Arsip:

SDG 9: Industri Inovasi dan Infrastruktur

Susilowati Kembangkan Mathematical Model untuk Optimalkan Penjadwalan Tim Kerja

Dalam Ujian Tesis yang dilaksanakan pada Jumat (08/08) di Ruang Sidang A-3, mahasiswa Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM memaparkan isi tesisnya yang berjudul Pengembangan Model Matematis untuk Training Center Timetabling Problem: Studi Kasus di Balai Diklat Industri Yogyakarta. Penelitian ini menjawab tantangan penjadwalan tim kerja yang selama ini masih dilakukan secara manual menggunakan spreadsheet, sehingga memerlukan waktu sekitar lima hari kerja dan kerap menimbulkan bentrok jadwal serta ketidakseimbangan beban kerja antar personil.

Selama ini, proses penyusunan jadwal tim kerja dilakukan menggunakan spreadsheet konvensional.

Nanda Kembangkan Deteksi Mutu Biji Kopi Hijau Berbasis Convolutional Neural Network

Pada Jumat (01/08), Nanda Aptana Irsyadul Bahy, mahasiswa Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, telah sukses melaksanakan Seminar Proposal tesis yang berjudul Deteksi Kualitas dan Mutu Biji Kopi Hijau Menggunakan Convolutional Neural Network Berdasarkan SNI 01-2907-2008.

Seminar ini menghadirkan para dosen sebagai penguji, yaitu:

  • Ir.

Sinau Bareng DTMI 25: Memahami Generative AI dan Etika Penggunaannya dalam Riset

Perhelatan “Sinau Bareng DTMI” telah mencapai edisi ke-25 pada Jumat (01/08) dengan mengangkat tajuk ”Ethical Use of AI for Research”. Bertempat di Laboratorium Gambar Teknik, pada “Sinau Bareng DTMI” kali ini, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM mengundang Dr. Vishnu Vijay Kumar, Research Staff dari New York University, Abu Dhabi untuk menjadi pembicara pada acara tersebut.

Dr. Muslim Mahardika Dukung Pemanfaatan Sampah Plastik untuk Campuran Aspal

Dosen sekaligus Kaprodi Sarjana Teknik Mesin, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM Dr. Muslim Mahardika mendukung pemanfaatan sampah plastik sebagai bahan campuran aspal untuk pembangunan jalan yang tengah didorong Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Ini bisa menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah plastik, khususnya kantong plastik yang selama ini sulit didaur ulang,” ujar Muslim dalam keterangannya di Yogyakarta, Rabu (16/07).

Ia mengatakan kantong plastik berasal dari minyak bumi, sama halnya dengan aspal yang merupakan residu pengolahan minyak sehingga keduanya dapat dikombinasikan dalam komposisi yang tepat untuk menghasilkan manfaat ganda.

“Campuran dengan persentase sebanyak enam persen plastik ke dalam aspal dinilai efektif, dan dapat mengurangi jumlah sampah plastik secara signifikan,” katanya.

Muslim menyampaikan bahwa sejak 2019, ia bersama tim di UGM telah mengembangkan mesin pencacah plastik yang dirancang sederhana agar bisa digunakan masyarakat umum.