Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM menerima kunjungan dari Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sumatera (ITERA) pada Kamis (12/02), bertempat di Ruang Sidang A3 DTMI UGM. Kunjungan ke DTMI ini merupakan kunjungan lanjutan setelah jajaran pimpinan ITERA mengunjungi Fakultas Teknik UGM di hari yang sama pada pagi hari. Dalam kunjungan ini, DTMI diwakili oleh beberapa pengurus departemen, yaitu Sekretaris DTMI, Ir. Fitri Trapsilawati, Ph.D.; Sekretaris Program Studi (Sekprodi) Doktor Teknik Mesin, Ir. M. Akhsin Muflikhun, Ph.D.; Sekprodi Magister Teknik Mesin, Ir. Robertus Dhimas Dhewangga Putra, Ph.D.; dan Ketua Prodi (Kaprodi) Sarjana Teknik Mesin, Ir. Indro Pranoto, Ph.D.. Untuk ITERA, perwakilan yang hadir adalah Koordinator Prodi Teknik Mesin, Dr. Rico Aditia Prahmana; dosen Prodi Teknik Mesin, Devia Gahana Cindi Alfian, M.Sc.; dan dosen Prodi Teknik Industri, Intan Mardiono, Ph.D..
Sebagai permulaan penjajakan potensi kerja sama dengan DTMI, Dr. Rico sebagai Kaprodi Teknik Mesin ITERA memberikan presentasi mengenai Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sudah pernah disetujui oleh ITERA dengan perguruan tinggi lain. ”Program yang saat ini telah berjalan meliputi integrasi dari sarjana ke magister dan credit earning untuk mahasiswa,” paparnya. Dr. Rico menjelaskan bahwa program tersebut diujicobakan pada mahasiswa Prodi Sarjana semester 8 yang tidak memiliki beban mata kuliah terlalu banyak dan sudah memulai proses tugas akhir. ”Harapannya mahasiswa bisa langsung mengambil mata kuliah S2 di perguruan tinggi yang dituju dan nanti dapat menyesuaikan topik skripsi dengan perkuliahan S2,” tambah Dr. Rico.
Menanggapi paparan ITERA, Dr. Akhsin memberikan respon positif atas potensi kerja sama yang diajukan. ”Kerja sama antara ITERA dan UGM telah terjalin dan terlaksana, dengan adanya 3 dosen ITERA yang sedang studi S3 di DTMI,” tuturnya. Diskusi dilanjutkan dengan membicarakan kemungkinan mahasiswa ITERA tingkat akhir dapat melaksanakan riset di DTMI sekaligus melanjutkan S2 dengan skema yang telah berjalan di perguruan tinggi lain. ”Untuk MoU atau MoA nanti akan dilaksanakan di tingkat fakultas,”pungkas Dr. Akhsin.
