Mahasiswa International Undergraduate Program (IUP) Teknik Industri Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Hilmy Herismawati, bersama tim “Haka Hampir Ketiduran” berhasil meraih Juara 1 pada ajang Ortuseight X BREXPLOR Branding Case Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Prasetiya Mulya. Babak semifinal kompetisi dilaksanakan di Kampus Prasetiya Mulya BSD pada 25 April 2026, sementara final dan awarding night berlangsung pada 26 April 2026 di lokasi yang sama.
Dalam kompetisi tersebut, Hilmy berkolaborasi dengan Haka Aghitsna Ridloka dari Program Studi Akuntansi angkatan 2024 yang juga meraih penghargaan Best Speaker, serta Lintang Nur Arif dari Program Studi Perbankan angkatan 2025 yang berperan dalam pengembangan desain dan user interface. Kompetisi branding tingkat nasional ini menjadi tantangan baru bagi seluruh anggota tim karena tidak satu pun dari mereka memiliki latar belakang di bidang branding. Meski demikian, mereka memutuskan untuk mempelajari dasar-dasar branding secara mandiri dan mendalami berbagai framework strategis untuk menyusun solusi yang relevan dan inovatif.
Dalam proses persiapan, tim mempelajari berbagai pendekatan seperti Customer-Based Brand Equity (CBBE) dan AARRR Funnel untuk memahami strategi pengembangan merek dan perilaku konsumen. Tidak hanya berfokus pada strategi bisnis, kompetisi tahun ini juga menuntut peserta untuk merancang dan mengeksekusi booth pameran secara langsung, sebuah pengalaman baru yang menguji kemampuan adaptasi dan kreativitas tim. Perjalanan kompetisi dilalui dengan penuh tantangan. Hilmy dan tim menghabiskan banyak waktu untuk menyusun ide, menyempurnakan konsep, hingga mempersiapkan presentasi secara intensif. Berbagai tahapan kompetisi berhasil mereka lewati, mulai dari rocket pitching round, semifinal, hingga akhirnya dinobatkan sebagai Juara 1.
Prestasi ini menunjukkan pentingnya keberanian untuk belajar lintas disiplin serta kemampuan kolaborasi dalam menghadapi tantangan industri kreatif dan bisnis modern. Capaian tersebut juga menjadi bukti bahwa mahasiswa muda mampu menghasilkan inovasi strategis melalui proses pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan berbasis pemecahan masalah.
Kontributor: Hilmy Herismawati (Teknik Industri IUP 2025)
