Muchammad Ismail Kembangkan Model Pembelajaran Augmented Reality untuk Pendidikan Kesehatan Berkualitas

Mahasiswa Program Studi Magister Teknik Industri Universitas Gadjah Mada, Muchammad Ismail, mempresentasikan hasil penelitiannya dalam kegiatan seminar hasil yang diselenggarakan pada Jumat (27/01). Dalam penelitian tersebut, ia mengangkat tesis berjudul “Perancangan Model Pembelajaran Berbasis Augmented Reality untuk Meningkatkan Efektivitas dan Efisiensi Mahasiswa Kedokteran Gigi.”

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembelajaran keterampilan klinis dalam pendidikan kedokteran gigi yang menuntut media pembelajaran mampu merepresentasikan struktur anatomi secara akurat, mendukung latihan prosedural, serta tetap menjamin keamanan mahasiswa selama proses pembelajaran. Untuk menjawab tantangan tersebut, Muchammad Ismail mengembangkan model pembelajaran berbasis teknologi Augmented Reality (AR) yang terintegrasi dengan perangkat dental phantom sebagai media latihan klinis.

Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods yang diawali dengan analisis kebutuhan mahasiswa dalam penggunaan media pembelajaran berbasis AR. Tahap analisis kebutuhan dilakukan menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) dan House of Quality (HoQ) untuk mengidentifikasi karakteristik teknis yang paling dibutuhkan dalam sistem pembelajaran. Hasil analisis menunjukkan bahwa visualisasi anatomi tiga dimensi dengan tingkat fidelity tinggi, fitur interaktif yang responsif, luas tampilan (field of view), serta umpan balik visual dan audio secara real-time merupakan faktor yang paling penting dalam mendukung proses pembelajaran.

Tahap selanjutnya adalah studi eksperimen yang membandingkan tiga metode pembelajaran, yaitu metode konvensional, AR visual, serta AR visual dengan tambahan audio. Efektivitas pembelajaran dievaluasi melalui hasil belajar kognitif dan ujian keterampilan klinis berbasis Objective Structured Clinical Examination (OSCE). Sementara itu, efisiensi pembelajaran dianalisis melalui beberapa indikator, seperti cycle time, tingkat beban kerja menggunakan metode NASA Task Load Index (NASA-TLX), serta tingkat kemudahan penggunaan sistem melalui System Usability Scale (SUS).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AR memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar mahasiswa, terutama dalam aspek keterampilan prosedural dan kesiapan praktik klinis. Metode AR visual terbukti paling efektif dalam pembelajaran anatomi, sedangkan metode AR visual dengan tambahan audio memberikan hasil optimal pada materi yang berkaitan dengan prosedur kebersihan dan anestesi. Meskipun peningkatan nilai kognitif tidak menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan dibandingkan metode konvensional, hasil OSCE menunjukkan peningkatan kemampuan praktik mahasiswa yang lebih baik.

Dari sisi efisiensi, penggunaan AR tidak menyebabkan peningkatan waktu pengerjaan maupun beban kognitif yang signifikan bagi mahasiswa. Selain itu, hasil evaluasi System Usability Scale menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan berada pada kategori marginally acceptable, sehingga dinilai cukup layak digunakan sebagai media pembelajaran pendukung.

Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa model pembelajaran dental phantom berbasis Augmented Reality memiliki potensi besar untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam pendidikan kedokteran gigi. Teknologi ini mampu membantu mahasiswa memahami struktur anatomi secara lebih visual, melatih keterampilan klinis secara lebih aman, serta meningkatkan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi praktik klinis yang sesungguhnya.

Kontributor: Maryanti, A.Md.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses