Rahmad Fajri Tawarkan Solusi Optimasi Lokasi SPH untuk Infrastruktur Kendaraan Hidrogen Jakarta

Mahasiswa Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Rahmad Fajri Anasrul, telah berhasil menuntaskan Ujian Tesis yang diselenggarakan pada Jumat (25/07). Ujian ini merupakan bagian dari proses akademik menuju kelulusan sebagai lulusan Magister Teknik Industri UGM.

Di bawah bimbingan Prof. Ir. Bertha Maya Sopha, ST., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta dengan tim penguji yang terdiri dari Ir. Achmad Pratama Rifai, S.T., M.Eng, Ph.D., Ir. Budhi Sholeh Wibowo, S.T., M.T., PDEng., IPM., ASEAN Eng., dan Ir. Yun Prihantina Mulyani, S.T., M.Sc., Ph.D, IPM., ASEAN Eng., Rahmad mempertahankan tesisnya yang berjudul:

“Optimasi Pemilihan Lokasi dan Pemasok Stasiun Pengisian Hidrogen (SPH) Untuk Mendukung Infrastruktur Kendaraan Hidrogen di DKI Jakarta.”

Dalam penelitiannya, Rahmad menyoroti potensi hidrogen sebagai sumber energi bersih dan berkelanjutan di tengah meningkatnya kekhawatiran atas emisi gas rumah kaca dan keterbatasan bahan bakar fosil. Dengan mengacu pada Indonesia Hydrogen Roadmap, ia mengembangkan sebuah framework terpadu untuk optimasi pemilihan lokasi dan pemasok Hydrogen Refueling Stations (HRS) di DKI Jakarta.

Metode yang digunakan terdiri dari K-Means Clustering berbasis data demografis, geografis, dan ekonomi untuk mengelompokkan 216 SPBU menjadi beberapa klaster prioritas. Lokasi dalam klaster prioritas tersebut kemudian dioptimasi menggunakan Mixed-Integer Linear Programming (MILP) guna menentukan lokasi SPH optimal dan pemasoknya, dengan mempertimbangkan kapasitas, biaya, dan efisiensi distribusi.

Penelitian ini membagi rencana pengembangan SPH ke dalam tiga periode waktu:

  • 2026–2030: 5 unit

  • 2031–2035: 28 unit

  • 2036–2040: 159 unit

Menariknya, meskipun permintaan meningkat, rata-rata biaya pembangunan per unit SPH tetap stabil di kisaran Rp12,165 miliar, menunjukkan bahwa memanfaatkan infrastruktur SPBU yang sudah ada dapat menekan kebutuhan investasi tambahan. Analisis sensitivitas juga menunjukkan bahwa kapasitas SPH, permintaan harian hidrogen, dan biaya pembangunan merupakan parameter paling krusial.

Hasil studi ini berpotensi menjadi rujukan penting dalam penyusunan kebijakan pengembangan sistem hidrogen berkelanjutan, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di kota-kota besar lainnya di Indonesia.

Kontributor: Maryanti, A.Md.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses