DTMI UGM dan NTU Singapura Perkuat Kolaborasi Internasional untuk Masa Depan Berkelanjutan

Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM menyelenggarakan ”Sinau Bareng DTMI” seri ke-2 di tahun 2026 dengan tema ”Building Interdisciplinary and Multinational Collaboration Towards a Sustainable Future”. Acara yang diadakan pada Rabu (06/05) di Ruang Sidang A-1 ini mengundang dua pembicara dari Singapura, yaitu Dr. Maliki Osman (Ex-Menteri Negara Senior di Kementerian Pertahanan dan Kementerian Luar Negeri Singapura, Senior Advisor Nanyang Technological University (NTU) President’s Office for ASEAN and Flagship Programmes) dan Prof. Lydia Helena Wong (Director of Global Alliance of Industries at NTU (GAIN)). Menyambut kedua pembicara, Ketua DTMI UGM, Ir. Muslim Mahardika, Ph.D., menyampaikan ucapan selamat datang. “Kami berharap acara kali ini dapat meningkatkan kolaborasi dengan NTU, terutama dengan adanya beasiswa,” tutur Dr. Muslim dalam sambutannya. Dr. Muslim juga berharap bahwa paparan kedua pembicara dapat memperluas wawasan dan menumbuhkan motivasi mahasiswa.

Membuka pemaparan, Dr. Maliki memaparkan bahwa sustainability yang selalu digaungkan oleh berbagai pihak dan negara di seluruh dunia merupakan sebuah tujuan yang harus dicapai dengan tidak hanya memberi perhatian kepada lingkungan, namun juga relasi antar manusia di dalamnya. ”Tetangga yang dekat lebih baik daripada saudara yang jauh, sehingga sangat penting untuk kita dapat memahami satu sama lain sebagai negara-negara yang berada di satu kawasan yang sama,” paparnya. Dengan saling memahami dan mengesampingkan perbedaan-perbedaan yang ada, menurut Dr. Maliki, negara-negara dalam satu kawasan dapat menjalankan kerja sama yang baik untuk menjaga stabilitas di kawasannya, dengan salah satu tujuannya adalah menumbuhkan potensi investasi di dalamnya. Senada dengan itu, Prof. Lydia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam konteks dunia akademik. ”Riset saya bergerak adalah mengenai printable semiconductor, dan apabila kalian cek riset saya, hampir semua adalah penelitian kolaborasi,” paparnya di hadapan mahasiswa Sarjana, Magister, dan Doktor DTMI. Konsep sustainability yang dipaparkan Dr. Maliki dan contoh nyata dalam bidang riset yang ditunjukkan Prof. Lydia merupakan sebuah dorongan kepada mahasiswa agar memperkuat iklim kolaborasi di dunia akademik dan industri.

Untuk mewujudkan komitmen kolaborasi, Prof. Lydia memaparkan beasiswa untuk program magister di NTU bernama ”Indonesia NTU Singapore TalEnt Program (INSTEP)” yang bermitra dengan LPDP. ”Tersedia program Master by Coursework selama satu tahun, dan Master by Research selama dua tahun, dengan mahasiswa lulusan Master by Coursework juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang studi Ph.D.,” paparnya. Dalam paparan tersebut, terdapat juga informasi mengenai pilihan program studi yang dapat diambil, dengan College of Engineering menjadi fokus untuk mahasiswa DTMI. Untuk mendaftar INSTEP, calon mahasiswa dapat mendaftar ke NTU terlebih dahulu untuk memperoleh Letter of Acceptance (LoA) dan kemudian mendaftar LPDP, mendaftar LPDP terlebih dahulu dan kemudian ke NTU setelah memperoleh beasiswa, atau mendaftar NTU dan LPDP secara paralel.

Melalui program-program yang ada, Dr. Maliki berharap kolaborasi generasi muda di masa mendatang akan semakin menjadi nyata. ”Saya harap mahasiswa UGM dapat berkesempatan bekerja ataupun magang di Singapura, begitu juga mahasiswa di Singapura bisa berkesempatan belajar ke Indonesia,” tuturnya. Dr. Akmal Irfan Majid sebagai moderator menyatakan bahwa topik yang dibawakan oleh kedua narasumber sangat bermanfaat bagi mahasiswa. ”Silakan mahasiswa nanti dapat mengakses informasi sebanyak-banyaknya untuk dapat bergabung dengan NTU,” tuturnya.

Info selanjutnya mengenai INSTEP, email ke InstepNTU@ntu.edu.sg

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses