Inovasi Energi Bersih untuk Pusat Data, Tim MichEri DTMI UGM Raih Juara 1 UNLIMITED 2026

Tim MichEri yang beranggotakan Erick Saputra Rawung (Teknik Mesin 2023) dan Michelle Carissa Purnama (IUP Teknik Industri 2024) berhasil meraih juara 1 dan penghargaan ”Best Paper” dalam ajang UNLIMITED 2026 pada Sabtu (26/09). UGM menjadi yang terbaik di antara peserta lain, yaitu Universitas Indonesia (UI) yang meraih juara 2 dan Institut Teknologi Bandung (ITB) di juara 3. Dalam kompetisi yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Elektro (HME) Fakultas Teknik Universitas Diponegoro ini, MichEri menyusun sebuah karya bertajuk ”The F.O.R.C.E. Architecture: Harnessing AI Waste Heat through Rack-Level Absorption Refrigeration for Smart Grid Stability”.

Dalam paper karya mereka, Tim MichEri memaparkan bahwa perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) generatif mendorong pertumbuhan pesat kebutuhan komputasi, sehingga konsumsi listrik pusat data global diproyeksikan naik dari 415 TWh (2024) menjadi 945 TWh (2030), atau lebih dari dua kali lipat dalam enam tahun. Pendinginan mekanis berbasis kompresor uap (vapor compression refrigeration (VCR)) masih menyerap sekitar 40% energi pusat data, sedangkan alternatif seperti pendinginan imersi dan chiller tenaga surya dinilai hanya memindahkan beban lingkungan tanpa menyelesaikannya. ”Melalui paper ini, kami membuat inovasi cooling system dengan menggunakan heat waste,” tutur Michelle. Penelitian ini mengusulkan arsitektur F.O.R.C.E., yaitu pendingin absorpsi tingkat rak berpasangan LiBr-air yang memanfaatkan limbah panas GPU bersuhu 85°C untuk menggantikan pendinginan mekanis. Siklusnya terdiri atas lima tahap: penangkapan panas pada level chip, pelepasan uap air dari larutan LiBr, kondensasi uap, penguapan vakum yang mendinginkan air hingga sekitar 7°C, dan penyerapan kembali uap oleh LiBr. Kelayakannya divalidasi lewat kerangka teoretis, meta-analisis literatur, simulasi analitis berbasis persamaan COP dan PFD, serta mekanisme keandalan berupa katup bypass cerdas dan penyangga PCM. Hasil analisis menunjukkan COP termal 0,738, pengurangan beban pendinginan 95%, dan kebutuhan listrik pendinginan mendekati nol (dibanding 20–30 kW pada VCR), dengan PUE turun hingga sekitar 1,05. Secara ekonomi, sistem ini memiliki periode pengembalian modal 3,85 tahun, ROI 28,25%, IRR 31,40%, dan NPV Rp17,85 miliar. Implementasinya direncanakan tiga tahap selama 24 bulan (prototipe, percontohan, lalu skala hyperscale) dengan melibatkan operator pusat data, perancang server, pemasok material, dan lembaga sertifikasi. Arsitektur ini dinilai layak secara komersial dan ekonomi, serta selaras dengan SDG 7, 9, dan 13.

Paper karya Tim MichEri dinilai oleh dewan juri dari Teknik Elektro Universitas Diponegoro melalui 3 tahap sebelum akhirnya ditetapkan layak sebagai juara 1 dan dianugerahi ”Best Paper”. ”Ada tahap preliminary yang mewajibkan kami untuk submit abstrak, kemudian di babak semifinal kami submit proposal, dan pada tahap final ada presentasi dan poster,” tutur Michelle. Michelle menyatakan bahwa waktu dan kondisi fisik tim menjadi tantangan utama dalam proses pengerjaan karya lomba ini. ”Karena banyak kesibukan lain dan kami juga kemarin sempat sakit,” tuturnya. Meski demikian, segala kerja keras MichEri membuahkan hasil yang memuaskan dan membanggakan. ”Yang penting, kita harus terus kerja keras dan berinovasi,” pungkas Michelle.

Kontributor: Tim MichEri

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses