Melalui rancangan Field Development Plan komprehensif untuk Lapangan Panas Bumi Hipotetikal “THETA” di Sulawesi Tengah, Tim “Selokan Mataram” yang beranggotakan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (FT UGM) kembali menorehkan prestasi dengan meraih Juara 2 dalam ajang Geothermal Case Study Competition pada rangkaian Petroleum Integrated Days (PETROLIDA) 2026. Kompetisi bergengsi tingkat internasional ini diselenggarakan secara kolaboratif oleh Society of Petroleum Engineers Institut Teknologi Sepuluh Nopember (SPE ITS SC), yang berlangsung pada Tanggal, 8-10 Mei 2026 di Surabaya. Keberhasilan ini semakin memperkuat tradisi juara tim di berbagai kompetisi internasional dengan tetap mengusung tema strategis “Optimizing Geothermal Technology for Clean Energy”.
Ajang internasional PETROLIDA 2026 mempertemukan berbagai gagasan inovatif mahasiswa dari institusi pendidikan terkemuka untuk memecahkan tantangan riil di industri panas bumi. Dalam kompetisi ini, tim berkesempatan mempresentasikan karya mereka di hadapan dewan juri ahli dari PT. Geo Dipa Energi serta berkolaborasi dengan PT. Geoenergis selaku case collaborator. Capaian membanggakan ini merupakan buah dari proses belajar dan sinergi lintas disiplin ilmu yang solid antara Lailum Lutvi Sahrudin (Teknik Geologi 2024), Jihan Fathin Salsabila (Teknik Geologi 2023), Abdi Yuridan Arsya (Teknik Mesin 2023), dan Muhammad Nabil Hafiz (Teknik Mesin 2023), di bawah bimbingan Dr. Ir. Kartika Palupi Savitri, S.T., M.Sc.
Dalam penyusunan studinya, tim mengevaluasi sistem panas bumi non-vulkanik yang dikontrol oleh pergerakan sesar dengan tantangan permeabilitas alami rendah pada formasi batuan metamorf, di mana sumber panas (heat source) dari sistem non-vulkaniknya berasal dari intrusi granit. Berdasarkan analisis geosains mendalam, tim merancang strategi rekayasa permeabilitas melalui metode hydroshearing untuk mereaktivasi jaringan retakan alami agar fluida bersuhu 160–210°C dapat mengalir optimal. Solusi bawah permukaan tersebut kemudian disinergikan dengan rancangan fasilitas permukaan yang berfokus pada optimasi termodinamika. Tim menetapkan parameter suhu buang secara presisi guna memitigasi risiko penyumbatan pipa akibat kerak silika (silica scaling), menjamin keandalan sistem dan uptime operasional pembangkit.
Proyek ini dirancang dengan pendekatan pengembangan bertahap, dimulai dari pilot plant 15 MWe sebelum ekspansi komersial hingga 85 Mwe yang mengutamakan validasi reservoir di awal fase eksplorasi untuk meminimalkan risiko investasi. Seluruh parameter teknis tersebut diakumulasikan ke dalam analisis ekonomi yang ketat guna menguji kelayakan finansial proyek. Langkah ini memastikan bahwa setiap rekomendasi teknis tetap berada dalam koridor rasionalitas ekonomi sehingga proyek tetap bankable dan kompetitif bagi pihak pengembang (developer).
Keberhasilan ini kembali membuktikan bahwa tantangan transisi energi tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas ilmu yang kuat. Penggabungan perspektif geosains dari Teknik Geologi dan analisis sistem energi dari Teknik Mesin terbukti mampu menghasilkan solusi panas bumi yang komprehensif untuk mendukung pencapaian target Net Zero Emission Indonesia. Pengelolaan potensi alam di wilayah non-vulkanik menuntut perencanaan sains dan keteknikan yang sangat matang serta mitigasi risiko operasional yang menyeluruh.
Pencapaian ini disyukuri sebagai pemacu semangat bagi Tim Selokan Mataram untuk terus belajar dan berinovasi. Tim berharap pengalaman dan kerangka kerja yang dihasilkan ini mampu terus memotivasi iklim kolaborasi di lingkungan FT UGM, agar mahasiswa dapat terus memberikan sumbangsih nyata bagi masa depan energi terbarukan di Indonesia.
Kontributor: Muhammad Nabil Hafiz (Teknik Mesin 2023)
