Gadjah Mada Flying Object Research Center (GAMAFORCE) Universitas Gadjah Mada kembali menorehkan prestasi dalam Kompetisi Robot Terbang Indonesia (KRTI) 2026 yang berlangsung pada 21–25 September 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur. Turun di seluruh lima kategori yang dipertandingkan, GAMAFORCE berhasil meraih empat penghargaan dan menempatkan satu subtim lainnya di delapan besar.
Kelima subtim GAMAFORCE mencatatkan hasil di masing-masing kategori. Fiachra Aeromapper meraih Juara 2 (2nd Place) Fixed Wing melalui misi pemetaan, monitoring, dan dropping paket. Virachakra meraih Juara 3 (3rd Place) LELA melalui misi monitoring, dropping paket, serta validasi hotspot menggunakan sistem computer vision yang secara otomatis mendeteksi warna terpal sebagai representasi hotspot dalam skenario kompetisi. Rasayana memperoleh penghargaan Fastest Plane in Single Race pada kategori Racing Plane dengan catatan waktu tercepat 33,19 detik. Sementara itu, Khageswara meraih Best Innovation Pitch pada kategori Technology Development melalui inovasi UAV dan ground control system untuk mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Adapun Vayuastra berhasil menembus delapan besar kategori Vertical Take-Off and Landing (VTOL).
KRTI 2026 merupakan kompetisi yang dimiliki oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI), dengan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) sebagai penyelenggara. Tahun ini, KRTI diikuti oleh 94 tim dari 43 perguruan tinggi dan dilaksanakan di Ibu Kota Nusantara.
Perjalanan menuju tingkat nasional telah dimulai sejak tahap seleksi wilayah. Seluruh lima subtim GAMAFORCE berhasil lolos dan menempati posisi atas sehingga melanjutkan kompetisi ke tingkat nasional. Capaian tersebut menjadi hasil dari proses riset, pengembangan, dan pengujian yang dilakukan masing-masing subtim sepanjang masa persiapan.
Kompetisi di IKN menghadirkan tantangan tersendiri bagi tim. Selain jarak yang jauh dari Yogyakarta yang membutuhkan persiapan transportasi, akomodasi, operasional, serta pendanaan riset dan keberangkatan, kondisi cuaca yang relatif panas dan arah angin yang berubah-ubah juga menjadi faktor yang harus dihadapi selama kompetisi. Dukungan dari berbagai perusahaan sponsor serta Kagama Kalimantan Timur turut membantu GAMAFORCE dalam mempersiapkan dan menjalankan rangkaian kegiatan di IKN.
Bagi GAMAFORCE, hasil KRTI 2026 merupakan capaian bersama yang lahir dari kerja keras seluruh anggota tim. Kontribusi tersebut tidak hanya berasal dari anggota yang terlibat langsung dalam pengembangan dan pengoperasian wahana, tetapi juga dari berbagai bagian yang mendukung riset, manajemen, operasional, dan kebutuhan tim.
Ketua Umum GAMAFORCE 2026, Muhammad Fadhli Zahru Samawi (Teknik Mesin 2023), menyampaikan rasa syukur atas capaian yang diperoleh sekaligus mengapresiasi kontribusi seluruh anggota tim. “Kami sangat bersyukur atas capaian GAMAFORCE di KRTI 2026. Hasil ini merupakan buah dari riset, kerja keras, dan kontribusi seluruh tim GAMAFORCE tanpa terkecuali.” Ke depan, GAMAFORCE akan melanjutkan pengembangan riset sekaligus memperluas kolaborasi untuk membawa teknologi UAV yang dikembangkan mahasiswa ke ruang pemanfaatan yang lebih luas. “Kami ingin capaian ini menjadi pijakan untuk terus berkembang. Harapannya, GAMAFORCE dapat kembali berprestasi di KRTI tahun depan dan membawa pulang kembali piala juara umum, sekaligus memiliki kesempatan untuk berlaga di kompetisi internasional,” ujar Fadhli.
Salah satu arah pengembangan tersebut adalah membangun kolaborasi dengan mitra produsen UAV dalam negeri untuk membuka peluang pengembangan dan industrialisasi teknologi hasil riset mahasiswa. Pada tahun ini, teknologi UAV GAMAFORCE juga telah dimanfaatkan dalam beberapa proyek pengabdian kepada masyarakat, sebagai bagian dari upaya membawa hasil riset agar dapat memberikan manfaat di luar arena kompetisi. “Kami berharap riset GAMAFORCE tidak berhenti di kompetisi. Kami ingin teknologi yang dikembangkan dapat terus dimanfaatkan, baik melalui kolaborasi dengan industri maupun melalui pengabdian kepada masyarakat,” tambah Fadhli.
GAMAFORCE menyampaikan apresiasi kepada Universitas Gadjah Mada, Direktorat Kemahasiswaan UGM, para dosen pembimbing, perusahaan-perusahaan sponsor, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap proses riset dan keberangkatan tim menuju IKN. Apresiasi khusus juga disampaikan kepada Kagama Kalimantan Timur atas dukungan dan bantuan akomodasi selama GAMAFORCE menjalankan rangkaian kegiatan di IKN.
Capaian pada KRTI 2026 menjadi bagian dari perjalanan GAMAFORCE dalam mengembangkan teknologi wahana udara tanpa awak berbasis riset mahasiswa. Pengalaman dari IKN akan menjadi bekal bagi GAMAFORCE untuk melanjutkan pengembangan riset, memperluas kolaborasi, serta mendorong pemanfaatan teknologi UAV bagi masyarakat dan pengembangan teknologi kedirgantaraan Indonesia.
Kontributor: Tim GAMAFORCE
