Subtim Akasmatika Wijaya dari Gadjah Mada Flying Object Research Center (GAMAFORCE) Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil meraih Juara 3 pada kategori DRONE MILITER, SAR & BANTUAN Kebencanaan dalam Open Tournament Pengembangan Drone Piala Panglima TNI dan Festival Drone Nusantara Tahun 2026. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Kodiklat TNI tersebut berlangsung pada 22–26 September 2026 di Kompleks Kodiklat TNI.
Kompetisi ini mempertemukan sekitar 30 tim dari kalangan perguruan tinggi dan industri drone Indonesia. Dalam pelaksanaannya, setiap peserta diberikan ruang untuk mengembangkan inovasi drone sesuai gagasan dan kebutuhan misi yang diusulkan. Inovasi tersebut kemudian dipresentasikan melalui pitch deck sebelum dilanjutkan dengan tahap demonstrasi penerbangan untuk menguji implementasi teknologi yang telah dipaparkan.
Akasmatika Wijaya mengikuti kompetisi tersebut dengan mengembangkan Podocarpus D-13, sebuah drone berkonfigurasi quadcopter yang dirancang untuk mendukung kebutuhan pemantauan dan penanggulangan bencana. Drone ini dilengkapi kamera untuk pemetaan wilayah dan membantu proses deteksi korban, serta sistem komputasi yang mendukung penerapan live stitching dan computer vision. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah teknologi live stitching, yaitu kemampuan menggabungkan sejumlah citra kamera secara langsung untuk menghasilkan gambaran wilayah yang lebih luas. Teknologi tersebut dirancang untuk mendukung pemantauan area terdampak bencana sekaligus membantu proses pencarian dan deteksi korban, khususnya pada wilayah yang sulit dijangkau secara langsung oleh personel. Podocarpus D-13 juga dikembangkan dengan kemampuan dropping logistik dan obat-obatan. Kapabilitas tersebut ditujukan untuk membantu distribusi bantuan ke lokasi terdampak ketika akses melalui jalur darat maupun jalur konvensional mengalami keterbatasan.
Dalam tahap demonstrasi penerbangan, Podocarpus D-13 berhasil menjalankan misi sesuai dengan kemampuan yang telah dipresentasikan pada tahap sebelumnya. Keberhasilan tersebut menjadi salah satu bentuk pembuktian terhadap implementasi inovasi yang dikembangkan oleh tim dalam kompetisi.
Menariknya, tim Akasmatika Wijaya beranggotakan lima mahasiswa aktif program Sarjana UGM. Kehadiran mereka dalam kompetisi yang mempertemukan peserta dari perguruan tinggi maupun industri menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji hasil riset dan rekayasa yang dikembangkan di lingkungan akademik dalam situasi kompetisi tingkat nasional. Berinteraksi dan berkompetisi dengan tim dari industri drone serta peserta yang telah berpengalaman juga memberikan pengalaman berharga bagi tim untuk menguji sekaligus mengevaluasi pengembangan teknologi yang telah dilakukan.
Tim Akasmatika Wijaya juga menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan teknologi UAV yang tidak hanya kompetitif dalam ajang perlombaan, tetapi juga memiliki potensi penerapan nyata. “Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan teknologi UAV yang tidak hanya mampu bersaing dalam kompetisi, tetapi juga memiliki potensi penerapan nyata dalam bidang kebencanaan, pencarian dan pertolongan, serta misi kemanusiaan. Harapannya, inovasi drone yang kami kembangkan dapat terus disempurnakan hingga memiliki potensi untuk diindustrialisasikan dan mendukung kebutuhan SAR, baik di tingkat nasional maupun internasional,” tutur Muhammad Fadhli Zahru Samawi (Teknik Mesin 2023) selaku ketua GAMAFORCE.
Prestasi tersebut menjadi bagian dari upaya GAMAFORCE UGM dalam mengembangkan teknologi wahana udara tanpa awak melalui pendekatan riset, rekayasa, dan pengujian langsung. Bagi Akasmatika Wijaya, capaian di Open Tournament Pengembangan Drone Piala Panglima TNI 2026 tidak hanya menjadi pencapaian kompetitif, tetapi juga menjadi tahap pengembangan menuju teknologi UAV yang semakin matang dan relevan dengan kebutuhan di lapangan.
Kontributor: Tim GAMAFORCE
