Yohana Kaji Energy Efficiency Robotic Warehouse sebagai Inovasi Industri Berkelanjutan

Mahasiswa Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Yohana Bunga Cahyaningtyas, menyoroti tantangan keberlanjutan energi dalam sistem pergudangan modern melalui penelitiannya yang berjudul “Analisis Kebijakan Replenishment terhadap Trade-Off antara Throughput dan Energi pada Robotic Mobile Fulfillment Systems“. Penelitian ini mengangkat isu efisiensi energi dan produktivitas pada sistem otomasi gudang sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan industri yang berkelanjutan.

Pesatnya pertumbuhan e-commerce mendorong adopsi sistem otomasi gudang seperti Robotic Mobile Fulfillment System (RMFS) untuk meningkatkan kecepatan dan ketepatan pemenuhan pesanan. Namun, peningkatan produktivitas tersebut diiringi dengan konsumsi energi yang lebih tinggi akibat intensitas pergerakan robot. Dalam konteks ini, kebijakan storage assignment dan replenishment menjadi faktor kunci yang memengaruhi keseimbangan antara throughput dan konsumsi energi sistem.

Penelitian ini mengembangkan agent-based simulation model untuk mengevaluasi tiga metode products-to-pod (PTP) assignment dengan variasi parameter replenishment. Kinerja sistem dianalisis menggunakan berbagai indikator, seperti energy efficiency (dengan pendekatan beban dinamis dan tetap), frekuensi replenishment, dan order throughput. Analisis statistik nonparametrik digunakan untuk menilai pengaruh dan interaksi setiap faktor, mengingat asumsi normalitas dan homogenitas data tidak terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode PTP assignment berperan sebagai faktor dominan yang menentukan batas maksimum throughput, sementara parameter upper limit (UL) memengaruhi intensitas replenishment dan konsumsi energi, serta key limit (KL) berpengaruh pada pemilihan pod dan efisiensi energi. Temuan juga mengungkap bahwa pendekatan greedy assignment sederhana tidak cukup untuk mencapai pemanfaatan sumber daya yang optimal. Sebaliknya, desain PTP yang strategis dan berbasis kendala terbukti lebih efektif dalam menyeimbangkan kinerja dan konsumsi energi. Secara praktis, penelitian ini merekomendasikan penentuan metode PTP yang selaras dengan tujuan utama sistem, kemudian diikuti dengan penyetelan parameter replenishment untuk mencapai titik optimal pada kurva trade-off antara throughput, energi, dan frekuensi pengisian ulang.

Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengelola gudang dan pelaku industri logistik dalam merancang sistem otomasi yang tidak hanya produktif, tetapi juga lebih hemat energi dan berkelanjutan di era industri digital.

Kontributor: Maryanti, A.Md.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses