ASEAN Summer School UGM–NTU Hadirkan Pengalaman Lapangan tentang Energi Terbarukan, Circular Economy, dan Smart City

Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM berkolaborasi dengan Nanyang Technological University (NTU) menyelenggarakan ”ASEAN Summer School” yang diselenggarakan selama 13-17 Juli 2026. Acara ini merupakan salah satu dari program Summer School yang berlangsung di lingkungan UGM dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai negara. Didukung Tanoto Foundation, DTMI x NTU ASEAN Summer School ini diikuti oleh mahasiswa dari negara-negara ASEAN seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Myanmar, Vietnam, dan Brunei Darussalam. Selain mahasiswa asing, terdapat juga mahasiswa dari UGM, ITB, dan UI yang mengikuti program ini.

Mengawali kegiatan dengan mengikuti perkuliahan di Ruang Sidang A1 DTMI, para peserta memperoleh pemaparan mengenai transportasi listrik (Electric Vehicle/EV) sebagai materi bertema Renewable Energy, yang dibawakan oleh dosen Teknik Mesin UGM, Dr. Adhika Widyaparaga. Penerapan tema Renewable Energy kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dasar dan pelatihan teknis mengenai rangkaian panel dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) oleh Irawan Eko Prabowo, S.T., M.Eng. dari Pusat Studi Energi (PSE) UGM. Dasar dan wawasan teknis PLTS nantinya akan membantu para peserta saat melakukan pemasangan panel PLTS di Kretek, Kabupaten Bantul. Selain Renewable Energy, Smart City juga menjadi salah satu tema dari program ini, dengan pemaparan disampaikan oleh Dr. Zulfikar Dinar Wahidayat Putra dari Departemen Teknik Arsitektur dan Perencanaan (DTAP) UGM. Pemaparan berfokus pada konsep dasar dan penerapan dalam konteks Indonesia, terkhusus Yogyakarta. Pemahaman peserta diperkuat dengan kunjungan ke Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) guna memberikan wawasan pengelolaan Smart City oleh pemerintah daerah. Melalui pemaparan Dr. Sayuri Egaravanda, Kepala Bidang Aplikasi Informatika, menjelaskan bahwa pengelolaan Smart City di DIY selalu berpusat pada masyarakat. ”Pemerintah bukan hanya mengetahui masalah, namun juga belajar kepada masyarakat mengenai apa yang dibutuhkan dan nanti dikembangkan menjadi layanan digital yang dapat digunakan,” tuturnya.

Beranjak ke aktivitas luar kampus, peserta dibawa menuju Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Brama Muda di Ngaglik, Sleman serta Jogja Life Cycle di Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Mengangkat tema Circular Economy, melalui kunjungan ke TPS3R Brama Muda dan Jogja Life Cycle, peserta diajak untuk melihat secara langsung bagaimana sampah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga diolah dan dijadikan sebagai sarana pemenuhan kebutuhan ekonomi dari warga. Praktik tema Renewable Energy dilaksanakan di Kretek, Bantul melalui pemasangan panel PLTS di beberapa titik, yaitu gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Balai Padukuhan, Masjid, Sistem Pengairan untuk tanaman sayur warga, dan Poskamling. Peserta diharapkan dapat memasang panel ke jaringan PLTS yang telah terlebih dahulu dipasang agar tiap kebutuhan warga akan listrik dapat dipenuhi melalui PLTS jalur off-grid tersebut. Setelah menyelesaikan pemasangan, peserta diharuskan menuntaskan prosesnya dengan melakukan pengujian untuk memastikan fungsionalitas dari panel. Kunjungan terakhir dilaksanakan dengan bentuk River Trip Sungai Code, sebuah aktivitas yang mengenalkan mahasiswa dengan komunitas masyarakat di bantaran Sungai Code. Dalam aktivitas River Trip tersebut, masyarakat memberikan wawasan aktivitas yang dikerjakan dan program-program yang dimiliki, antara lain pengolahan sampah plastik, budidaya ikan lele, pengenalan kuliner lokal, materi tanggap bencana, serta pengenalan biodiversitas yang ada di lingkungan tersebut. Hasil dari perkuliahan dan kegiatan luar kampus nantinya akan menjadi dasar informasi peserta dalam membuat poster mengenai ide-ide mereka dalam menuntaskan permasalahan yang mereka temui secara langsung.

Ketua DTMI UGM, Dr. Muslim Mahardika menyambut baik ASEAN Summer School ini sebagai sarana membangun relasi antar universitas di negara-negara anggota ASEAN. ”Melalui kegiatan ini, semoga relasi yang kuat, baik riset maupun pendidikan, dapat terjalin dengan baik,” tuturnya. Menambahkan apresiasi, perwakilan dosen dari NTU, Dr. Tan Pei Yen, menuturkan bahwa program ini dapat menjadi ruang untuk para peserta berdiskusi dan bertukar ide. ”Sebuah kesempatan yang baik bagi mahasiswa untuk dapat melihat langsung dinamika masyarakat dan berdiskusi untuk membentuk ide solusi,” tambahnya. Berperan selaku penanggung jawab program ini, Dr. Akmal Irfan Majid berharap peserta memperoleh wawasan mengenai Yogyakarta secara luas dan mendalam. ”Ke depannya kami harap program ini akan terus berjalan dan bahkan lebih baik dan lebih banyak yang dapat kita lakukan,” pungkasnya.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses