Solusi Sistem Terintegrasi dan Dashboard Cerdas Antarkan Tim UGM Raih Juara 1 dan Best Presentation Logistic Case Competition Management Euphoria IPB 2026

Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah kompetisi nasional. Tim yang beranggotakan Deffa Mayuro (Psikologi 2024), Nakeisha Audra Fatma (Teknik Industri 2024), dan Fatika Permata Dewi (Teknik Industri 2024) berhasil meraih Juara 1 sekaligus penghargaan Best Presentation dalam ajang Logistic Case Competition — Management Euphoria Institut Pertanian Bogor 2026. Kompetisi ini diselenggarakan pada Jumat (24/10) di Fakultas Ekonomika dan Manajemen, IPB Dramaga, Bogor. Kompetisi ini mempertemukan tim-tim terbaik dari berbagai universitas di Indonesia, dengan Juara 2 diraih oleh tim dari Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Juara 3 oleh tim dari Universitas Padjadjaran.

Mengangkat tema permasalahan logistik dan supply chain, peserta diminta merancang solusi bagi sebuah bisnis yang mengandalkan pihak ketiga dalam operasional pengirimannya dan mengalami permasalahan serius dalam visibilitas data antar pemangku kepentingan. Tim UGM menjawab tantangan tersebut dengan mengusulkan sebuah sistem terintegrasi antar stakeholder untuk menyelaraskan data secara menyeluruh, mulai dari ketersediaan stok hingga optimasi rute pengiriman.

“Inti dari solusi kami adalah menciptakan dashboard khusus bagi manajer perusahaan agar dapat memantau ketersediaan stok secara real-time, menentukan rute terbaik melalui perhitungan CVRPTW (Capacitated Vehicle Routing Problem with Time Windows), serta memanfaatkan rekomendasi berbasis AI untuk mempercepat proses perhitungan dan routing,” jelas Fatika. Dengan pendekatan ini, permasalahan black box yang selama ini muncul akibat ketergantungan pada pihak ketiga dapat diatasi melalui satu platform terpadu yang dapat diakses oleh seluruh stakeholder terkait.

Perjalanan tim meraih podium juara melewati dua babak utama, yaitu babak preliminary dan babak final. Sepanjang proses pengerjaan, tim menghadapi sejumlah tantangan yang tidak sederhana. “Terdapat banyak constraint dalam case ini, ditambah adanya hidden data yang membuat proses analisis menjadi lebih menantang dari yang kami perkirakan sebelumnya,” ujar Fatika. Kondisi ini menuntut tim untuk berpikir lebih cermat dalam menyusun asumsi dan menjaga konsistensi logika solusi dari awal hingga akhir presentasi. Penilaian dilakukan oleh juri yang merupakan alumni IPB dengan pengalaman langsung di industri logistik dan supply chain.

Dari seluruh proses yang dijalani, tim memetik satu pelajaran utama yang relevan tidak hanya untuk kompetisi, tetapi juga untuk dunia industri secara luas: ketersediaan data adalah fondasi dari setiap solusi yang baik. “Maka dari itu, solusi kami terhadap case ini dibangun dengan mengutamakan data availability sejak awal. Tanpa data yang dapat diakses dan dipercaya oleh semua pihak, optimasi secanggih apa pun tidak akan memberikan dampak nyata,” pungkas Fatika.

Kontributor: Fatika Permata Dewi (Teknik Industri 2024)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses