Sabet Tiga Penghargaan Sekaligus, Tim Reactics UGM Tampil Unggul di ICHEDECE 2026

Tim Reactics UGM tidak henti-hentinya menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Pada tanggal 3 Oktober 2026, Reactics Antrasena berhasil mendominasi dengan meraih gelar 1st Runner Up Race Competition, Best Presentation, dan Most Innovative Design Car pada ajang Indonesian Chemical Reaction Car Development Challenge (ICHEDECE) 2026. Kompetisi tersebut diselenggarakan di Universitas Sebelas Maret dan diikuti oleh tim dari berbagai kampus di Indonesia. 

Tim Reactics Antrasena dipimpin oleh Ikbar Habibi dari Departemen Teknik Kimia bersama tiga anggota tim, yaitu Asyiq Manarul Hidayah (Departemen Teknik Kimia), Ivo Albert Gabriel (Departemen Teknik Mesin dan Industri), dan Ibrahim Hanif Roland Saputra (Departemen Teknik Elektro dan Teknologi Informasi). Tim ini juga didampingi oleh Muhammad Erandy (Departemen Teknik Kimia) sebagai manajer tim dan Malikah Fildzah Nazhifa (Departemen Teknik Kimia) sebagai desainer grafis tim.

Bagi Ikbar, sang kapten tim, kemenangan ini adalah wujud nyata dari kerja keras, kepercayaan, dan keberanian seluruh anggota tim yang dibangun bersama selama tiga bulan terakhir. Hingga hari kompetisi, berbagai kendala masih harus dihadapi, namun hal tersebut mengajarkan pentingnya komunikasi, strategi, kepercayaan, dan ketenangan dalam menghadapi tekanan. 

“Kebanggaan terbesar bukan hanya atas penghargaan yang diraih, tetapi juga melihat setiap anggota Antrasena terus berkembang, saling menguatkan, dan memberikan yang terbaik hingga akhir. Bagi kami, kemenangan bukan sekadar berdiri di podium, melainkan hasil dari perjuangan untuk terus bergerak dan berjuang bersama.” ucap Ikbar. 

Reactics Antrasena hadir dengan inovasi mobil kimia ramah lingkungan yang digerakkan oleh gas bertekanan hasil dekomposisi Hidrogen Peroksida (H2O2). Ibrahim, salah satu anggota tim Reactics Antrasena, menjelaskan bahwa keunggulan utama Antrasena terletak pada sistem kontrol aliran gas yang terdistribusi. Melalui serangkaian katup dan regulator, tekanan gas tinggi dari reaktor diturunkan ke tingkat yang aman sebelum masuk ke komponen aktuator. Hal ini dirancang sebagai safety architecture yang tidak hanya melindungi komponen mobil dari kerusakan akibat tekanan berlebih, tetapi juga mengunci tingkat presisi laju mobil agar dapat berhenti tepat di jarak target.

“Pada fase trial and error, kami sempat menghadapi berbagai kendala karena beberapa komponen mobil masih belum konsisten sehingga diperlukan maintenance dan penggantian komponen selama proses percobaan. Persiapan presentasi juga menjadi tantangan tersendiri karena kami harus menyampaikan 17 slide dalam waktu tujuh menit dengan suara yang tetap lantang dan jelas. ” ujar Asyiq.

Mengandalkan sistem gas bertekanan presisi tinggi, perjuangan tim juga sempat diuji ketika mobil berhenti 65 cm dari target pada Race 1. “Dalam situasi yang penuh tekanan, kami melakukan kalkulasi ulang massa gas yang dibutuhkan dengan cepat. Strategi tersebut terbukti ampuh pada Race 2, di mana mobil meluncur dengan akurasi tinggi dan berhenti hanya 8,8 cm dari garis target.” ungkap Ivo, salah satu anggota tim Reactics Antrasena. 

Pencapaian yang diraih oleh Reactics Antrasena tidak luput dari dukungan seluruh anggota Reactics Chem-E-Car UGM, para dosen pembimbing, yaitu Prof. Ir. Budhijanto, S.T., M.T., Ph.D., IPM, Addin Suwastono, S.T., M.Eng., Mokhammad Fajar Pradipta, S.Si., M.Eng., dan Robertus Dhimas Dhewangga Putra, S.T., M.Eng., Ph.D., dan para mitra sponsor, yaitu PT PLN (Persero), PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, PT Tripatra Engineers and Constructors, Yayasan Tekagama, PT VALE Indonesia Tbk., PT Gagas Energi Indonesia, PT Nissan Motor Indonesia, dan PT  Pupuk Kalimantan Timur. 

Kemenangan Antrasena kali ini bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari pembelajaran yang lebih besar bagi Reactics. Setiap keberhasilan dan kegagalan menjadi evaluasi untuk membangun sistem yang lebih matang, konsisten, dan berkelanjutan. Ichwan, Manager Teknis Reactics UGM, berharap pencapaian ini menjadi salah satu fondasi dalam membangun generasi emas Reactics yang lebih unggul, tangguh, dan siap membawa kejayaan untuk selamanya.

Kontributor: Tim Reactics

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses