Prestasi kembali diraih mahasiswa Program Studi Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Naura Nayla Nashifa (TI 23), Muhammad Burhanudin Bachtiar (TI 23), dan Viola Kretapradana (TI 23) berhasil meraih Juara 2 Poster Competition dalam ISLI Camp 2026 yang diselenggarakan di Universitas Brawijaya, Malang.
Dalam kompetisi tersebut, ketiga mahasiswa membawa karya berjudul “Dari Sisa Menjadi Guna: Strategi Valorisasi Limbah Pangan SPPG dalam Mewujudkan Rantai Pasok Perkotaan Berkelanjutan.” Poster tersebut mengangkat persoalan pengelolaan limbah pangan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya limbah yang dihasilkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Berangkat dari potensi peningkatan jumlah limbah pangan seiring dengan pelaksanaan program MBG, tim mengembangkan kajian mengenai alternatif pengolahan limbah yang tidak hanya berorientasi pada pembuangan, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah. Tiga alternatif yang dianalisis meliputi incinerator, pemanfaatan limbah melalui budidaya Black Soldier Fly (BSF) maggot, serta dry feeding sebagai bahan baku pakan ternak.
Ketiga alternatif tersebut dibandingkan berdasarkan sejumlah aspek, antara lain kapasitas pengolahan, dampak lingkungan, keterjangkauan investasi, kelayakan ekonomi, throughput, waktu pengolahan, dan kondisi implementasinya. Berdasarkan hasil analisis pada studi kasus SPPG 01 Umbulharjo, tim merekomendasikan BSF maggot sebagai alternatif yang paling sesuai karena mampu mengolah limbah organik sekaligus menghasilkan produk bernilai guna berupa maggot dan frass yang dapat dimanfaatkan kembali.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan limbah pangan dapat ditempatkan sebagai bagian dari sistem rantai pasok yang lebih sirkular. Limbah yang sebelumnya berakhir di landfill dapat diarahkan menjadi sumber daya baru, sehingga pengelolaannya tidak hanya ditinjau dari sisi lingkungan, tetapi juga mempertimbangkan aspek operasional dan nilai ekonomi.
Selain mengikuti Poster Competition sebagai satu tim, ketiga mahasiswa juga berpartisipasi dalam Case Competition yang menjadi bagian dari rangkaian ISLI Camp 2026. Berbeda dengan Poster Competition, kelompok pada Case Competition dibentuk secara acak dengan menggabungkan peserta dari berbagai universitas ke dalam tim beranggotakan empat orang.
Studi kasus yang diberikan pada Case Competition berkaitan dengan PT Lautan Natural Krimerindo (LNK). Peserta berperan sebagai Supply Chain Network Analytics Team dan diminta merancang strategi untuk meningkatkan efisiensi jaringan distribusi tanpa mengorbankan tingkat pelayanan pelanggan, sekaligus mempersiapkan kapasitas distribusi dalam menghadapi perubahan permintaan mendatang.
Analisis yang dilakukan mencakup pemetaan jaringan distribusi, evaluasi service level, utilisasi kendaraan, biaya distribusi, proyeksi kebutuhan kapasitas, serta penyusunan rekomendasi perbaikan jaringan. Kompetisi juga menekankan kemampuan peserta dalam menghubungkan data, insight, keputusan, dan dampak bisnis sehingga solusi yang diberikan tetap realistis untuk diterapkan oleh perusahaan.
Pada kompetisi tersebut, Muhammad Burhanudin Bachtiar berhasil meraih Juara 1 Case Competition bersama kelompoknya, sementara Viola Kretapradana berhasil meraih Juara 2 Case Competition bersama kelompok yang berbeda.
Capaian dalam ISLI Camp 2026 tersebut menjadi pengalaman bagi ketiga mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan Teknik Industri pada dua bentuk permasalahan yang berbeda. Melalui Poster Competition, Naura Nayla Nashifa, Muhammad Burhanudin Bachtiar, dan Viola Kretapradana mengembangkan gagasan pengelolaan limbah pangan dalam konteks rantai pasok berkelanjutan. Sementara itu, melalui Case Competition, peserta memperoleh pengalaman dalam menganalisis permasalahan jaringan distribusi secara langsung bersama mahasiswa dari berbagai universitas.
Keberhasilan meraih Juara 2 Poster Competition, serta capaian Juara 1 dan Juara 2 Case Competition oleh dua anggota tim, melengkapi partisipasi mahasiswa Teknik Industri UGM dalam rangkaian ISLI Camp 2026.
Kontributor: Tim ISLI
