Kembali menyelenggarakan “Sinau Bareng DTMI”, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM mengundang Prof. Jiafeng Yao dari Jinan University, Guangdong, Tiongkok dengan topik ”Multiphase Flow for Next-Generation Medical Devices”. Acara yang telah mencapai seri ke-4 ini diadakan pada Senin (25/05) dan dihadiri oleh mahasiswa lintas strata dari Program Studi (Prodi) Teknik Mesin.
Sebagai pembuka, Prof. Yao menjelaskan bahwa risetnya bergerak seputar topik microbubbles (liquid gas 2 phase flow underwater) dan aliran peredaran darah (particle liquid two phase flow), yang menjadi dasar penelitiannya tentang aliran multifasa dalam penerapan alat-alat medis. ”Alat-alat medis pasca-COVID yang telah distandarisasi dengan label ”Made In China” menggunakan medical EIT (Electrical Impedance Tomography) untuk melakukan pencitraan kondisi di dalam tubuh pasien,” tuturnya. Penggunaan EIT tersebut, terang Prof. Yao, diterapkan dalam praktik monitoring kondisi paru-paru pasien di ruang Intensive Care Unit (ICU), pelaksanaan pengabdian masyarakat yang melibatkan tenaga medis, dan home telemedicine. ”Home telemedicine menggunakan EIT memiliki keuntungan real time imaging, observasi bebas radiasi, portable dan hemat, pencitraan yang fungsional, dan memberikan hasil screening lebih awal untuk pasien,” jelasnya. Alat ventilasi paru-paru dengan EIT yang dirancang oleh Prof. Yao dan timnya telah digunakan oleh banyak rumah sakit di Tiongkok untuk pasien COVID, pasien neonatal, dan pasca-operasi. Lebih lanjut lagi, penelitian liquid-liquid separation pada protein di membran organel dengan EIT akan dilakukan guna memahami lebih dalam mengenai kanker dan alzheimer, dengan harapan adanya solusi mengenai pengobatan yang lebih mutakhir.
Ketua DTMI, Ir. Muslim Mahardika, Ph.D. menyatakan bahwa kolaborasi penelitian dunia medis dan keteknikan seperti yang dilaksanakan oleh Prof. Yao dan DTMI akan sangat menguntungkan untuk jangka waktu ke depan. ”Kerja sama dengan Jinan University nantinya dapat diwujudnyatakan dalam berbagai macam skema, antara lain pertukaran mahasiswa (student exchange) dan double degree,” tuturnya. Harapan tersebut disambut baik oleh Prof. Yao sebagai representatif Jinan University dengan mempersilakan mahasiswa UGM untuk bisa belajar ke Jinan.
