Azzahra Khairuna Teliti Aktivitas Otot Pemain Gim MOBA, Dorong Kesehatan dan Kesejahteraan dalam Industri Esports

Mahasiswa Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Azzahra Khairuna, melaksanakan Seminar Hasil pada Kamis (12/03), dengan mengangkat penelitian berjudul Analisis Aktivitas Otot pada Pemain Gim MOBA Seluler. Penelitian yang dilakukan Azzahra ini merupakan bagian dari proses penulisan tesis yang dibimbing oleh Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN.Eng., dengan hasil penelitian diuji dalam seminar oleh Dr. Eng. Ir. Titis Wijayanto, S.T., M.Des., IPM., ASEAN Eng., Dr. Ir. Orchida Dianita, S.T., M.BA., M.Sc., IPM., ASEAN Eng., dan Ir. Ardiyanto, S.T., M.Sc., Ph.D., AEP, IPM.

Pesatnya perkembangan industri mobile esports membawa dampak signifikan terhadap pola aktivitas pemain, termasuk meningkatnya risiko gangguan musculoskeletal akibat postur statis dan gerakan repetitif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas otot pada pemain gim Mobile Online Battle Arena (MOBA), khususnya pada otot Upper Trapezius (UT), Abductor Pollicis Brevis (APB), Flexor Digitorum Superficialis (FDS), dan Extensor Carpi Radialis (ECR).

Penelitian dilakukan menggunakan desain eksperimen within-subject dengan melibatkan 12 responden laki-laki berusia 21–24 tahun dengan tingkat kemahiran Mythic. Responden diminta bermain selama 60 menit dalam empat kondisi, yaitu menggunakan smartphone dan tablet, baik dengan maupun tanpa arm support. Data objektif dikumpulkan menggunakan surface Electromyography (sEMG) untuk mengukur penurunan Median Frequency (MF) sebagai indikator kelelahan otot, sementara beban kerja subjektif dinilai menggunakan skala Rating of Perceived Exertion (RPE) setiap 10 menit.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi bermain selama 60 menit secara signifikan meningkatkan kelelahan otot, terutama pada otot UT dan ECR. Penggunaan tablet tanpa dukungan sandaran menghasilkan tingkat kelelahan tertinggi, dengan penurunan MF mencapai 30,15% dan skor RPE maksimum sebesar 16 yang termasuk kategori berat. Sebaliknya, penerapan arm support terbukti efektif dalam menurunkan beban kerja subjektif menjadi kategori ringan serta memperlambat laju kelelahan pada lengan bawah.

Lebih lanjut, penelitian ini merekomendasikan penerapan strategi ergonomi sederhana, seperti penggunaan arm support serta jeda peregangan rutin setiap 35 hingga 50 menit, guna mengurangi risiko cedera jangka panjang pada pemain. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan praktik bermain yang lebih sehat dan berkelanjutan di tengah pertumbuhan industri esports yang semakin pesat.

Melalui penelitian ini, Azzahra Khairuna menunjukkan bahwa pendekatan ilmiah dalam analisis biomekanika dan ergonomi dapat menjadi dasar dalam menciptakan lingkungan bermain yang lebih aman, sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup para pemain gim digital.

Kontributor: Maryanti, A.Md.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses