Tim Pogung Melambung Raih Juara 1 Supply Chain dan Logistik, Bawa Strategi Inovatif untuk Energi Panas Bumi

Mahasiswa Teknik Industri UGM, Jauhar Najma Wigar Utungga (Teknik Industri 2024), Muhammad Burhanudin Bachtiar (Teknik Industri 2023), dan Nasywa Zahra Shafira Ardell (Teknik Industri 2023) berhasil meraih Juara 1 dan kategori Best Presentation pada Supply-Chain Management and Logistic Competition yang diselenggarakan oleh Society of Petroleum Engineering (SPE) UGM Student Chapter. Dalam kompetisi yang menjadi salah satu dari 5 cabang lomba Annual Petroleum Competition and Exhibition 2026 ini, Tim Pogung Melambung, begitu mereka menamai tim mereka, memperoleh penganugerahan juara tersebut pada babak final yang diselenggarakan pada Sabtu (12/09), bertempat di Gedung Prof. Roosseno Soerjohadikoesoemo – Smart Green Learning Center (SGLC) Fakultas Teknik UGM.

Sebagai brief lomba, Tim Pogung Melambung diberikan kasus berupa fictional geothermal company yang memiliki 2 site, 1 site existing yang sedang menambah kapasitas dan 1 site baru. ”Challengenya ada di mencari supply chain strategy yang cocok untuk scaling company geothermal di 2 terrain dengan karakteristik yang berbeda, di tengah keterbatasan headcount,” tutur Nasywa. Menghasilkan karya berupa berupa strategi supply chain management, logistics, dan operational end to end untuk PT GL sebagai perusahaan fiktif yang dalam casebook, setelah melalui tahap preliminary (report) dan tahap final (report + deck), karya tersebut memukau 3 juri dari Pertamina Geothermal Energy dan menjadi yang terbaik dalam karya maupun presentasi.

Melalui jalan yang tidak mudah, Tim Pogung Melambung mengakui bahwa data yang tersedia di casebook sangat terbatas. Hal tersebut menjadi tantangan karena sebagai industrial engineer, mereka dibiasakan untuk berbicara melalui data. ”Jadi kami harus hati-hati dalam berasumsi dan memilih strateginya, harus lihat juga best practice di lapangan seperti apa untuk benchmarking & sanity check,” tutur Nasywa.

Dalam lomba ini, semua anggota tim belajar bahwa penyampaian dari hasil karya sama pentingnya dengan hasil karya itu sendiri. ”Kemarin kami went extra miles dengan membuat dashboard dan judgesnya seem really appreciate that gesture,” pungkas Nasywa.

Kontributor: Nasywa Zahra Shafira Ardell (Teknik Industri 2023)
Editor: Gusti Purbo Darpitojati

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses