait.

Berikutnya, pada pidato itu Adhika usulkan 5 langkah yang perlu untuk dilakukan dalam menangani permasalahan krisis iklim: (1) pemahaman yang holistik terhadap isu krisis iklim, (2) kolaborasi interdisipliner dalam merumuskan solusi, tidak bisa hanya mengandalkan rumpun ilmu tertentu saja karena semua punya andil dalam masalah global ini, (3) beralih pada bottom-up movement dibandingkan bersandar dan berpangku tangan menanti top-down policy, (4) melakukan edukasi yang menjangkau hingga ke akar rumput, (5) mengadopsi teknologi energi terbarukan dengan menyesuaikan potensi alam Indonesia.

Pidato ditutup dengan kesimpulan berupa urgensi membangun kesadaran dan bergerak melalui media sosial dalam kemasan konten kreatif yang menarik serta gerakan kolosal dan turun tangan yang konkret dimulai dari skala terkecil di tingkat keluarga hingga scale-up sampai ke nasional.

“Saya selalu percaya rumpun ilmu Engineering punya narasi yang amat keren, kita butuh narator-narator hebat untuk membumikan konsep-konsep yang advanced tersebut kepada masyarakat”, ungkap Adhika.

Adhika juga berharap semoga dari Fakultas Teknik UGM akan lahir insinyur-insinyur kompeten dengan kemampuan bernarasi dan storytelling yang hebat sebagai komunikator sains dan teknologi kepada masyarakat. (Sumber tulisan: Adhika dan laman web FT)

DTMI FT UGM Luluskan 38 Wisudawan Program Sarjana Periode Mei 2024

DTMI FT UGM melepaskan 38 wisudawan  Program Sarjana yang terdiri 17 lulusan Program Sarjana Teknik Mesin dan 21 lulusan Program Sarjana Teknik Industri. Sekretaris Departemen Teknik Mesin dan Industri Dr. Adhika Widyaparaga, menyampaikan ucapan selamat kepada Wisudawan dan Wisudawati yang telah berhasil meraih gelar akademik jenjang S1 ”Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Wisudawan dan Wisudawati DTMI atas kerja keras selama menyelesaikan program pendidikan,” kata Dr. Adhika di pelepasan wisuda (22/05) yang berlangsung di halaman parkir DTMI.

Seperti diketahui pada wisuda kali ini,  masa studi rata-rata untuk Program Sarjana Teknik Mesin 4 tahun 11 bulan, Program Sarjana Teknik Industri 4 tahun 0 bulan dan waktu studi tercepat diraih oleh Hermastiti Angereni dan Dewi Mar’atus Sholehah Ubaidillah dari Program Studi Teknik Mesin yang menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 7 bulan dan Farrasita Ashila Wardhani, Faruq Atho’ Mafaza dari Program Studi Teknik Industri yang menyelesaikan studinya dalam waktu 3 tahun 4 bulan . Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) rata-rata untuk lulusan sarjana teknik mesian adalah 3,38 dan untuk sarjana teknik industri 3,71. IPK tertinggi lulusan program sarjana teknik mesin adalah Surya Burhani Wijaya yang memiliki IPK tertinggi 3,78 dan Arulloh Sonja lulusan program sarjana teknik industri yang memiliki IPK tertinggi 3,98

Paparkan Teknologi Desain Unggulan, ZWSoft Buka Peluang Kerja Sama dengan Teknik Mesin UGM

Program Studi Teknik Mesin, Departemen Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada (DTMI UGM) berkesempatan untuk mengadakan pertemuan dalam rangka penjajakan kerja sama dengan ZWsoft Co., Ltd. pada Selasa (21/05), bertempat di Ruang Sidang A1 DTMI UGM.

Dibuka oleh Ir. Muslim Mahardika, Ph.D. selaku Ketua Program Studi Teknik Mesin, pertemuan kali ini banyak berisi mengenai paparan mengenai produk perangkat lunak yang diunggulkan oleh ZWsoft. Perusahaan asal Guangzhou, Tiongkok ini menawarkan sebuah perangkat lunak yang mengunggulkan fitur all in CAx (Computer Aided Technology) untuk membuat desain 2D dan 3D berbasis teknologi CAD/CAM. Menawarkan kecepatan dalam render, berbagai macam fitur baru yang khas, serta kompatibilitas dengan berbagai macam ekstensi file desain 2D CAD dan 3D CAD/CAM. Pemaparan yang diberikan bukan hanya berisi deskripsi dari perangkat lunak yang ditawarkan, melainkan juga menampilkan demonstrasi singkat dari penggunaannya yang memperlihatkan banyak fitur-fitur tambahan yang mengunggulkan produk ZWsoft dibandingkan produk lain yang serupa serta memperlihatkan kecepatan render desain yang memberikan keuntungan bagi pengguna dalam hal efisiensi waktu. Penggunaan kapasitas memori yang minimum juga menjadi keunggulan yang ditawarkan sebagai solusi untuk persoalan kecepatan kerja  program-program serupa yang seringkali menurun disebabkan penuhnya memori dari perangkat yang digunakan untuk membuat desain. Oleh karena target dari pengguna perangkat lunak ini adalah mahasiswa, maka akses yang mudah melalui akun student ditawarkan agar mahasiswa dapat menggunakan program dengan leluasa dan menyeluruh. Kerja sama dalam bentuk internship maupun peluang kerja bagi alumni juga menjadi pembicaraan dalam penjajakan kali ini.

Sebagai salah satu agenda penjajakan kerja sama, setelah melaksanakan pemaparan di Ruang Sidang A1, perwakilan dari ZWsoft dihantar oleh Kaprodi untuk mengunjungi laboratorium simulasi dan komputasi yang berada di sebelah Ruang Sidang A1 guna bersama-sama melihat perangkat yang biasa digunakan oleh mahasiswa dalam praktikum.

Kembangkan Pesawat Tanpa Awak, Prof. Gesang Nugroho dikukuhkan sebagai Guru Besar Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Mesin Manufaktur Kedirgantaraan

Dosen Fakultas Teknik, Departemen Teknik Mesin dan Industri, Prof. Dr. Ir. Gesang Nugroho, S.T., M.T. IPM dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Mesin Manufaktur Kedirgantaraan dengan judul pidato “Membangun Industri Pesawat Tanpa Awak Indonesia” Selasa 21 Mei 2024 di Balai Senat UGM. Prof. Gesang berhasil mengembangkan dua buah pesawat tanpa awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV). Inovasi yang dipamerkan di Balairung UGM, Selasa (21/5) itu dinamakan pesawat UAV Palapa S1 dan Palapa S2.

Setelah 12 tahun mengembangkan pesawat tanpa awak, Prof. Gesang juga telah berhasil meraih dua paten terkait pencetakan komposit dengan batuan tekanan balon yang diberi nama Bladder Compression Moulding (BCM). “Selama terbang akan mampu mengambil foto dan video yang akan dikirim pada ground control station. Bedanya Palapa S-1 mampu terbang 6 jam nonstop, palapa S-2 bisa terbang 10 jam nonstop,” katanya dalam pidato pengukuhan (21/05).

Meski masih menggunakan tingkat komponen dalam negeri besar 25-30 persen namun Gesang optimis pengembangan pesawat tanpa awak di tanah air nantiya akan terus berkembang karena sangat diperlukan, selain untuk kepentingan militer namun juga bisa digunakan untuk kepentingan pemetaan, surveilans, dan pemantauan bencana bahkan untuk kepentingan pemeliharaan tanaman pertanian dan perkebunan. “Kita mendorong perkembangan industri komponen pesawat dan industri pembuatan bodi pesawat dari komposit,” tegasnya.

Teknologi Pesawat Tanpa Awak atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) saat ini semakin maju dan berkembang. UAV tidak hanya merupakan perangkat teknologi canggih, tetapi juga merupakan sebuah gebrakan revolusioner yang mengubah perspektif kita terhadap dunia. Ia mengimbau agar masyarakat dan pemerintah mau menggunakan produk hasil riset dalam negeri Apabila kerja sama sudah berjalan dengan baik, maka konsep Invention, Application and Utilization (IAU) sehingga industri manufaktur akan terus berkembang di Tanah Air.

DTMI FT UGM, PT Anindya Mitra Internasional dan Asosiasi Ahli Refrigerasi dan Tata Udara (A2RTU) Gelar A2RTU Expo 2024 untuk Mendukung UMKM dalam Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional

Dalam rangka lustrum ke 65 Teknik Mesin UGM berkolaborasi dengan PT Anindya Mitra Internasional dan Asosiasi Ahli Refrigerasi dan Tata Udara (A2RTU) menyelenggarakan A2RTU EXPO 2 – 4 Mei 2024 di Gedung Smart Green Learning Center (SGLC) – FT UGM sebagai bentuk transfer of knowledge teknologi Refrigerasi dan Tata Udara untuk Dunia Usaha, Dunia Industri dan Perguruan Tinggi.

Kegiatan ini dibuka dibuka dengan sambutan dari Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc, Ph.D., IPU, ASEAN Eng. dan keynote speaker yaitu Sekretaris Daerah Provinsi DIY Beny Suharsono dan dihadiri oleh pihak pemerintahan Provinsi DIY, ahli dari UGM, KADIN DIY, dan para pelaku UMKM terutama di Provinsi DIY. “Teknologi refrigerasi dan tata udara menjadi katalis bagi peningkatan ketahanan pangan dan pencapaian target net zero emission. Hal ini membuat keduanya tak terpisahkan dari narasi pembangunan berkelanjutan,” kata Beny pada saat menyampaikan keynote speech seminar Seminar dan Pameran Peran Refrigerasi dan Tata Udara dalam Peningkatan Ketahanan Pangan Nasional, Net Zero Emission pada Bangunan Gedung dan Industri, Kamis (02/05) di Gedung Fakultas Teknik UGM

Prof. Selo menekankan Refrigerasi dan Tata Udara menjadi sangat penting dan menjadi teknologi yang menarik untuk kita kembangkan. “Itu salah satu alasan kenapa seminar ini diadakan di Jogja. Selain tentunya karena banyak akademisi mumpuni di sini” paparnya

Dalam kegiatan ini, terdapat seminar dan workshop yang dapat diikuti oleh para peserta dan tamu undangan. Topik workshop yang diadakan, yaitu Controlled Atmospeheric Cold Storage teknologi penyimpanan produk pertanian terbaik, penjelasan sistem Refrigeration System & Heat Exchanger, aplikasi AHU pada Industri/AC Transportasi, aplikasi Dehumidifier pada proses industri pengolahan/farmasi, perhitungan  cooling load AC pada bangunan dan pemilihan equipment, teknologi CDU & pemanfaatan panas sisa untuk Kitchen Water Heater, Operation and Maintenance AC Gedung, Cold Chain Logistic untuk ketahanan pangan, teknologi & pemilihan unit Kitchen & Commercial Refrigeration unit untuk Home Industry. Selain diskusi, acara ini juga menghadirkan pameran yang menampilkan hasil dari pelaku industri. Industri yang turut serta, seperti Daikin, LG, Aicool, PT ITU, Gree, Clivet, Bitzer, Copeland, Aowid, PT Pura Agro Mandiri, Star Panel, XMK, Chemours, Centra, dan DMT

Kegiatan seperti ini harus diteruskan untuk mendukung peningkatan zero emission dan perkembangan perekonomian. Selain itu, juga sangat selaras dengan SDGs poin ke-8 (pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi), ke-12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab) dan ke-13 (penanganan perubahan iklim).

(Humas DTMI)

Dosen DTMI FT UGM dan Sekolah Teknik Elektronika dan Informatika (STEI) ITB memenangkan hibah penelitian UK-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (UKICIS) untuk Mempercepat Transisi Energi Terbarukan di Indonesia

Dalam upaya mendukung transisi energi terbarukan di Indonesia, peneliti dari DTMI UGM dan STEI ITB memenangkan hibah penelitian dari UK-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (UKICIS) melalui proyek riset yang berjudul “Green Economy: Roadmap for Accelerating Transition to Renewable Energy through Behavioural Interventions in Indonesia“. Inisiatif ini dipimpin oleh Dr. Hilya Mudrika Arini dari Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada (UGM), bersama dengan tim peneliti yang terdiri dari ahli dari berbagai disiplin ilmu dan institusi Dari Indoensia penelitian ini beranggotakan Prof. Budi Hartono, Dr. Yun Prihantina Mulyani, Dhyana Paramita, M.Sc dari DTMI UGM dan Dr. Kevin Marojahan dan Dr. Arwindra Rizqiawan dari STEI ITB. Sedangkan peneliti dari Inggris, beranggotakan Dr. Agnessa Spanellis (University of Edinburgh), Dr. Macarena Beltran (University of Coventry) dan Dr. Dhanan Utomo (Heriot-watt University).

Dr. Hilya Mudrika Arini menjelaskan Riset ini bertujuan untuk mengatasi hambatan perilaku dalam penggunaan energi terbarukan, khususnya energi surya, yang telah terbukti memiliki adopsi yang lebih rendah dari yang diharapkan di Indonesia.

“Melalui eksplorasi sikap dan persepsi pengguna potensial serta pengembangan rekomendasi kebijakan untuk meningkatkan adopsi energi terbarukan, proyek riset yang masih berjalan dari Oktober 2022 hingga 2025 ini diharapkan dapat memberikan strategi yang efektif untuk mendukung transisi energi terbarukan di Indonesia” ujarnya di DTMI UGM, Senin (1/4).

Fokus riset melibatkan pengumpulan data dan analisis sikap dan persepsi pengguna di lokasi-lokasi yang mewakili area perkotaan dan peri-urban. Hasil dari riset ini akan digunakan untuk mengembangkan rekomendasi kebijakan yang ditujukan kepada pembuat kebijakan dan pelaku industri, untuk memfasilitasi adopsi energi terbarukan yang lebih luas di Indonesia.

Dampak yang diharapkan dari proyek ini mencakup peningkatan pemahaman mengenai hambatan perilaku terhadap implementasi energi terbarukan, pengembangan strategi untuk meningkatkan implementasi di antara pengguna akhir industri, dan akhirnya, pengaruhnya terhadap kebijakan energi di Indonesia untuk meningkatkan proporsi energi terbarukan dalam portofolio energi nasional dan mempercepat transisi ke Net Zero.

“Inisiatif ini menandai langkah penting dalam upaya kolaboratif antara Indonesia dan Inggris untuk mempromosikan penggunaan energi terbarukan dan mengatasi tantangan lingkungan global” papar Dr. Hilya.

(Tim Humas DTMI)

Mahasiswa Teknik Industri FT UGM Wakili Indonesia pada UFLL Final Global Round di London

Mahasiswa Program Sarjana Teknik Industri, Sekar Kinanti (TI UGM 2021), berhasil sabet Juara 1 Unilever Future Leaders League (UFLL) 2024 di Indonesia dan juga meraih 1st Group Winner melalui kolaborasi dengan mahasiswa UI dan Unpad, memperoleh ULIP (Intern) Golden Ticket. Sekar juga berhasil menjadi salah satu Individual Winner dalam babak tersebut dan akan mewakili Indonesia pada UFLL Final Global Round di London bersama pemenang lainnya yang berasal dari Institut Teknologi Bandung dan SBM ITB.

Unilever Future Leaders League (UFLL) adalah kompetisi business case tahunan yang diadakan oleh Unilever Global pada dua jenjang, nasional dan internasional, yang menantang generasi muda untuk mengeksplorasi solusi kreatif dalam menyelesaikan permasalahan salah satu brand Unilever. Tahun ini, UFLL Indonesia berfokus pada stream pemasaran untuk brand es krim terkenal Unilever, Wall’s.

Terdiri atas tiga tahapan, seleksi pertama dilakukan melalui pengumpulan video yang menjawab kasus bisnis pertama yang diberikan. Dari 700+ pendaftar, terpilih 30 semifinalis yang berkesempatan mengikuti UFLL Camp pada 4-8 Maret 2024 secara luring, yang kemudian digabungkan menjadi sepuluh tim beranggotakan tiga orang. Sepuluh tim tersebut kemudian berlaga untuk memperebutkan tiga kursi finalis yang kemudian berlomba kembali untuk memperoleh gelar juara tim. Tak hanya itu, di samping perlombaan antartim, dari ketigapuluh semifinalis, dipilih pula tiga pemenang individu terbaik yang akan mewakili Indonesia dalam UFLL Global Round di London, Juli 2024 mendatang.

“Saya sangat bersyukur, namun tidak menyangka. Pasalnya, 29 semifinalis lainnya memiliki beragam prestasi luar biasa dan umumnya merupakan mahasiswa setingkat di atasnya yang lebih berpengalaman, sehingga rasanya tidak mungkin ia yang terpilih untuk mewakili Indonesia. Setiap individu memiliki potensinya masing-masing, sekalipun terkadang diri sendiri belum mampu untuk melihat potensi tersebut, sehingga penting untuk percaya pada diri sendiri dan selalu memberikan yang terbaik dalam setiap kesempatan.,” ujar Sekar

Sekali lagi selamat dan semangat berjuang untuk Sekar Kinanti! Semangat untuk membawa nama Indonesia di ranah global dan teruslah mengukir prestasi serta menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

DTMI FT UGM, FK-KMK UGM, dan Kyushu University Jajaki Kesempatan Kerja Sama

Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik UGM menerima kunjungan dari Kyushu University dan FK-KMK UGM pada Selasa (19/03) bertempat di Ruang Sidang A-3 DTMI. DTMI UGM yang diwakili oleh Dr. Eng. Adhika Widyaparaga, S.T., M. Biomed.E., Prof. Ir. Alva Edy Tontowi, M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dan Dr. Eng. Ir. Herianto, S.T., M.Eng., IPM., ASEAN Eng. menerima Prof. Koji Todaka, Assoc. Prof. Fumihiko Yokota, dan Mr. Sano dari Kyushu University serta dr. Dian Kesumapramudya Nurputra, M.Sc., Ph.D., SpA., dr. Dini Prasetyawati, MPH, dan Vivi Ninda Sutriana, S.Keb., Bd., MPH dari FK-KMK UGM.

Pada kunjungan ini, pihak Kyushu University mempresentasikan beberapa jenis penelitian yang telah dilaksanakan, antara lain pengembangan obat-obatan, pengembangan alat bantu untuk perawatan penyakit kardiovaskular, serta pengembangan alat robotik yang dimanfaatkan dalam terapi rehabilitasi tangan pasien dengan pengujian klinis selama satu tahun dimulai pada Jumat minggu ini. Ketika alat-alat dan obat-obatan yang dikembangkan telah selesai dan siap produksi, tahap produksi dan edar akan diserahkan kepada perusahaan start up yang terafiliasi dengan Kyushu University. Setelah pemaparan dari Kyushu University, untuk dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai potensi riset dan pengembangan yang dapat dikolaborasikan, Dr. Adhika mempresentasikan beberapa hasil inovasi dari dosen-dosen DTMI. Prof. Alva menyatakan bahwa beberapa alat yang dikembangkan oleh Kyushu University memiliki potensi untuk membuka jalan kerja sama karena terdapat kemiripan dengan beberapa inovasi dan penelitian dari dosen-dosen DTMI, antara lain ventilator yang dikembangkan oleh Dr. Adhika, ring jantung/cardio stent hasil inovasi Prof. Alva, serta penelitian bidang soft robotic oleh Dr. Herianto. Berdasar diskusi yang dilaksanakan, maka dapat ditemukan bahwa ada beberapa tantangan dalam kolaborasi pengembangan inovasi, yaitu proses manufaktur atau produksi yang termasuk di dalamnya adalah ketergantungan alat dan bahan mentah dari luar negeri, serta regulasi dan sertifikasi dari pemerintah yang tentu perlu melewati banyak proses sebelum alat-alat atau obat-obatan yang selesai dikembangkan dapat diproduksi dan diedarkan.

“Pertemuan ini adalah sebuah sarana untuk saling mengetahui apa yang menjadi fokus penelitian dan pengembangan dari masing-masing pihak, sehingga dapat ditemukan titik temu yang dapat menjadi potensi kolaborasi,” tutur Prof. Alva. Sejalan dengan penjajakan kolaborasi, Prof. Alva menghantar tamu untuk mengunjungi Laboratorium Desain dan Pengembangan Produk, Laboratorium Teknologi Mekanik, Gedung Pancabrata  Prof. Herman Johannes (Engineering Research and Innovation Center/ERIC), dan UGM Science Techno Park (UGM STP) guna menginformasikan penelitian apa saja yang dikembangkan oleh dosen-dosen di FT UGM serta inovasi apa saja yang telah dihasilkan dan potensial untuk dikolaborasikan dengan Kyushu University. “Kedekatan antara bidang teknik dan klinis di UGM menurut saya sangat mengagumkan. Kedekatan yang ada membuat dialog dan diskusi mengenai kolaborasi sangat memungkinkan untuk dilakukan, ditambah kecepatan dan ketepatan engineer dalam merespon dan menindaklanjuti kebutuhan klinis yang baik. Kolaborasi yang biasanya mudah dibicarakan namun sulit untuk dilaksanakan terbukti dapat berjalan dengan baik di UGM,” ujar Prof. Koji Todaka dari Center for Clinical and Translational Research (CCTR) Kyushu University Hospital. Prof. Koji Todaka menyatakan tertarik untuk membuka kerja sama dengan UGM, secara khusus dalam bidang penyakit infeksius.

Penulis: Gusti Purbo D. (Humas DTMI FT UGM)

Kolaborasi Lion Air Group dan UGM dalam Pengembangan Riset dan Sumber Daya Manusia

Lion Air Group dan Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada melaksanakan penjajakan kerja sama pada Jumat (15/03), bertempat di Ruang Jepara, Gedung Prof. Rooseno Soerjohadikusumo (Smart and Green Learning Center/SGLC) Fakultas Teknik UGM. Pertemuan penjajakan kerja sama ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik Prof. Ir. Selo, S.T., M.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng., Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Prof. Dr. Ir. Sugeng Sapto Surjono, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerja Sama Ir. Ali Awaludin, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU, ACPE., Ketua Departemen Teknik Mesin dan Industri Prof. Ir. Budi Hartono, S.T., M.Pm., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., Sekretaris Program Studi Magister Teknik Industri Ir. Fitri Trapsilawati, S.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., dan 4 perwakilan dari direksi dan manajerial Lion Air Group.

Pertemuan penjajakan kerja sama dibuka dengan sambutan dan pemaparan umum mengenai Fakultas Teknik oleh Dekan Fakultas Teknik, Prof. Selo. Dalam sambutannya, Prof. Selo berharap kerja sama yang akan terjalin akan dapat memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengalami dunia industri yang sesungguhnya melalui program magang atau program lain yang berkaitan dengan kegiatan industri agar mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung guna mempersiapkan diri memasuki dunia kerja. Pembukaan International Undergraduate Program di Fakultas Teknik juga ditawarkan sebagai potensi yang menarik untuk kerja sama, terutama untuk kerja sama transportasi mahasiswa asing.  Eko Anggorowati selaku Direktur Human Capital Lion Air Group menyatakan bahwa kunjungan instansi yang dilaksanakan akan berfokus pada penjajakan kerja sama yang akan memberikan manfaat untuk pengembangan SDM, baik SDM instansi mitra kerja sama maupun  SDM (staff) dari Lion Air Group. Dengan adanya fokus dalam pengembangan SDM, Ali Awaludin, Ph.D. menyatakan bahwa selain memberi program magang kepada mahasiswa, kerja sama juga dapat dilakukan dalam bentuk kerja sama riset dengan dosen untuk menemukan dan mengevaluasi permasalahan yang ada guna mengembangkan dan meningkatkan potensi yang dimiliki oleh SDM maupun Lion Air Group secara luas. Berkaitan dengan pengembangan SDM internal dari Lion Air Group, Fitri Trapsilawati, Ph.D. memberikan informasi mengenai program Master by Research yang ditawarkan oleh Prodi Magister Teknik Industri. Program Master by Research dapat menjadi alternatif bagi staff  Lion Air Group yang ingin mengembangkan potensinya, dengan jumlah SKS yang tidak banyak, kuliah yang dapat dilaksanakan secara bauran, dan penelitian yang berupa permasalahan nyata yang dihadapi oleh staff terkait sehingga akan memberikan insight akademis guna menyusun penyelesaian yang tepat dari permasalahan yang dihadapi. “Lion Air Group dapat melakukan berbagai strategi untuk meningkatkan awareness mahasiswa mengenai perusahaan, salah satunya adalah dengan memberikan kuliah tamu,” tutur Prof. Budi Hartono, “untuk pengembangan SDM, di Departemen Teknik Mesin dan Industri serta di departemen-departemen lain di Fakultas Teknik memiliki banyak expert di bidangnya masing-masing, sehingga akan dapat sangat membantu dalam pengembangan SDM dari Lion Air Group,” lanjut Prof. Budi. Sebagai tindak lanjut dari penjajakan kerja sama, Lion Air Group akan memberikan undangan bagi instansi-instansi, termasuk Fakultas Teknik UGM, untuk berdiskusi dengan Rusdi Kirana selaku Presiden Direktur dari Lion Air Group pada Rabu (20/03).

