Mahasiswa Doktor DTMI UGM Presentasikan Inovasi Material Elektroda dan Fuel Cell di ISPAC 2025

Iskandar Ali Mubarok dan Heri Suripto, mahasiswa Program Doktor Teknik Mesin, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, mempresentasikan hasil penelitian mereka pada International Symposium on Polymer Analysis and Characterization (ISPAC) 2025 yang diselenggarakan di Singapura pada Rabu, 25 Juni 2025.

Iskandar Ali Mubarok mengusung judul “Development of Super-aerophobic Nanoarray Electrode Materials for High Efficiency Electrolysis Process” dengan promotor Prof. Dr. Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng., dan kopromotor Ir. Joko Waluyo, M.T., Ph.D. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses elektrolisis dalam produksi hidrogen dengan mengembangkan elektroda berbasis nanoarray yang memiliki permukaan super-aerophobic dan bersifat hidrofilik.

Metode yang digunakan adalah laser structuring untuk membentuk tekstur mikro-nano pada permukaan elektroda, serta karakterisasi menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM), dan uji performa elektrolisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur permukaan yang dibentuk dengan laser dapat mempercepat pelepasan gelembung gas, mengurangi hambatan pada permukaan elektroda, dan meningkatkan efisiensi transfer massa serta kestabilan sistem elektrolisis. “Dengan pendekatan rekayasa permukaan elektroda yang baik, maka dapat memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi energi dan pelepasan gelembung serta produksi hidrogen,” papar Iskandar.

Sementara itu, Heri Suripto mengangkat topik “Wetting Characteristics and Thermal Management Effects of Polymer-Treated Gas Diffusion Layer for PEMFC Performance” dengan promotor Prof. Dr. Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng., dan kopromotor Dr. Ir. Hifni Mukhtar Ariadi, S.T., M.Sc., IPM.

Penelitian ini berfokus pada modifikasi Gas Diffusion Layer (GDL) pada Proton Exchange Membrane Fuel Cell (PEMFC) melalui perlakuan pelapisan polimer dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 15%. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan wettability dan stabilitas termal secara keseluruhan.  Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi proses pelapisan polimer pada GDL, uji SEM untuk mengamati struktur permukaan, Contact Angle Measurement untuk mengukur sifat wettability, serta Thermogravimetric Analysis (TGA) untuk mengkaji kestabilan termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lapisan polimer 10% memberikan hasil paling optimal, dengan struktur permukaan yang lebih homogen, daya tahan panas lebih tinggi, dan sudut kontak yang ideal untuk manajemen air. “Melalui pengujian ini, modifikasi material GDL berpotensi dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperpanjang umur pakai sel bahan bakar,” ungkap Heri.

Kedua penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teknologi energi bersih dan efisien, serta mendukung pencapaian SDG nomor 7 (Affordable and Clean Energy), dengan Iskandar menyentuh SDG nomor 9 (Industry, Innovation and Infrastructure), dan Heri mendukung SDG nomor 13 (Climate Action).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses