Mahasiswa Teknik Industri UGM yang tergabung dalam tim “KKB” berhasil menjuarai IGNITE 2026 (Industrial Global Network for Innovation and Technology) yang berlangsung pada 3-6 September 2026. Tim yang beranggotakan Brian Alfarizy, Kevin Abigael Bakara, dan Hibatullah Barra Musyaffa dari Teknik Industri 2024 ini meraih 1st Runner Up dan The Most Favorite Prototype pada babak final yang dilaksanakan di Yogyakarta dengan rangkaian Gala Dinner, Company Visit, Final Presentation, Expo, dan Awarding Night.
Mengangkat tema “Sustainable & Modern Crop-Based Agriculture“, Tim KKB yang mengikuti kategori PDEC (Product Design and Ergonomic Competition) mengangkat masalah penyiangan gulma manual pada sawah basah yang dihadapi petani gurem atau smallholder Indonesia (petani dengan lahan di bawah 0,5 hektare – red.). “Penyiangan manual sangat lambat dan menuntut postur tubuh membungkuk berjam-jam, sementara petani menghadapi kelangkaan tenaga kerja musiman dan upah harian yang terus naik. Kondisi ini mendorong sebagian petani beralih ke herbisida kimia yang berisiko merusak kesuburan tanah dalam jangka panjang,” tutur Brian. Setelah lolos tahap submisi abstrak, Tim KKB menyusun pitch deck dan video promosi yang menampilkan inovasi mereka, yaitu ”KULTIVA”, alat penyiang gulma bertenaga manusia yang dirancang untuk sawah basah di Indonesia. Alat ini bersifat modular, dengan ketiga roda yang dimiliki, baik roda kanan, kiri, maupun tengah, dapat ditukar antara fungsi penyiangan gulma dan pengolahan lumpur sebelum tanam. Selain itu, lebar antar roda dapat disesuaikan mengikuti jarak tanam, dan pegangan alat dapat diatur ketinggiannya sesuai postur tubuh petani. ”Desain ini bertujuan mengurangi risiko cedera otot dan tulang akibat postur membungkuk, mempercepat proses penyiangan, serta mengurangi ketergantungan pada bahan kimia,” papar Brian. Inovasi ini memukau dewan juri yang terdiri dari Wangi Pandan Sari, Ph.D., Fathin Naufal Nur Islam, Gradiyan Budi Pratama, S.T., M.T., M.Sc., dan Sri Markumningsih, Ph.D. sehingga membawa mereka meraih 1st Runner Up dan berdasar vote pengunjung, KULTIVA meraih The Most Favorite Prototype.
Dalam usaha meraih juara, Tim KKB menghadapi beberapa tantangan, antara lain memastikan setiap klaim data dan angka yang digunakan memiliki sumber ilmiah yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan, menyeimbangkan antara desain yang inovatif dengan kelayakan produksi oleh bengkel lokal, mempertimbangkan aspek ergonomi secara mendalam melalui perhitungan REBA (Rapid Entire Body Assessment) dan gaya dorong, serta menyusun proyeksi bisnis yang realistis dalam waktu terbatas sambil tetap menjalankan kewajiban akademik lainnya. ”Partisipasi dalam kompetisi ini mengajarkan tim kami pentingnya mendasarkan setiap klaim desain pada data dan riset yang dapat dipertanggungjawabkan, bukan sekadar asumsi. Tim juga belajar untuk jujur mengakui keterbatasan produk saat ditanya secara kritis oleh juri, alih alih memaksakan klaim yang berlebihan,” tutur Brian. Selain itu, menurutnya, pengalaman ini memperkuat pemahaman tim mengenai proses perancangan produk yang berpusat pada pengguna, mulai dari identifikasi masalah nyata di lapangan hingga pertimbangan kelayakan manufaktur serta model bisnis yang realistis.
Kontributor: Brian Alfarizy (Teknik Industri 2024)