Setelah diskusi di Ruang Jepara usai, tamu dari Lion Air Group diajak untuk melakukan tur ke beberapa co-working space yang ada di Gedung Prof. Rooseno Soerjohadikusumo (SGLC) sekaligus mendiskusikan potensi kerja sama dengan Lion Air Group dalam bentuk penyediaan co-working space bagi mahasiswa. Setelah melakukan tur co-working space, tur dilanjutkan dengan meninjau lokasi kuliah tamu dan rekrutmen Lion Air Group bertajuk “Terbang Tinggi, Membuka Peluang Karir Di Industri Penerbangan” dengan pembicara Ir. Ali Hartanto, M.M. (Senior Advisor Human Capital Lion Air Group) yang akan dilaksanakan di Ruang Sidang A-1 Departemen Teknik Mesin dan Industri FT UGM.

Mahasiswa Teknik Industri UGM Raih Prestasi dalam Ajang “Southeast Product Design Competition” TIOS Atma Jaya 2024

Tim “RENEWvator” dari Program Studi Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada meraih posisi “2nd Winner” dan “Favorite Winner” dalam ajang “Southeast Product Design Competition TIOS (Teknik Industri On the Spot) 2024 yang diadakan oleh Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan telah berlangsung dari proses penyisihan pada 15 November 2023 sampai final pada 2 Maret 2024 bertempat di Gedung Bonaventura, Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta. Tim RENEWvator yang beranggotakan Ellen Hardianti (Teknik Industri 2021), Sinta Retnoningrum Pujanarto (Teknik Industri 2021), dan Kevin (Teknik Industri 2021) dengan  Ir. Ardiyanto, S.T., M.Sc., Ph.D., AEP, IPM. sebagai supervisor berhasil menjadi salah satu yang terbaik dari 10 tim di babak final yang berasal dari berbagai universitas, seperti UI, ITB, Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Universitas Maranatha, dan banyak universitas lainnya.

Dengan mengacu pada tema “Automation Design Considering Human Factors in Industrial Engineering” yang ditentukan oleh panitia, Tim RENEWvator mendesain “ENCHOK”, sebuah alat yang berfungsi untuk mengurangi risiko terjadinya gangguan atau sakit pada otot dan tulang belakang akibat kesalahan posisi fisik saat bekerja. “Tujuan alat ENCHOK ini adalah untuk meningkatkan produktivitas dengan mengurangi sakit akibat bekerja,” ungkap Ellen. Alat ENCHOK sendiri memiliki 2 mode, yaitu sport dan office, dengan target pengguna dan cara kerja yang berbeda. Untuk sport, target penggunanya adalah industrial athlete, pekerja manufaktur, dan konstruksi untuk mencegah kesalahan postur punggung saat penanganan material guna mengurangi risiko MSD dan low back pain dengan rekaman data dari alat akan dikirimkan ke perusahaan, sedangkan mode office diperuntukkan bagi pekerja kantoran untuk merekam durasi dan posisi punggung pekerja dan mengirim reminder jika sudah terlalu lama duduk di posisi punggung yang salah (setiap 1 jam) dan untuk melakukan stretching melalui gawai dari pengguna. ENCHOK menggunakan sistem IOT yang memungkinkan pemberian data rekaman yang cepat dan tepat serta baterai yang dapat di-recharge sebagai penggerak operasionalnya.

TIOS 2024 menyelenggarakan Southeast Product Design Competition yang mengharuskan peserta untuk mencapai tahap purwarupa desain produk yang sudah berfungsi setelah pada tahun sebelumnya hanya menyelenggarakan lomba esai.  Setelah melewati babak penyisihan, semifinal, kemudian mencapai final, tim peserta melewati proses penjurian dengan penilaian melalui pembuatan poster, pembuatan video untuk diunggah ke kanal YouTube, dan full paper dan presentasi secara luring. “Pertama kali mengikuti lomba desain produk dengan langsung mengimplementasikan ide yang ada merupakan tantangan bagi kami yang harus belajar banyak mengenai ilmu teknologi, terutama tentang penggunaan sensor. Lomba ini juga menjadi pengingat bagi kami untuk selalu menghasilkan inovasi yang terkait dengan perkembangan otomasi industri dan industri 4.0,” tutur Ellen. Sebagai pesan penutup, Ellen mengharapkan akan semakin banyak mahasiswa yang menuangkan inovasi melalui lomba-lomba, dan agar inovasi-inovasi yang sudah dilombakan dapat dikembangkan dalam implementasi produk.

Penulis: Gusti Purbo D. (Humas DTMI FT UGM)