Kepemimpinan di Era Disrupsi, CEO Samudera Indonesia Berbagi Strategi kepada Mahasiswa

Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM mengundang Bani Maulana Mulia, Chief Executive Officer (CEO) PT Samudera Indonesia Tbk dalam “CEO Talk” bertajuk ”LEADERS NAVIGATING UNCERTAINTY-Leadership and Decision-Making in an Age of Global Disruption”. Acara yang diadakan pada Rabu (16/09) di Gedung Prof. Roesseno Soerjohadikoesoemo – Smart Green Learning Center, Fakultas Teknik UGM ini mengajak mahasiswa DTMI untuk bukan hanya mendengarkan paparan dari narasumber, namun juga aktif bertanya untuk mempertajam dan memperluas wawasan mereka.

Berdiri selama 80 tahun, PT Samudera Indonesia Tbk sudah malang melintang di dunia shipping, pelabuhan, dan logistik. ”Bapak Soedarpo (pendiri Samudera Indonesia – red.) mendirikan perusahaan atas dasar cita-cita beliau agar bangsa kita dapat berdaulat, dan berperan aktif di lautan Indonesia,” tutur Bani. Meski berangkat dari bisnis dunia maritim, Samudera Indonesia yang telah mendirikan perwakilannya di 58 pelabuhan di 27 negara dan melayani 39 rute juga membawahi berbagai bidang bisnis di luar kemaritiman, seperti energi, waste management, property dan investasi, konsultan, human capital, teknologi informasi, Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE), dan food and beverages (FnB). Dengan bidang bisnis yang beragam, sudah pasti semakin beragam tantangan yang dihadapi Samudera Indonesia, mulai dari situasi yang tidak stabil, makin kerasnya kompetisi, dan era disrupsi yang juga memengaruhi banyak sektor. “Samudera Indonesia memiliki value yang mengedepankan integritas dan profesionalisme, sehingga dalam kondisi yang mendesak, kami dapat bergerak dengan cepat dan efisien,” tutur Bani. Bani juga mengungkapkan bahwa dalam kemampuan beradaptasi, membangun kolaborasi, dan konsistensi dalam berinovasi akan membantu seorang pemimpin dalam membawa tim atau organisasinya dalam mengatasi tantangan yang ada. Pernah mengalami insiden pembajakan kapal, Bani sebagai pemimpin tidak malu untuk berkonsultasi dengan rekan dari perusahaan lain yang pernah memiliki pengalaman serupa, dengan kepercayaan bahwa pengalaman tersebut dapat membantunya membuat keputusan. ”Pengalaman adalah guru yang terbaik, jadi jangan takut untuk belajar kepada yang sudah berpengalaman, meski dia lebih muda,” tuturnya. Samudera Indonesia di bawah kepemimpinan Bani juga mengedepankan empati dan humanisme, terutama saat perusahaan harus menentukan keputusan berat yang berdampak terhadap sumber daya manusianya, sehingga keputusan tersebut dapat diterima dengan baik, objektif, sekaligus memanusiakan karyawan.

Bani juga menyadari bahwa pendidikan adalah fondasi dari masa depan. Melalui pendirian akademi kemaritiman, Samudera Indonesia berdedikasi untuk mencetak pelaut-pelaut andal yang bereputasi global. Selain itu, Bani juga mempersilakan para karyawan di program Management Trainee (MT) untuk membuat keputusan mengenai permasalahan yang ada di perusahaan, sehingga baik keputusan itu berhasil atau gagal, para karyawan bisa belajar banyak dari kesempatan tersebut.  ”Kesempatan belajar tersedia begitu luas, jadi jangan membatasi diri terhadap perubahan dan perpindahan dan jangan pernah merasa tahu segalanya, agar kalian terus belajar,” tegasnya.

Ketua DTMI, Ir. Muslim Mahardika, Ph.D. berharap melalui ”CEO Talk” ini, mahasiswa belajar banyak dari narasumber mengenai dunia kerja yang nyata. ”Lebih lanjut lagi kami juga berharap mahasiswa bisa belajar mengenai entrepreneurship juga dari Pak Bani,” tuturnya. Senada dengan itu, turut hadir dalam acara ini, Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerja Sama FT UGM, Prof. Ali Awaludin berharap cerita dari narasumber dapat menjadi pedoman bagi mahasiswa. ”Terutama nanti dapat membentuk 2 hal yang diperlukan saat ini, kompetensi dan networking,” tegasnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses