DTMI UGM Sambut Kunjungan Universitas Negeri Jakarta: Perkuat Kolaborasi Riset dan Pengembangan Kurikulum Berbasis OBE

Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) Fakultas Teknik UGM menerima kunjungan resmi dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ) pada Kamis (29/10), bertempat di Laboratorium Menggambar Teknik DTMI. Kunjungan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas Teknik UNJ, Prof. Neneng Siti Silfi Ambarwati, beserta jajaran dosen, dan disambut oleh pimpinan serta sejumlah dosen DTMI UGM. Pertemuan berlangsung produktif dengan agenda utama meliputi penguatan kerja sama kelembagaan, berbagi praktik terbaik dalam implementasi akreditasi berbasis OBE (Outcome-Based Education), serta penjajakan kolaborasi riset dan program internasional.

Sesi pembuka diawali dengan pengenalan profil DTMI UGM oleh Ir. Fitri Trapsilawati, Ph.D. selaku Sekretaris DTMI. Dr. Fitri memaparkan visi, misi, dan capaian departemen, termasuk berbagai program unggulan yang telah berjalan. Salah satu program yang mendapat perhatian khusus adalah program Double Degree (DD) dengan mitra perguruan tinggi luar negeri, yang memungkinkan mahasiswa DTMI memperoleh gelar ganda dari dua universitas sekaligus. Program ini menjadi salah satu daya tarik utama DTMI dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi dan memperluas jejaring akademik mahasiswa di tingkat global. Ketua DTMI, Ir. Muslim Mahardika, Ph.D., menyambut antusias kunjungan delegasi UNJ dan menegaskan komitmen DTMI untuk mempererat hubungan antar-institusi. Beliau menekankan pentingnya saling berbagi pengetahuan dan pengalaman (knowledge sharing) sebagai fondasi kerja sama yang berkelanjutan. Dalam forum tersebut, sejumlah bentuk kolaborasi konkret diusulkan, antara lain riset bersama lintas institusi, pengajuan hibah penelitian secara kolaboratif, serta pengembangan program Doctor by Research (DbR). Program DbR merupakan jalur pendidikan doktoral berbasis penelitian yang ditawarkan DTMI UGM khusus bagi dosen-dosen UNJ yang belum memiliki gelar doktor. Melalui program ini, dosen UNJ berkesempatan menempuh studi doktoral sambil tetap menjalankan aktivitas akademik mereka, dengan penelitian sebagai jalur utama penyelesaian studi. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualifikasi akademik dosen UNJ sekaligus mempererat hubungan riset antar-institusi.

Dr. Hifni Mukhtar Ariyadi selaku Ketua Tim Jaminan Mutu Prodi Teknik Mesin mempresentasikan kurikulum baru DTMI yang dirancang secara komprehensif dan berbasis kebutuhan nyata. Proses penyusunan kurikulum ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari industri mitra, advisory board, hingga komunitas akademik internal DTMI. Kurikulum baru ini diselaraskan dengan standar akreditasi nasional dan internasional yang berlaku, termasuk persyaratan BKSTM dan IABEE, sehingga memastikan tidak ada tumpang tindih maupun ketidaksesuaian antarstandar. Dr. Hifni juga menjelaskan bahwa kurikulum baru menempatkan kompetensi inti Teknik Mesin sebesar 65% dari total SKS, dengan proporsi sains dasar minimal 20%, topik keteknikan minimal 40%, dan pendidikan umum maksimal 30%. Kurikulum ini juga dilengkapi dengan proyek desain akhir (capstone design) berupa pembuatan prototipe berbasis inti keilmuan Teknik Mesin, serta mata kuliah penelitian yang mengintegrasikan mahasiswa dalam kegiatan riset dosen. Evaluasi kurikulum dilakukan secara berkala setiap tahun untuk mata kuliah, dan setiap lima tahun untuk pembaruan profil lulusan berdasarkan masukan pemangku kepentingan.

Delegasi UNJ menyampaikan pertanyaan seputar implementasi OBE, terutama terkait bagaimana UGM mengintegrasikan berbagai acuan akreditasi sebagai praktik terbaik. DTMI merespons dengan menjelaskan sistem siadtmi, sebuah platform digital yang dikembangkan secara mandiri oleh DTMI untuk memantau ketercapaian Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) secara otomatis. Sistem ini mampu mendeteksi apabila seorang mahasiswa belum memenuhi CPL tertentu, dan secara proaktif menginformasikan pilihan mata kuliah pengganti. Selain itu, siadtmi juga terintegrasi dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) mahasiswa. Inovasi ini mendapat apresiasi dari delegasi UNJ mengingat keunggulannya dibandingkan sistem konvensional yang ada.

Kunjungan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan bagi penguatan sinergi antara DTMI UGM dan Universitas Negeri Jakarta. Kedua pihak sepakat untuk menindaklanjuti penjajakan kerja sama ini dalam bentuk yang lebih konkret, termasuk kemungkinan penandatanganan nota kesepahaman dan pelaksanaan program bersama dalam waktu dekat. Bagi DTMI UGM, kunjungan seperti ini merupakan bagian dari komitmen departemen untuk terus berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan teknik secara nasional, sekaligus memperluas jaringan kolaborasi akademik demi kemajuan bersama.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses