Sinau Bareng DTMI Hadirkan Narasumber India Bahas Teknologi Komposit Polimer

Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM kembali menghadirkan ”Sinau Bareng DTMI” pada Kami (21/05), bertempat di Ruang Sidang A-1 DTMI. Acara yang menginjak seri ke-3 di tahun 2026 ini mengangkat tema ”Sustainable Self Reinforced Polymer Composites” dengan pembicara Dr. Sharan Chandran M., Senior Assistant Professor di Vellore Institute of Technology, Tamil Nadu, India.

Sebagai teknologi yang telah berkembang dari zaman kuno di 5000 tahun lalu, material komposit berupa logam, polimer, dan keramik, menurut paparan Dr. Sharan, telah menjadi material yang dimanfaatkan oleh manusia dalam penerapan berbagai bidang. “Material komposit telah digunakan dalam bidang transportasi, konstruksi, dan generator energi baru, salah satunya dalam pembuatan kincir pembangkit listrik,” paparnya. Melanjutkan lebih rinci, Dr. Sharan menjelaskan bahwa penggunaan material komposit polimer dalam bidang transportasi bertujuan untuk menurunkan konsumsi bahan bakar dengan memanfaatkan keunggulan komposit polimer dengan bobot yang lebih ringan, sehingga emisi yang dihasilkan juga tidak terlalu besar dan dapat mengurangi polusi udara. Dalam proses self reinforcement dari komposit polimerDr.  yang ditelitinya, Dr. Sharan mengakui bahwa cukup banyak tantangan yang harus ia hadapi. ”Salah satu tantangannya adalah bagaimana dalam proses self reinforcement tersebut, antara matriks dan penguatnya (reinforcement – red.) tidak boleh sampai tercampur,” tuturnya. Sebelum dapat dimanfaatkan, komposit polimer harus melalui berbagai macam pengujian reinforcement untuk memastikan kualitas dari matriks dan penguatnya. ”Dalam proses reinforcement, penguat tidak boleh sampai berubah, sehingga harus dipastikan bahwa penguat tersebut memiliki temperatur leleh yang sangat tinggi,” papar Dr. Sharan. Dr. Rachmadi Norcahyo sebagai Kepala Laboratorium CNC dan CAD/CAM sekaligus penanggung jawab acara ini memperkuat paparan Dr. Sharan terkait dengan penggunaan komposit polimer di masa depan. ”Komposit polimer di masa depan bukan hanya harus kuat dan efisien, namun juga harus ramah lingkungan,” tuturnya.

Sebagai sarana transfer ilmu-ilmu terkini dari akademisi dunia maupun praktisi di dunia industri, Sinau Bareng DTMI ini akan dilaksanakan rutin agar mahasiswa selalu memperoleh pembaharuan ilmu dan informasi. ”Ke depannya akan dilaksanakan kurang lebih 1 bulan sekali,” tutur Dr. Rachmadi.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses