Mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) Universitas Gadjah Mada (UGM), Naohide Kiyosawa, berhasil meraih gelar 1st Runner-Up (Juara 2) dalam ajang Technical Essay Competition pada Oil and Gas Malaya Industrial Week (OGM) pada Sabtu (18/04). Kompetisi internasional yang diselenggarakan oleh Society of Petroleum Engineers (SPE) Universiti Malaya Student Chapter ini menjadi panggung bagi para inovator muda untuk menjawab tantangan energi masa depan.
Dalam ajang tersebut, Naohide mempresentasikan sebuah sistem koordinasi otonom bertajuk “Spectral Harmony: A Frequency-Aware MADRL Framework for Tropical ASEAN Smart Grids”. Framework ini dirancang khusus untuk mengatasi persoalan kritis terkait stabilitas jaringan listrik di kawasan ASEAN yang disebabkan oleh intermitensi energi surya yang ekstrem. Berdasarkan data risetnya, fluktuasi output surya di wilayah Jakarta ditemukan dapat merosot hingga 60% hanya dalam waktu satu menit, sebuah tantangan yang sulit diatasi oleh sistem kontrol konvensional.
Keunggulan utama dari Spectral Harmony Framework ini terletak pada integrasi antara arsitektur Multi-Agent Deep Reinforcement Learning (MADRL) dengan pengolahan fitur spektral berbasis Short-Time Fourier Transform (STFT) dan Power Spectral Density (PSD). Melalui framework ini, sistem mampu secara cerdas memisahkan gangguan frekuensi jangka pendek akibat dinamika cuaca dari tren beban jangka panjang, sehingga keputusan penyeimbangan energi dapat dilakukan dengan presisi tinggi secara real-time.
“Framework ini menawarkan pendekatan multi-objektif yang tidak hanya menjaga stabilitas frekuensi dan tegangan jaringan, tetapi juga mengoptimalkan biaya operasional serta menekan intensitas karbon secara simultan,” jelas Naohide. Implementasi framework ini juga didukung dengan strategi pengelolaan risiko yang matang, termasuk penggunaan Digital Twin untuk validasi sistem dan peta jalan implementasi (roadmap) industri selama 36 bulan.
Prestasi ini diakui secara profesional oleh dewan juri dari pemimpin industri global seperti SLB dan Java Offshore. Keberhasilan pengembangan framework ini membuktikan kepemimpinan teknis mahasiswa UGM dalam menciptakan solusi siber-fisik yang tangguh guna mendukung transisi energi berkelanjutan dan pencapaian target Net-Zero Emission 2050 di Asia Tenggara.
Diharapkan, Spectral Harmony Framework dapat menjadi standar baru dalam pengembangan infrastruktur Smart Grid yang adaptif, sekaligus menjadi bukti nyata kontribusi akademisi Indonesia di kancah teknologi energi internasional.
Kontributor: Naohide Kiyosawa (TM 2024)
