DTMI UGM Kenalkan Teknologi Kendaraan Hemat Energi kepada Siswa Olifant School melalui Tim Bimasakti

Turut berperan aktif dalam diseminasi ilmu kepada masyarakat, kali ini Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM melalui Tim Bimasakti menerima kunjungan dari Olifant School, khususnya para siswa kelas 11 Fisika yang mengambil fokus termodinamika dan fluida. Kunjungan yang terlaksana pada Selasa (26/05) dan bertempat di Ruang Sidang C1 DTMI ini mempertemukan 16 orang siswa dengan Tim Bimasakti guna memberikan pemahaman tentang bentuk riil dari ilmu yang selama ini mereka peroleh di kelas.

Dipandu langsung oleh anggota tim, siswa Olifant memperoleh perkenalan awal profil dari Tim Bimasakti sebagai tim lomba yang mengembangkan mobil berbahan bakar hibrida. Profil dari Bimasakti mencakup departemen-departemen di dalamnya, aspek fokus dari pengembangan mobil, lomba-lomba yang pernah diikuti lengkap dengan analisis anggaran dan ide business plan.

Selain memperoleh informasi di kelas, para siswa juga diajak untuk mengunjungi 2 laboratorium yang membantu Tim Bimasakti dalam pengembangan mobil mereka, yaitu Laboratorium Konversi Energi dan Laboratorium Teknologi Mekanik. Di Laboratorium Konversi Energi, para siswa diajak untuk mempelajari cara kerja mesin diesel dan di Laboratorium Teknologi Mekanik, para siswa diperlihatkan lokasi dan situasi bengkel Bimasakti.

Akieko sebagai guru fisika yang mendampingi kunjungan ini menyatakan bahwa kegiatan ini rutin diadakan 1 kali dalam 1 semester dengan mengangkat tema yang berbeda-beda di setiap kunjungannya. ”Kami membawa siswa ke kampus karena menurut kami, kampus adalah lingkungan belajar yang realistis bagi siswa,” tuturnya. Akieko juga menambahkan bahwa meski lebih kompleks dari yang biasanya diajarkan di sekolah, namun harapannya dengan melihat langsung penerapan prinsip-prinsip termodinamika dan fluida, para siswa dapat lebih memahami ilmu yang dipelajari.

”Informasi dan kunjungan ini adalah motivasi bagi para siswa dari kelas pilihan ini, dan kami bersyukur DTMI dan Bimasakti terbuka untuk menyambut niat belajar para siswa, karena pembelajaran yang ada di kelas harus diteruskan dalam bentuk nyata dan memerlukan sumber yang kredibel,” tutur Akieko.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses