Departemen Teknik Mesin dan Industri UGM Perkuat Internasionalisasi melalui Kolaborasi dengan University of Southampton

Sebagai aksi nyata dalam memperluas jaringan kerja sama internasional, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM mengadakan pertemuan dengan Prof. Stephan Onggo, dosen Business Analytics di Southampton Business School, University of Southampton, Inggris. Pertemuan ini diadakan pada Kamis (12/02), bertempat di Ruang Sidang A1 DTMI. Pertemuan ini dihadiri oleh pengurus DTMI, termasuk juga dengan Kelompok Bidang Keahlian (KBK).

Ketua DTMI, Ir. Muslim Mahardika, Ph.D. menyatakan bahwa potensi kerja sama yang dapat dilaksanakan merupakan hal yang baik bagi DTMI UGM maupun University of Southampton. ”Kerja sama bisa melalui beasiswa LPDP yang meliputi skema 2+2+1 atau 3+1+1 untuk percepatan mahasiswa Sarjana ke jenjang Magister, tinggal menunggu launching,” tuturnya. Dr. Muslim menambahkan bahwa antara UGM dan University of Southampton telah melaksanakan kerja sama dengan skema 1+1 untuk mahasiswa Magister. Turut hadir dalam pertemuan ini, Wakil Dekan Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik UGM, Prof. Sugeng Sapto Surjono menyampaikan bahwa diskusi kerja sama ini merupakan bagian internasionalisasi Program Studi (Prodi) yang turut menjadi perhatian penuh oleh fakultas. ”Kerja sama internasional menjadi capaian bersama baik di level fakultas maupun universitas, oleh karena itu setiap ada kemungkinan kerja sama, harapannya dapat segera direalisasi,” tuturnya. Kaitannya dengan kerja sama antara DTMI dan University of Southampton, Prof. Sugeng mempersilakan departemen dan prodi untuk melaksanakan set up program yang dapat dilaksanakan bersama dan selanjutnya menawarkan program kepada mahasiswa yang tertarik untuk ikut, terutama mahasiswa International Undergraduate Program (IUP).

Secara administrasi, kerja sama antara UGM dan University of Southampton yang dituangkan dalam dokumen Memorandum of Agreement (MoA) dan Memorandum of Understanding (MoU) akan berakhir pada Juni 2026, sehingga selain membicarakan potensi kerja sama baru, pertemuan juga membahas perpanjangan MoA dan MoU tersebut. ”Terima kasih atas sambutannya. Pada intinya, kami dari University of Southampton open untuk kerja sama dan sejak lama kami sudah identify UGM sebagai partner,” tutur Prof. Onggo. Prof. Onggo menambahkan bahwa rekomendasi kesepakatan kerja sama dengan UGM merupakan inisiatif dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), namun pemanfaatan oleh mahasiswa UGM masih harus terus dilakukan peningkatan. Harapannya, pembaharuan dokumen kerja samal, pemberian skema beasiswa (LPDP, beasiswa Garuda), diikuti publikasi yang lebih meluas akan meningkatkan keterlibatan mahasiswa dalam program kerja sama ini.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses