Arsip:

Berita

CORE Seri 2 Pertemukan Periset Bidang Energi di DTMI

Sebagai wujud nyata dalam meningkatkan kualitas riset, Kelompok Bidang Keahlian (KBK) Energi Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM menyelenggarakan Colloquium Riset Energi (CORE) Seri 2. CORE Seri 2 ini diselenggarakan pada Rabu (19/03), bertempat di Ruang Sidang A-1 DTMI UGM. Pemapar pada CORE kali ini adalah Dr. Ir. Khasani, S.T., M.Eng, IPM., ASEAN Eng. dan Ir. Indro Pranoto, S.T., M.Eng., Ph.D, IPM., ASEAN Eng..

Membawakan materi bertajuk “Harnessing Energy from ‘Unconventional Geothermal System'”, Dr. Khasani memaparkan bahwa meski geothermal atau panas bumi sering dikaitkan dengan bidang keilmuan Teknik Geologi, sebenarnya keilmuan mekanika fluida dari Teknik Mesin juga memiliki kaitan dengan panas bumi, terutama dengan teknik pengambilan dan pemanfaatannya. Dr. Khasani menjelaskan bahwa perbedaan antara sistem panas bumi non-konvensional dengan konvensional adalah bahwa sistem non-konvensional memiliki cakupan yang lebih luas karena dapat ditemukan di manapun di bawah tanah dengan mengikuti thermal gradient. “Dengan cakupan luas dan sistem hot dry rock, sistem panas bumi non-konvensional memiliki 98% potensi panas bumi dunia,” paparnya. Sistem panas bumi non-konvensional ini, menurut Dr. Khasani, masih agak sulit untuk diterapkan di Indonesia karena terbentur dengan kendala penyokong dana investasi dan regulasi perundang-undangan. Selain itu, masih kurangnya pelibatan masyarakat dalam proses pengembangan sistem tersebut juga menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. “Pemerintah perlu untuk menggandeng masyarakat sekitar dalam hal pengembangan pembangkit panas bumi non-konvensional,” tegasnya.

Indro Pranoto, Ph.D. membawakan paparan berjudul “Research Update on Boiling Heat Transfer from Enhanced Structures and Immersion Cooling for Electrical Battery and Data Centre” sebagai sebuah riset yang memperoleh dana hibah dari Ristekdikti dan beberapa sponsor. Berfokus pada penelitian baterai, Dr. Indro memaparkan bahwa panas yang tidak terkendali pada baterai dan pusat penyimpanan data dapat menyebabkan baterai menjadi overheated dan sistem pendingin menggunakan air cooling yang selama ini digunakan sudah tidak memadai. Dengan memanfaatkan gelembung yang dihasilkan oleh proses boiling, maka dapat dihasilkan sistem pendingin yang lebih baik. “Gelembung-gelembung tersebut kita manfaatkan titik-titik temperatur yang rendah untuk nanti digunakan dalam pendingin baterai,” papar Dr. Indro.

CORE Seri 2 dihadiri oleh dosen-dosen anggota KBK Energi, mahasiswa pascasarjana Teknik Mesin UGM, serta praktisi dan peneliti dari luar UGM, salah satunya Prof. Dr. Pranowo, S.T., M.T., dosen Fakultas Teknologi Industri Universitas Atma Jaya Yogyakarta dengan bidang ilmu Komputasi Numerik, Pemodelan & Simulasi, Pengolahan Citra, dan Soft Computing, sekaligus alumni Teknik Mesin UGM angkatan 1996. Dr. Eng. Adhika Widyaparaga, S.T., M. Biomed.E. selaku Sekretaris DTMI menyatakan bahwa CORE dari KBK Energi diprakarsai oleh Prof. Dr.Eng. Deendarlianto, S.T., M.Eng.. “Tujuan dari CORE adalah untuk knowledge sharing dan kerja sama riset. Selain itu, CORE dapat menjadi ajang pertemuan periset yang ada di DTMI,” tutur Dr. Adhika.

Setelah paparan dari Dr. Khasani dan Dr. Indro Pranoto, peserta dipersilakan untuk mengajukan pertanyaan dan masukan oleh moderator CORE, Prof. Dr. Ir. Harwin Saptoadi, M.SE., IPM., ASEAN Eng.. Semoga melalui CORE, para periset DTMI akan semakin tergugah untuk meningkatkan semangat kolaborasi riset dan nantinya dapat menghasilkan inovasi-inovasi yang bermanfaat.

Dharma Wanita DTMI Gelar Bazar Ramadan

Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan, Dharma Wanita Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM menyelenggarakan dua kegiatan sosial bertajuk “Sortir Barang Pantas Pakai” dan “Bazar Ramadan”. Kegiatan ini diadakan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama dan sekaligus memeriahkan bulan penuh berkah.

Sortir Barang Pantas Pakai dilaksanakan pada Jumat (14/03), pukul 10.00 WIB, bertempat di Ruang Sidang A-1 DTMI UGM. Ibu-ibu anggota Dharma Wanita DTMI, yang terdiri dari tenaga kependidikan (Tendik) dan istri dosen, melakukan kegiatan penyortiran barang pantas pakai. Barang-barang yang disortir meliputi baju, tas, dan sepatu yang masih layak digunakan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengumpulkan donasi yang nantinya akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. ”Tepatnya akan disalurkan ke panti asuhan,” tutur Suprihatiningsih, Koordinator Urusan Akademik dan Kemahasiswaan sekaligus anggota Dharma Wanita DTMI.

Selanjutnya, pada Selasa(18/03), pukul 08.00 WIB, Dharma Wanita DTMI menggelar Bazar Ramadhan yang bertempat di Selasar Selatan Gedung Prof. Roosseno Soerjohadikoesoemo – Smart Green Learning Center (SGLC) Fakultas Teknik UGM. Acara ini menjadi ajang bagi ibu-ibu Dharma Wanita untuk menjual berbagai kebutuhan Ramadan, seperti pakaian, makanan, dan perlengkapan ibadah. Selain untuk berbelanja, bazar ini juga menjadi sarana silaturahmi dan berbagi kebahagiaan di bulan suci.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi dan kepedulian sosial semakin tumbuh di lingkungan DTMI. Selain itu, bazar ini juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap keberlangsungan ekonomi masyarakat sekitar. Semoga kegiatan serupa dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.

Kontributor: Suprihatiningsih, S.E.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Bersedekah Di Bulan Berkah bersama KMTM dalam ”Mesin Berbagi”

Bulan suci Ramadan bagi umat Muslim adalah momen yang baik untuk memaksimalkan ibadah, baik itu ibadah puasa maupun bentuk-bentuk ibadah lain. Salah satu bentuk ibadah yang dapat dilaksanakan adalah memberikan sedekah bagi mereka yang membutuhkan, seperti yang dilaksanakan oleh Keluarga Mahasiswa Teknik Mesin (KMTM) UGM dalam sebuah acara bertajuk ”Mesin Berbagi.”

Mesin Berbagi dilaksanakan pada Sabtu (15/03) bertempat di Panti Asuhan Al Idris Nusantara yang berlokasi di Nogotirto, Gamping, Sleman, Yogyakarta. Diikuti oleh mahasiswa anggota KMTM, fokus dari kegiatan Mesin Berbagi ini adalah dalam rangka berbagi rezeki di bulan Ramadan kepada anak-anak yatim piatu yang bernaung di Panti Asuhan Al Idris Nusantara. ”Utamanya kita membagikan sembako dan juga alat-alat tulis untuk anak-anak panti,” tutur Arik Fauzan, Staf Ahli divisi Entrepreneurship KMTM sekaligus penanggungjawab kegiatan Mesin Berbagi.

Kegiatan berlangsung dengan diawali sambutan pembuka dari pengelola panti asuhan, kemudian pelaksanaan buka puasa bersama dengan anak-anak dan pengelola panti asuhan, ibadah salat magrib berjamaah, dan dilanjutkan dengan agenda utama yaitu serah terima sembako yang diwakilkan oleh pengelola panti asuhan dan Ketua KMTM, Ghibran Alfaiqi. ”Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar,” tutur Arik.

Pengelola Panti Asuhan Al Idris Nusantara yang diwakili oleh Ibu Wina memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan Mesin Berbagi ini. ”Pihak panti sangat berterimakasih sudah diadakan acara ini, karena jarang sekali mahasiswa yang datang ke panti dan berkenan mendonasi sembako dan mengadakan buka puasa bersama,” tutur Ibu Wina. Pihak panti juga mengucapkan terima kasih atas bantuan dalam penyediaan sembako dan alat tulis yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak penghuni panti asuhan.

Mesin Berbagi menjadi sebuah ajang yang baik untuk bersedekah kepada mereka yang membutuhkan, terutama oleh pelaksanaannya di bulan suci Ramadan. Semoga Mesin Berbagi menjadi berkah bagi semua orang dan akan menjadi agenda rutin yang dapat terus dijalankan.

Kontributor: KMTM UGM
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Publikasi DTMI: Comparison of “Rose, Aeroleaf, and Tulip” vertical axis wind turbines (VAWTs) and their characteristics for alternative electricity generation in urban and rural areas

Penulis : Ariyana Dwiputra Nugraha (1); RENDIANTO AGINTA (2); Ardi Wiranata, S.T., M. Eng., Ph.D (3) ; ADRIYAN C SITANGGANG (4); Eko Supriyanto (5); Fefria Tanbar (6); Ir. Muhammad Akhsin Muflikhun, S.T., MSME., Ph.D (7)

Results in Engineering (SJR Q1), terbit Maret 2025

DOI : https://doi.org/10.1016/j.rineng.2024.103885

Sebuah penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Results in Engineering mengungkapkan bahwa desain turbin angin vertikal (Vertical Axis Wind Turbine/VAWT) model Rose menunjukkan kinerja paling unggul dibandingkan dengan model Aeroleaf dan Tulip. Studi ini dilakukan oleh tim peneliti dari PLN Research Institute dan Universitas Gadjah Mada yang meneliti efisiensi tiga model turbin untuk aplikasi pembangkitan listrik alternatif di lingkungan perkotaan dan pedesaan.

Penelitian ini didasarkan pada kebutuhan akan energi bersih untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Indonesia memiliki potensi energi angin yang signifikan, mencapai 154,9 GW, yang dapat dimanfaatkan melalui pengembangan turbin angin kecil di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Turbin Rose, yang dirancang dengan bentuk menyerupai kelopak bunga, dibuat menggunakan teknologi manufaktur aditif (additive manufacturing). Model ini kemudian diuji secara numerik dan dibandingkan dengan turbin Aeroleaf, yang sering digunakan dalam konsep

“pohon angin” di Eropa, serta turbin Tulip, yang telah dioptimalkan untuk mengurangi efek turbulensi.

Penelitian ini menggunakan pemodelan Computational Fluid Dynamics (CFD) untuk menganalisis performa turbin pada kecepatan angin 3 m/s, 6 m/s, dan 9 m/s. Hasilnya menunjukkan bahwa Rose memiliki efisiensi daya tertinggi di antara ketiga model. Pada kecepatan angin 9 m/s, Rose mampu menghasilkan daya 2,34 W, lebih tinggi dibandingkan dengan Aeroleaf (2,27 W) dan Tulip (1,76 W).

Selain itu, turbin Rose menunjukkan stabilitas putaran yang lebih baik dengan tip speed ratio (TSR) sebesar 0,79 pada kecepatan 3 m/s. TSR yang stabil ini membantu meningkatkan efisiensi dalam mengubah energi angin menjadi daya listrik.

Pengujian eksperimental juga dilakukan dengan memasang turbin pada generator listrik dan mengamati intensitas cahaya LED yang dihasilkan. Turbin Rose mampu menghasilkan pencahayaan LED yang lebih terang dan stabil dibandingkan dua model lainnya, membuktikan bahwa daya listrik yang dihasilkan lebih besar.

Selain performa teknis, penelitian ini juga menganalisis Energy Payback Period (EPP), yaitu waktu yang dibutuhkan turbin untuk menghasilkan energi setara dengan energi yang digunakan dalam pembuatannya. Turbin Rose memiliki EPP paling rendah, terutama pada kecepatan angin 9 m/s dengan nilai 0,402, yang berarti lebih cepat mencapai titik impas dibandingkan dengan Aeroleaf (0,419) dan Tulip (0,541).

Dengan hasil ini, turbin Rose dinilai sebagai solusi terbaik untuk pembangkitan listrik berbasis energi angin di lingkungan perkotaan dan pedesaan. Efisiensinya yang tinggi pada kecepatan angin rendah hingga menengah membuatnya ideal untuk diaplikasikan di wilayah dengan potensi angin sedang, seperti pesisir dan daerah padat bangunan. Studi ini membuka peluang bagi pengembangan teknologi VAWT yang lebih optimal untuk memenuhi kebutuhan energi terbarukan, baik untuk skala kecil maupun besar. Dengan implementasi yang tepat, turbin Rose dapat menjadi langkah maju dalam transisi energi bersih di Indonesia dan dunia.

Kontributor: Rita Yulianti, S.IP.

UGM Gelar Klinik Publikasi: Pendampingan Penulisan Artikel Ilmiah 2025

Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali mengadakan Klinik Publikasi: Pendampingan Penulisan Artikel Ilmiah Tahun Anggaran 2025, sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah sivitas akademika UGM di jurnal internasional bereputasi. Program ini diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian UGM dan didukung oleh para akademisi berpengalaman sebagai pendamping (coach) dalam proses penulisan artikel ilmiah.

Program ini resmi dibuka berdasarkan Surat Tugas Nomor 1182/UN1.P1/DitLit/PT.01.03/2025 yang ditandatangani oleh Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran, Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA. Surat tugas tersebut menetapkan berbagai pendamping dari berbagai fakultas untuk membantu peserta dalam menyusun, memperbaiki, dan menyempurnakan artikel ilmiah mereka hingga
siap dipublikasikan di jurnal bereputasi.

Fokus Pendampingan yang diberikan dalam program Klinik Publikasi ini meliputi beberapa aspek penting dalam penulisan artikel ilmiah, di antaranya:

  1. Struktur Penulisan Artikel – Peserta akan diberikan bimbingan mengenai
    sistematika penulisan artikel ilmiah yang mencakup judul, abstrak, kata kunci,
    pendahuluan, kajian pustaka, metode, hasil dan pembahasan, simpulan dan
    saran, serta referensi.
  2. Etika Penelitian dan Publikasi – Pelatihan mengenai etika penelitian dan
    publikasi, termasuk cara pengutipan yang benar serta strategi untuk menghindari
    plagiarisme dalam penulisan akademik.
  3. Proses Revisi dan Publikasi – Pendamping akan membantu peserta dalam
    memeriksa dan memberikan masukan terhadap artikel mereka hingga siap
    diajukan ke jurnal internasional bereputasi.

Program ini melibatkan sejumlah akademisi dengan rekam jejak publikasi yang kuat sebagai pendamping. Pendamping berasal dari berbagai fakultas, termasuk dosen Departemen Teknik Mesin dan Industri Fakultas Teknik yaitu Prof. Dr. Eng. Ir. Deendarlianto, S.T., M.Eng., Prof. Dr. Ir. Kusmono, S.T., M.T., IPM., ASEAN Eng., Ir. Muhammad Akhsin Muflikhun, S.T., MSME., Ph.D., Prof. Ir. Bertha Maya Shopa, ST., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dan Ir. Muslim Mahardika, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng. Mereka memiliki keahlian di bidang ilmunya dan memiliki H-index yang tinggi, yang mencerminkan kontribusi akademik mereka dalam dunia penelitian.

Dengan adanya Klinik Publikasi ini, diharapkan jumlah publikasi ilmiah sivitas akademika UGM di jurnal internasional bereputasi dapat meningkat secara signifikan. Selain itu, program ini juga bertujuan untuk menanamkan budaya akademik yang kuat dalam hal penulisan ilmiah yang berkualitas dan beretika.

Program ini akan berlangsung hingga 31 Desember 2025 dan terbuka bagi dosen serta peneliti UGM yang ingin meningkatkan kualitas publikasi ilmiahnya. Dengan pendampingan yang sistematis dan komprehensif, diharapkan peserta dapat lebih percaya diri dalam menulis dan menerbitkan artikel mereka di tingkat internasional.

Kontributor: Rita Yulianti, S.IP.
Sumber foto: Laman web UGM

Penelitian Biomassa Ampas Tebu Eblin: Potensi Sumber Energi Terbarukan

Eblin Alle Azarya, mahasiswa Program Magister Teknik Mesin Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, mempresentasikan hasil penelitian tesisnya yang berjudul “Studi Pengaruh Konverter Katalitik, Excess Air, dan Metode Air Staging Terhadap Emisi Partikulat Pembakaran Ampas Tebu dalam Fixed Grate Furnace.” Seminar tesis ini dilaksanakan pada Rabu (12/03) bertempat di ruang Kelas M-10 DTMI UGM, dimulai pada pukul 10.00 WIB.

Eblin yang dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Harwin Saptoadi, M.SE., IPM dan Maulana Gilar Nugraha, S.T., M.Eng., Ph.D., memaparkan penelitian yang bertujuan untuk mengurangi emisi partikulat dari pembakaran biomassa ampas tebu. Dalam penelitiannya, ia menguji pengaruh kombinasi konverter katalitik, pengaturan excess air, dan metode air staging pada karakteristik emisi partikulat.

Penguji yang hadir pada seminar ini adalah Ir. Fauzun, S.T., M.T., Ph.D., IPM, ASEAN Eng., dan Robertus Dhimas Dhewangga Putra, S.T., M.Eng., Ph.D.

Biomassa seperti ampas tebu dikenal memiliki potensi sebagai sumber energi terbarukan. Namun, pembakaran biomassa ini seringkali menghasilkan emisi partikulat yang berbahaya bagi kualitas udara dan kesehatan manusia. Untuk itu, Eblin melakukan penelitian eksperimental menggunakan tungku biomassa fixed grate furnace yang terdapat di Laboratorium Konversi Energi, Universitas Gadjah Mada. Dalam eksperimennya, ia menguji beberapa variabel bebas, seperti konfigurasi konverter katalitik, persentase excess air (50%, 75%, dan 100%), serta distribusi primary dan secondary air (30-70%, 40-60%, 50-50%, 60-40%, 70-30%).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konverter katalitik secara signifikan menurunkan emisi partikulat. Metode air staging juga terbukti meningkatkan efisiensi pembakaran dan menekan kadar partikulat (PM). Kombinasi terbaik untuk mengurangi emisi ditemukan pada penerapan konverter katalitik bersama metode air staging dengan distribusi primary-secondary air sebesar 40-60% pada excess air 100%. ”Temuan ini memberikan wawasan penting dalam upaya pengembangan teknologi pembakaran biomassa yang lebih ramah lingkungan,” papar Eblin.

Penelitian ini memiliki dampak langsung terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) dan SDG 13 (Penanggulangan Perubahan Iklim). Dengan pengurangan emisi partikulat, penelitian ini berkontribusi pada upaya mengurangi polusi udara dan meningkatkan kualitas udara. ”Penggunaan biomassa sebagai sumber energi terbarukan berpotensi mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” pungkas Eblin. Seminar ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Gadjah Mada dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkelanjutan untuk masa depan yang lebih hijau dan sehat.

Kontributor: Andhes Puspitalina, S.Hut.
Editor: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Arief Presentasikan Hasil Penelitian Efektivitas Absorber pada Pirolisis Serbuk Gergaji Kayu Jati

Muhammad Arief Saputro, mahasiswa Program Magister Teknik Mesin Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, telah mempresentasikan hasil penelitian tesisnya yang berjudul Variasi Temperatur Pirolisis dan Jenis Absorber pada Pirolisis Serbuk Gergaji Kayu Jati Menggunakan Oven Microwave. Seminar tesis ini diselenggarakan pada Kamis (13/03) bertempat di Ruang Sidang C-1 pada pukul 10.00 WIB dengan dihadiri oleh pembimbing, penguji, dan para peserta yang tertarik dengan perkembangan teknologi ramah lingkungan berbasis biomassa.

Penelitian yang dilakukan oleh Arief Saputro bertujuan untuk meningkatkan efisiensi proses pirolisis biomassa, khususnya serbuk gergaji kayu jati, dengan menggunakan oven microwave. Pirolisis adalah proses pemanasan biomassa tanpa kehadiran oksigen yang menghasilkan gas, minyak, dan biochar. Salah satu tantangan dalam pemanfaatan biomassa adalah efisiensi dalam proses pemanasan, yang selama ini terbatas pada metode konvensional.

