Kolaborasi UGM–KAI–INKA Hadirkan Inovasi Transportasi Berkelanjutan melalui Pengembangan Kursi Kereta New Generation yang Ergonomis

Berperan aktif dalam kolaborasi dengan industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Industri Kereta Api (INKA) melakukan pengembangan kursi penumpang kereta yang nyaman dan ergonomis bagi pengguna kereta New Generation. Monitoring progress kerja sama ini dilaksanakan pada Jumat (03/07), bertempat di DTMI UGM.

Monitoring progress di DTMI dikawal oleh beberapa dosen DTMI yang tergabung dari tim peneliti pengembangan kursi kereta New Generation, yaitu Ardiyanto, Ph.D., Ardi Wiranata, Ph.D., dan Achmad Pratama Rifai, Ph.D.. Pengembangan kursi penumpang ini berangkat dari komplain penumpang mengenai desain kursi yang tidak terlalu nyaman, sehingga menimbulkan rasa pegal setelah penggunaan dalam waktu lama dan memberikan pengalaman perjalanan yang negatif selama menggunakan kereta api. Berangkat dari komplain tersebut, tim dosen peneliti beserta tim asisten melakukan evaluasi desain kursi existing yang dibuat oleh PT INKA. ”Kami melakukan studi literatur dan melakukan evaluasi dokumen desain dari kursi dengan memperhatikan kriteria aspek antropometri dan anatomi,” tutur Dr. Ardiyanto. Hasil evaluasi di fase awal tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk diuji, dengan melibatkan partisipan sejumlah 30 orang dengan komposisi 15 laki-laki dan 15 perempuan berusia minimal 18 tahun, dengan persyaratan khusus merupakan pengguna kereta api eksekutif New Generation selama 6 bulan terakhir dan tidak mengalami cedera selama 12 bulan terakhir. Eksperimen tersebut dibantu oleh alat motion capture yang dipasang pada beberapa titik di tubuh partisipan untuk melihat pergerakan dan perubahan posisi pada saat duduk di kursi existing selama beberapa waktu. Hasil dari tangkapan alat motion capture lalu dituangkan dalam bentuk video 3D yang memperlihatkan perubahan-perubahan posisi partisipan setelah duduk beberapa waktu di kursi dengan melakukan aktivitas tertentu seperti menggunakan ponsel. Eksperimen juga dilaksanakan dengan memberikan neck dan lumbar support pada kursi untuk melihat signifikansi dari penambahan elemen-elemen tersebut. Luaran dari eksperimen ini nantinya akan memberikan hasil empiris yang dapat digunakan oleh tim peneliti sebagai dasar pemberian rekomendasi kepada PT KAI dan PT INKA untuk melakukan desain ulang dari kursi existing. Sebagai bentuk pelaporan progress, semua tahap eksperimen tersebut dipaparkan oleh Dr. Adiyanto dalam presentasi serta untuk hasil motion capture yang didemonstrasikan secara langsung ditampilkan di Laboratorium Proses dan Sistem Produksi.

Lukman sebagai perwakilan PT KAI yang hadir menyampaikan bahwa penelitian ini sangat penting untuk menangani komplain dari penumpang. ”Banyak komplain dari penumpang tentang kursi, jadi harus ada tindak lanjut segera,” tuturnya. Senada dengan hal tersebut, Emanuel Pastiadi, Project Manager dari 612-unit SS New Generation train replacement program project PT INKA menyatakan bahwa monitoring yang dilakukan ini merupakan komitmen untuk memastikan kepuasan end user. ”Harapannya UGM dapat membantu improve produk yang sudah ada berdasarkan kajian sehingga bisa meningkatkan kualitas dan kepuasan,” tambahnya. Pastiadi berharap penelitian ini dapat memberikan hasil baik untuk dapat diimplementasikan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses