Masa seorang mahasiswa memasuki usia dewasa seringkali ditandai dengan berbagai macam kecemasan dan keragu-raguan, salah satunya adalah keraguan akan kemampuan dan pencapaian yang diraih diri sendiri atau dikenal sebagai ”imposter syndrome”.
SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Kembali menyelenggarakan “Sinau Bareng DTMI”, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM mengundang Prof. Jiafeng Yao dari Jinan University, Guangdong, Tiongkok dengan topik ”Multiphase Flow for Next-Generation Medical Devices”.
Semangat kolaborasi riset Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM diwujudkan dalam pertemuan pembahasan potensi kerja sama riset dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Dalam semangat kolaborasi antar perguruan tinggi, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM menerima kunjungan dari Program Studi (Prodi) Rekayasa Mesin, Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta pada Kamis (07/05).
Mahasiswa Program International Undergraduate Program (IUP) Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industrri (DTMI) UGM, Hilmy Herismawati, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Business Case Competition Mechanical Festival (MFEST) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Mesin Institut Teknologi Bandung (ITB).
Semangat inovasi dan kolaborasi kembali membawa Tim Reactics UGM menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dalam ajang Indonesia Chemical Reaction Car Competition 2026, tiga tim Reactics berhasil meraih posisi berurutan.
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM menyelenggarakan ”Sinau Bareng DTMI” seri ke-2 di tahun 2026 dengan tema ”Building Interdisciplinary and Multinational Collaboration Towards a Sustainable Future”.
Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM menerima kunjungan dari Bosowa School pada Selasa (05/05). Sekolah yang berlokasi di Bogor (Bosowa Bina Insani), Cilegon (Bosowa Al-Azhar), dan Makassar (Bosowa School) ini membawa siswa kelas 11 dari ketiga sekolah Bosowa di tiga kota tersebut untuk mengenal DTMI secara lebih dekat.
Robotik selama ini identik dengan kecepatan tinggi, presisi ekstrem, dan struktur yang kaku serta kuat. Namun, sebuah pertanyaan menarik muncul, bagaimana jika robot justru dibuat dari material yang lembut, fleksibel, dan aman bagi manusia?
Pertanyaan inilah yang menjadi dasar berkembangnya konsep soft robotics, sebuah pendekatan baru dalam dunia robotika yang menekankan penggunaan material lunak sebagai komponen utama.
Guna membangun dan membina relasi antara Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM dengan alumni, serta memberikan tambahan pengetahuan praktis industri kepada para mahasiswa, departemen memiliki sebuah program bertajuk ”Alumni Mengajar”.
