DTMI UGM Terima Kunjungan Studi Banding Fakultas Teknik UAJY Terkait Rencana Pembukaan Program Doktor Teknik Industri

Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI), Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) menerima kunjungan studi banding dari Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) pada Jumat (30/01), bertempat di Ruang Sidang A2 DTMI UGM. Kunjungan ini dilaksanakan dalam rangka studi banding rencana pembukaan Program Studi Doktor Teknik Industri di Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Kegiatan studi banding ini menjadi forum diskusi strategis antara kedua institusi, khususnya dalam membahas tata kelola akademik Program Doktor Teknik Industri, mulai dari proses penerimaan mahasiswa, kurikulum, hingga kebijakan kelulusan dan publikasi ilmiah. Dalam sesi diskusi, pihak DTMI UGM memaparkan bahwa proses pendidikan doktor di UGM telah diatur secara menyeluruh melalui Peraturan Dekan (Perdek) yang mencakup tahapan sejak penerimaan mahasiswa hingga wisuda, serta dapat diakses secara terbuka melalui laman resmi um.ugm.ac.id. UGM juga menegaskan bahwa persyaratan masuk Program Doktor Teknik Industri berada di atas ketentuan minimal yang diatur dalam Peraturan Direktorat dan Peraturan Rektor.

Menanggapi pertanyaan terkait syarat kelulusan berbasis publikasi, DTMI UGM menjelaskan bahwa mahasiswa doktor diwajibkan menjadi penulis pertama dalam publikasi ilmiah sebagai bentuk tanggung jawab akademik dan jaminan kontribusi keilmuan. Publikasi tersebut tidak dapat digantikan dengan syarat lain, karena dinilai sebagai instrumen utama untuk menjamin novelty dan kualitas disertasi.

Dalam aspek latar belakang akademik calon mahasiswa, DTMI UGM menyampaikan bahwa Program Doktor Teknik Industri terbuka bagi lulusan dari rumpun sains dan rekayasa lainnya. Namun demikian, konsep sebidang didefinisikan sebagai pernah menempuh pendidikan S1 atau S2 di bidang Teknik Industri. Bagi calon mahasiswa dengan latar belakang yang tidak sepenuhnya linier, akan diberlakukan penambahan SKS matrikulasi sesuai kebutuhan akademik.

Diskusi juga mencakup mekanisme mata kuliah Kapita Selekta, yang diampu oleh dosen berdasarkan keahlian dan distribusi beban mengajar, dengan isi perkuliahan yang fleksibel menyesuaikan kebutuhan riset mahasiswa. Terkait pemilihan calon promotor, DTMI UGM menjelaskan bahwa mahasiswa dapat melakukan komunikasi awal dengan dosen calon promotor, namun penetapan akhir tetap akan diatur oleh program studi untuk memastikan kesesuaian bidang keilmuan.

Selain itu, DTMI UGM menyampaikan bahwa program doktor tidak menetapkan target jumlah mahasiswa secara kuantitatif sejak awal. Dengan persyaratan akademik yang ketat, keberadaan satu mahasiswa dalam satu mata kuliah tetap dianggap ideal demi menjaga mutu pembelajaran dan pembimbingan. Perbedaan tantangan antara mahasiswa reguler dan program by research juga menjadi perhatian dalam pengelolaan akademik.

Dari sisi pendanaan dan dukungan riset, DTMI UGM menjelaskan berbagai fasilitas yang dapat diakses mahasiswa, antara lain Rekognisi Tugas Akhir (RTA), dukungan proofreading, pendanaan publikasi (publication development dan open access), serta pengadaan perangkat lunak dan peralatan penelitian yang dapat diajukan melalui laboratorium sesuai kebutuhan riset.

Kegiatan studi banding ini diharapkan dapat memberikan gambaran komprehensif bagi Fakultas Teknik UAJY dalam menyiapkan pembukaan Program Studi Doktor Teknik Industri yang berkualitas, sekaligus memperkuat jejaring dan kolaborasi antarperguruan tinggi dalam pengembangan pendidikan tinggi di bidang teknik dan industri.

Kontributor: Sani Wicaksono, S.E., M.M.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses