Alumni Teknik Mesin UGM angkatan 86 menyelenggarakan Reuni 40 Tahun pada Sabtu (05/09), bertempat di Ruang Sidang A1, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM. Setelah lama tak bersua, dalam reuni ini, para alumni kembali menghidupkan memori masa lalu dengan bernostalgia kembali ke kampus. Tidak hanya alumni, acara ini juga mengundang dosen serta tenaga kependidikan yang telah purna tugas.
Dr. Suhanan selaku dosen purna merasa bahagia dapat bertemu dengan para alumni dalam kesempatan reuni ini. ”40 tahun kita terpisahkan, kita dipertemukan dalam keadaan sehat, yang belum tentu semua orang mendapatkan, sehingga kita patut bersyukur,” tutur Dr. Suhanan. Menceritakan mengenai pengalaman masa lalu saat mengajar, berkuliah, dan kemudian merefleksikannya, Dr. Suhanan berharap meski usia sudah tidak muda lagi, angkatan 86 tetap memiliki semangat Teknik Mesin yang sama dan rasa persahabatan tetap terjaga. ”Kesuksesan alumni saat ini menjadi suatu kebanggaan tersendiri bagi kami para dosen,” tuturnya kembali.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan mengenai Prodi Teknik Mesin oleh Kaprodi Program Sarjana Teknik Mesin, Dr. Indro Pranoto. Pemaparan prodi mencakup peringkat DTMI, SDM, fasilitas, jumlah mahasiswa Prodi Teknik Mesin reguler dan IUP, serta rerata persentase ketepatan waktu mahasiswa lulus. Dr. Indro juga menjelaskan mengenai visi misi prodi agar lulusan Teknik Mesin UGM dapat menjadi alumni yang tidak hanya memiliki kecerdasan di bidang Teknik Mesin, namun juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik. Kurikulum yang disusun, menurut Dr. Indro, juga menjadi salah satu usaha untuk membangun kemampuan berpikir kritis dari mahasiswa. Selanjutnya, Ketua Prodi Doktor Teknik Mesin, Dr. Adhika Widyaparaga menambahkan bahwa di samping kegiatan mahasiswa yang telah dilaksanakan, melalui program dan kurikulum seperti Kunjungan Industri (KI), mahasiswa dibentuk untuk dapat berkomunikasi dengan baik. ”Kami melatih mahasiswa untuk dapat berinteraksi dengan corporate,” tuturnya. Acara kemudian dilanjutkan dengan beberapa alumni berkisah mengenai pengalamannya masing-masing dan pemberian masukan, kemudian ditutup dengan penyerahan donasi alumni 86 untuk DTMI dan foto bersama.
Perwakilan dari alumni, Ketjuk Wahid Hapsoro, mengapresiasi penyelenggaraan reuni yang telah disusun dan terlaksana dengan baik. Kembali mengingat 40 tahun yang berlalu, Ketjuk menyatakan bahwa rentang waktu tersebut terasa jauh sekaligus terasa dekat baginya. ”Dulu kita lama di Mbarek, kemudian pindah ke sini (lokasi DTMI saat ini – red.), jadi ada kenangan di Mbarek dan ada yang di sini. Hari ini kami datang lagi ke kampus, kita gembira ria bersama, ingatlah 40 tahun yang lalu agar selalu bisa mengenang dan silaturahmi, juga kepada dosen-dosen semua,” tuturnya sambil diiringi tawa kecil. Menanggapi sambutan, Ketua DTMI, Dr. Muslim Mahardika, mengucapkan terima kasih atas kehadiran peserta dalam reuni ini. ”Kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih karena hingga sekarang, angkatan 86 masih aktif membantu kami dalam hal akademik dan motivasi kepada mahasiswa,” tutur Dr. Muslim. Dr. Muslim juga berharap alumni tetap berkenan membagikan pengalaman kepada mahasiswa hingga seterusnya.
