Bagi tim BIPO-SENSE Universitas Gadjah Mada, membuat teknologi kesehatan mental bukan hanya soal memasang sensor atau melatih model kecerdasan buatan. Yang dirancang adalah sebuah sistem: bagaimana perangkat nyaman dipakai, bagaimana data mengalir, bagaimana fitur dipahami pengguna, bagaimana kualitas diuji, dan bagaimana seluruh proses tetap aman serta tidak melampaui batas sebagai alat bantu non-diagnostik.
BIPO-SENSE dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Karsa Cipta (PKM-KC) 2026 oleh Edi Mustofa Yulianto (Teknik Industri 2023) sebagai ketua tim bersama Adzira Gadis Salsabillah, Elyne Kusuma Mahardika, Ihsannabigh Mayka Iskandar, dan Ja’far Shodiq Hibatullah, dengan pendampingan Prof. Dr.
