TBS Foundation Ajak Mahasiswa Bangun Kepercayaan Diri dan Jiwa Kewirausahaan melalui Greenovate di UGM

Masa seorang mahasiswa memasuki usia dewasa seringkali ditandai dengan berbagai macam kecemasan dan keragu-raguan, salah satunya adalah keraguan akan kemampuan dan pencapaian yang diraih diri sendiri atau dikenal sebagai ”imposter syndrome”. Tidak hanya dialami mahasiswa, kondisi ini rupanya juga dialami oleh Frederika Cull, Putri Indonesia 2019 dan Head of Operations & Strategy, TBS Foundation.

Membagikan pengalamannya dalam acara Road To Greenovate: Talkshow, Technical Meeting & FAQ Greenovate pada Kamis (21/05) di Ruang Sidang A1, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Frederika mengungkapkan bahwa memiliki kesempatan untuk berkompetisi di ajang Miss Universe menjadi momen imposter syndrome muncul di dalam dirinya. ”Saat itu saya kehilangan kepercayaan diri dan muncul rasa takut serta ragu-ragu,” ungkapnya. Perasaan tersebut mendorong Frederika untuk melakukan rehearsal berkali-kali sebelum ia tampil di depan publik kompetisi tersebut. Frederika juga mengungkapkan bahwa stereotip mengenai perempuan berada di suatu tempat dan situasi yang tidak sesuai dengan peran yang telah ditentukan juga memainkan peran dalam munculnya imposter syndrome ini. Meski membawa dampak negatif, Frederika juga menuturkan bahwa apabila dalam kapasitas yang terkendali, sindrom tesebut dapat memberi stimulasi bagi seseorang untuk dapat menciptakan ruang yang dapat mengakomodasi kemampuan yang ia miliki serta memberikan rasa nyaman untuk menjadi diri sendiri. ”Mengakui kelemahan yang dimiliki merupakan bentuk self-awareness yang dapat membantu seseorang menjadi diri sendiri yang seutuhnya,” tuturnya. Dalam menghadapi imposter syndrome, Frederika menyarankan mahasiswa untuk selalu berinvestasi pada pengetahuan, meningkatkan skillset, menjaga reputasi, mengembangkan relasi, serta terbuka terhadap kemungkinan untuk memupuk pengalaman.

Sebagai ajang bagi mahasiswa meningkatkan kemampuan dan membangun relasi, TBS Foundation juga hadir dengan Greenovate, sebuah kompetisi business ideas untuk mahasiswa. Ketty Darmadjaya, Program Management Consultant TBS Foundation memaparkan bahwa meski Greenovate mempertandingkan ide bisnis, peserta tidak dibatasi hanya mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) saja, namun terbuka bagi mahasiswa dari semua prodi dan disiplin ilmu. ”Kalian nanti akan diminta membuat business idea canvas untuk membangun strategi bisnis secara visual,” tuturnya. Business idea canvas tersebut, papar Ketty, nantinya akan digunakan untuk presentasi di hadapan penanam modal atau mitra agar dapat dengan lebih menyederhanakan ide bisnis yang bersifat kompleks. Kemampuan membangun model bisnis akan bermanfaat bagi mahasiswa dalam membangun usaha, terutama dalam create value (produk), deliver value (distribusi), dan capture value (menarik konsumen). ”Untuk Greenovate nanti akan diberikan template canvas yang dapat langsung kalian isikan, jangan lupa tambahkan info-info penting seperti problem-solution fit, kelayakan bisnis, dan strategi implementasi,” tambah Ketty.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses