Dalam rangka memperluas wawasan mahasiswa mengenai penerapan ilmu dari mata kuliah Teknik Manufaktur 2 dan Kecerdasan Buatan, Program Studi (Prodi) Teknik Mesin, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM menyelenggarakan ”Alumni Mengajar” pada Jumat (05/06), bertempat di Ruang Sidang A-1 DTMI. Acara yang masuk ke edisi ke-3 pada Juni 2026 ini menghadirkan M. Budi Prayogo (Teknik Mesin 2007) selaku Senior Analyst Investment Review PT Pertamina (Persero) untuk membagikan pengalamannya kepada para mahasiswa.
Melalui pemaparan yang dibagi ke dalam 2 sesi ini, Budi memberikan gambaran mengenai Pertamina sebagai perusahaan energi nasional yang mengelola bisnis energi secara terintegrasi, mulai dari eksplorasi sumber daya energi, pengolahan, distribusi, hingga pengembangan energi baru dan terbarukan. ”Pertamina tidak hanya berperan sebagai perusahaan bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab strategis dalam mendukung ketahanan energi Indonesia,” tuturnya. Selain menjelaskan struktur dan ruang lingkup bisnis Pertamina, paparan ini menekankan pentingnya investasi sebagai salah satu penggerak pertumbuhan perusahaan. Budi menekankan bahwa setiap investasi harus selaras dengan strategi perusahaan, memberikan manfaat jangka panjang, serta mendukung keberlanjutan bisnis dan kebutuhan energi nasional.
Pengelolaan investasi dari Pertamina, menurut Budi, dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, operasi, hingga evaluasi pascaimplementasi. Pada tahap perencanaan dilakukan kajian teknis, komersial, dan finansial untuk memastikan proyek layak dijalankan. Selama pelaksanaan, proyek dipantau agar tetap sesuai dengan target waktu, biaya, ruang lingkup, dan manfaat yang diharapkan. Setelah proyek beroperasi, dilakukan evaluasi untuk membandingkan hasil aktual dengan rencana awal serta mengambil pelajaran bagi pengembangan proyek berikutnya.
Guna menjaga relevansi di tengah perkembangan teknologi dalam mengelola investasi, Pertamina terus melakukan transformasi digital dalam proses investasi. ”Pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) digunakan untuk membantu analisis risiko, meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, serta memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi investasi secara lebih cepat dan akurat,” paparnya. Melalui pemaparan yang disampaikan, Budi memberikan wawasan bahwa investasi di Pertamina tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga diarahkan untuk mendukung ketahanan energi, menciptakan nilai jangka panjang, serta memperkuat keberlanjutan perusahaan dan kontribusinya bagi pembangunan nasional.
