Gilang Teliti Economic Feasibility Pabrik Kelapa Sawit Mini di Desa Bukit Layang

Gilang Febriansyah, mahasiswa Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, memaparkan hasil penelitian dalam Seminar Hasil pada Rabu (27/08). Penelitian bertajuk Analisis Kelayakan Ekonomi Perancangan Pabrik Kelapa Sawit Mini dengan Kapasitas 1000 Ton per Tahun Menggunakan Metode Life Cycle Costing” ini berfokus pada potensi pembangunan pabrik kelapa sawit mini di Desa Bukit Layang.

Desa Bukit Layang memiliki perkebunan sawit milik masyarakat seluas 500–700 hektare dengan produksi tandan buah segar mencapai 2000–3500 ton per tahun. Kondisi tersebut membuka peluang bagi desa untuk memiliki pabrik pengolahan minyak kelapa sawit sendiri, sehingga nilai tambah bisa dinikmati langsung oleh masyarakat.

Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif melalui studi kasus. Hasil analisis menggunakan metode Life Cycle Costing (LCC) menunjukkan total biaya siklus hidup pabrik selama 1 tahun mencapai Rp 1,287 miliar, sementara untuk periode 10 tahun mencapai Rp 5,75 miliar. Komponen biaya meliputi CapEx Rp 711 juta, OpEx Rp 456,5 juta, Replacement Cost Rp 39,5 juta, dan EoL Cost Rp 80 juta.

Dari sisi kelayakan finansial, proyek ini dinyatakan layak dengan nilai Net Present Value (NPV) sebesar Rp 18,47 miliar, Internal Rate of Return (IRR) mencapai 249,9%, Payback Period hanya 0,4 tahun, Benefit-Cost Ratio (BCR) 7,48, serta Profitability Index sebesar 15,3.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi masyarakat maupun pemangku kepentingan untuk mewujudkan pabrik kelapa sawit mini yang mandiri, efisien, dan berkelanjutan.

Kontributor: Maryanti, A.Md.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses