Kembali mengundang praktisi industri untuk berbagi wawasan kepada mahasiswa, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM mengadakan Sinau Bareng DTMI dengan tajuk ”3D Digital Twin for Engineering and Manufacture with Artec 3D”. Acara yang telah sampai pada seri ke-6 ini diadakan di Laboratorium Menggambar Teknik DTMI pada Kamis (27/08). Kali ini, DTMI UGM berkolaborasi dengan PT Datascrip untuk memperkenalkan 3D scanner Artec dan cara penggunaannya.
Mengawali sesi, Joseph Arimathea selaku Business Executive PT Datascrip menjelaskan bahwa pada awalnya alat 3D scanner banyak digunakan dalam ilmu geodesi. ”Saat ini pengunaannya telah berkembang ke berbagai sektor, termasuk manufaktur dan bidang-bidang lain yang berkaitan dengan Teknik Mesin dan Industri,” tuturnya.
Arief Santoso Setiawan, Marketing Executive PT Datascrip memberikan presentasi dan demonstrasi mengenai alat 3D scanner yang dibawa. Dalam paparannya, Arief menjelaskan bahwa handheld device yang saat ini digunakan dalam berbagai bidang sangat membantu dalam banyak pekerjaan yang harus dilaksanakan secara long range. ”3D scanner dapat digunakan untuk keperluan mapping, manufaktur, dan otomotif. Hasil dari 3D scan berupa digital twin dapat dimanfaatkan untuk keperluan inspeksi, peningkatan performa, kustomisasi, dan reverse engineering,” paparnya. Artec 3D yang dibawa oleh tim Datascrip merupakan teknologi yang secara terus menerus dikembangkan selaam 18 tahun. ”Pada 2018, Artec Leo sebagai perangkat handheld 3D scanner dirilis sebagai long range scanner yang dapat membantu dalam proses manufaktur, pengembangan performa otomotif, Mechanical Engineering plumbing, dan pekerjaan bangunan,” tambah Arief. Fungsi dari Artec Leo tersebut, menurut Arief, akan sangat membantu dalam bidang-bidang industri yang nantinya akan dimasuki oleh lulusan Teknik Mesin dan Industri, sehingga perlu untuk dilaksanakan familiarisasi dengan perangkat serta aplikasi yang menyertai. Dilengkapi dengan teknologi terbaru berbasis Artificial Intelligence (AI), Leo banyak digunakan untuk outdoor scanner, inspeksi, dan digital archive. ”Pengguna alat ini berasal dari banyak bidang, seperti universitas, industri manufaktur, museum dan kesenian, forensik dan militer, healthcare, olahraga, dan e-commerce,” tutur Arief. Mahasiswa yang hadir juga berkesempatan untuk mencoba melakukan scanning menggunakan Artec Leo yang dibawa oleh pembicara.
Selain mengisi materi dalam kelas, tamu dari Datascrip juga diajak oleh Sekretaris Program Studi (Sekprodi) Doktor Teknik Mesin, Dr. Muhammad Akhsin Muflikhun, untuk mengunjungi laboratorium dan sekaligus mendiskusikan kemungkinan kerja sama yang dapat dilakukan antara DTMI dengan Datascrip, salah satunya adalah kesempatan internship atau magang bagi mahasiswa.