Dalam tesisnya, Arief mengkaji pengaruh variasi temperatur pirolisis (350°C, 400°C, 450°C, dan 500°C) serta penggunaan dua jenis absorber, yaitu KOH dan SiC, terhadap hasil pirolisis serbuk gergaji. KOH dipilih karena sifat basanya yang dapat bereaksi dengan senyawa dalam biomassa, sedangkan SiC dipilih karena memiliki konduktivitas termal yang tinggi dan sifatnya yang lebih inert.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pirolisis tanpa absorber tidak dapat menyerap gelombang mikro secara efektif, yang menyebabkan suhu yang dicapai hanya sekitar 200°C, tidak cukup untuk proses pirolisis. ”Efisiensi proses pirolisis, berdasarkan nilai kalor dan jumlah produk yang dihasilkan, berkisar antara 0,10 hingga 0,17. Sebaliknya, penggunaan absorber SiC pada temperatur 450°C menunjukkan hasil yang lebih optimal dengan efisiensi tertinggi dalam konversi biomassa menjadi produk energi bernilai tinggi,” papar Arief.

Tesis ini dibimbing oleh Prof. Dr. Ir. Harwin Saptoadi, M.SE., IPM. dan Robertus Dhimas Dhewangga Putra, S.T., M.Eng., Ph.D. sebagai pembimbing, serta diuji oleh Dr.Eng. Ir. Jayan Sentanuhady, S.T., M.Eng. dan Dr. Ir. Khasani, S.T., M.Eng., IPM. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemanfaatan gelombang mikro dengan bantuan absorber memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan konversi biomassa menjadi produk energi yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Arief berharap hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap pengembangan teknologi energi terbarukan dan berkelanjutan, sesuai dengan prinsip-prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam hal energi bersih dan terjangkau (Goal 7), serta konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab (Goal 12). ”Dengan kemajuan ini, diharapkan dapat tercipta solusi yang lebih efisien untuk pemanfaatan biomassa sebagai sumber energi terbarukan di masa depan,” pungkas Arief.

Kontributor: Andhes Puspitalina, S.Hut.
Editor: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Seminarkan Hasil Penelitian, Risky Paparkan Efektivitas Metode Body Cooling untuk Pekerja Outdoor

Risky Haryanto, mahasiswa Program Magister Teknik Industri Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, telah mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul Pengaruh Body Cooling Strategy Terhadap Tingkat Heat Strain Ketika Melakukan Aktivitas di Lingkungan Pekerjaan Outdoor. Seminar yang berlangsung di Ruang M-11, DTMI UGM pada Jumat (14/03) ini dihadiri oleh sejumlah akademisi dan praktisi yang tertarik pada topik keselamatan kerja, khususnya terkait dengan pencegahan heat-related illness di lingkungan kerja outdoor.

Penelitian yang dibimbing oleh Dr. Eng. Ir. Titis Wijayanto, S.T., M.Des., IPM., ASEAN Eng., ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi body cooling yang optimal untuk pekerja yang beraktivitas di luar ruangan dan berisiko tinggi mengalami heat strain akibat paparan panas ekstrem dari sinar matahari. Penelitian ini menjadi sangat penting mengingat masih terbatasnya studi yang mengkaji metode pendinginan yang efektif di tengah aktivitas kerja.

Dalam presentasinya, Risky menjelaskan bahwa penelitian ini melibatkan 12 subjek laki-laki dengan usia rata-rata 24,17 tahun yang melakukan aktivitas fisik di atas treadmill dengan intensitas 70% HRmax selama 90 menit menggunakan coverall. ”Kondisi lingkungan eksperimen disimulasikan menyerupai lingkungan kerja outdoor dengan suhu udara 33,4°C, kelembapan 70,4%, dan solar irradiation 635,08 W/m2,” papar Risky. Protokol eksperimen terdiri dari lima fase: baseline, activity 1, interactivity cooling, activity 2, dan post cooling, dengan berbagai metode body cooling yang diuji, yaitu cold water ingestion (CWI), forearm immersion (FI), dan wet towel (WT) yang dikombinasikan dengan kipas angin.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga metode body cooling tersebut efektif dalam menurunkan heat strain, namun forearm immersion (FI) menunjukkan hasil yang lebih konsisten dan memberikan efek yang lebih tahan lama, terutama dalam menjaga stabilitas tubuh selama fase aktivitas kerja. “Forearm immersion tidak hanya efektif dalam menurunkan heat strain pada fase interactivity cooling dan post cooling, tetapi juga mampu mempertahankan kondisi fisiologis tubuh selama aktivitas fisik di fase activity 2,” papar Risky.

Sementara itu, cold water ingestion (CWI) dan wet towel (WT) terbukti efektif dalam menurunkan heat strain hanya pada fase interactivity cooling dan post cooling. Hasil ini menunjukkan bahwa forearm immersion dapat menjadi alternatif terbaik untuk menurunkan heat strain selama masa istirahat dan pemulihan, serta membantu mempertahankan kondisi fisiologis tubuh saat pekerja melanjutkan aktivitas di lingkungan kerja outdoor.

Seminar ini juga dihadiri oleh tiga penguji, yakni Ir. Fitri Trapsilawati, S.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Ir. Rini Dharmastiti, M.Sc., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., dan Ir. Ardiyanto, S.T., M.Sc., Ph.D., AEP., IPM. Mereka memberikan masukan yang konstruktif, serta mengapresiasi upaya Risky Haryanto dalam mengembangkan penelitian yang dapat berkontribusi besar pada peningkatan keselamatan dan kesehatan kerja di sektor pekerjaan luar ruangan. Seminar ini tidak hanya memberikan wawasan baru dalam penerapan strategi cooling di lingkungan kerja, tetapi juga selaras dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek kerja yang layak dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan. Penelitian ini dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan sehat bagi pekerja outdoor, serta menjadi referensi bagi kebijakan terkait perlindungan pekerja di lapangan.

Kontributor: Maryanti, A.Md.
Editor: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Perancangan Jaringan Rantai Pasok Berkelanjutan dengan Pendekatan Multi-Objektif

Pada hari Kamis, 13 Maret 2025, Violita Anggraini, mahasiswa Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM melakukan ujian tesis dengan judul Perancangan Jaringan Rantai Pasok Multi-Periode Berkelanjutan: Pendekatan Multi-Objektif. Ujian tersebut berlangsung pada Kamis (13/03), bertempat di Ruang Sidang A-4 DTMI UGM, dan dipimpin oleh dosen pembimbing Ir. Budhi Sholeh Wibowo, S.T., M.T., PDEng., IPM., ASEAN Eng.

Tesis yang diajukan oleh Violita Anggraini mengangkat permasalahan penting dalam rantai pasok, khususnya terkait penanganan produk perishable yang membutuhkan ketelitian tinggi untuk menjaga kualitas, meminimalkan kerusakan, serta mengatasi tantangan ekonomi, sosial, dan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan pendekatan yang dapat menyeimbangkan tiga aspek keberlanjutan, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan, dalam perencanaan rantai pasok multi-periode yang mempertimbangkan sensitivitas umur simpan produk perishable.

Penelitian ini mengusulkan model pemrograman linier campuran multi-objektif untuk mengoptimalkan triple bottom line keberlanjutan dalam jaringan rantai pasok dengan empat tingkatan echelons. “Salah satu inovasi penting dalam penelitian ini adalah penggunaan teknik K-means clustering untuk mengelompokkan pemasok dan pengecer guna menentukan lokasi optimal untuk pabrik dan pusat distribusi, yang diharapkan dapat meningkatkan efisiensi jaringan rantai pasok,” papar Violita. Selain itu, metode TOPSIS digunakan untuk menilai dan me-ranking pemasok sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya, guna memastikan pemilihan pemasok yang paling sesuai.

Dalam eksperimennya, Violita menggunakan solver CPLEX untuk mengevaluasi kinerja model yang diusulkan. Model ini diterapkan dengan pendekatan weighted goal programming, yang memungkinkan pemertimbangan dan pemrioritaskan berbagai tujuan yang saling berkonflik. “Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model ini dapat menghasilkan pengurangan dampak lingkungan dan sosial yang signifikan, sambil tetap menjaga kelangsungan ekonomi,” tuturnya.

Dosen penguji dalam ujian tesis ini terdiri dari Ir. I Gusti Bagus Budi Dharma, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Ir. Dawi Karomati Baroroh, S.T., M.Sc., Ph.D., IPM., dan Ir. Yun Prihantina Mulyani, S.T., M.Sc., Ph.D, IPM., ASEAN Eng. Mereka memberikan berbagai masukan konstruktif untuk pengembangan lebih lanjut dalam penelitian ini.

Melalui penelitian ini, Violita Anggraini berhasil mengembangkan solusi yang dapat mendukung keberlanjutan dalam pengelolaan rantai pasok, khususnya dalam konteks produk perishable. Temuan dari tesis ini memberikan kontribusi penting dalam upaya mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya dalam aspek keberlanjutan produksi dan konsumsi yang bertanggung jawab serta mitigasi perubahan iklim.

Kontributor: Maryanti, A.Md.
Editor: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Atik Presentasikan Inovasi Bisnis UMKM dalam Seminar Hasil

Atik Febriani, mahasiswa Program Doktor Teknik Industri UGM sekaligus dosen Program Studi Teknik Industri Telkom University Purwokerto, telah melaksanakan Seminar Hasil 1 untuk penelitian disertasinya yang berjudul “Adopsi Omnichannel pada UMKM: Perspektif Ganda terhadap Inovasi Proses Bisnis dan Strategi Berbasis Pelanggan”. Seminar Hasil 1 tersebut dilaksanakan pada Jumat (14/03), bertempat di Ruang Sidang A-2 Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM. Seminar Hasil 1 ini merupakan salah satu tahap yang harus dilalui oleh seorang mahasiswa program doktor dalam menyelesaikan penelitian untuk tugas akhirnya.

Dalam Seminar Hasil 1 kali ini, turut hadir tim promotor dan kopromotor dari Atik yang beranggotakan Prof. Ir. Bertha Maya Shopa, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng. dan Dr.Eng. Ir. Muh Arif Wibisono, S.T., M.T., IPM, ASEAN Eng., serta Ketua Program Studi (Kaprodi) Doktor Teknik Industri Prof. Ir. Nur Aini Masruroh, ST., M.Sc., Ph.D., IPU, ASEAN Eng..

Dalam penelitiannya, Atik menyatakan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta meningkatnya penetrasi internet di Indonesia (79,50% populasi pada 2024) telah mengubah cara bisnis beroperasi dan berinteraksi dengan konsumen. “Konsumen kini lebih aktif mencari informasi produk dan memanfaatkan berbagai platform digital dalam proses pembelian, menciptakan pengalaman belanja yang lebih fleksibel dan terkoneksi,” papar Atik.

Perusahaan merespons perubahan ini dengan mengadopsi strategi pemasaran multichannel dan omnichannel. Model multichannel memungkinkan konsumen berbelanja melalui berbagai saluran tanpa integrasi penuh, sementara omnichannel menawarkan pengalaman yang lebih seamless dengan integrasi antara platform digital dan fisik, seperti buy-online-pick-in-store (BOPIS). Meski banyak penelitian telah membahas penerapan omnichannel pada perusahaan besar, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman penerapannya pada UMKM.

UMKM memainkan peran penting dalam perekonomian global, menyumbang 90% bisnis dan lebih dari 50% lapangan kerja di dunia. Namun, mereka menghadapi berbagai tantangan, termasuk pemasaran dan keterbatasan infrastruktur digital. Digitalisasi bisnis melalui marketplace, media sosial, dan aplikasi pesan instan menjadi solusi bagi UMKM untuk meningkatkan daya saing dan menjangkau pasar yang lebih luas. Berdasarkan survei BPS 2022, 33,43% UMKM mengalami peningkatan pendapatan melalui penjualan online.

Meskipun banyak UMKM telah menggunakan berbagai saluran digital, pemahaman mereka tentang strategi omnichannel masih terbatas. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai kesiapan UMKM dalam transformasi digital dan bagaimana perilaku konsumen memengaruhi efektivitas strategi omnichannel. Studi ini bertujuan mengisi kesenjangan tersebut dengan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan UMKM serta memberikan wawasan empiris bagi percepatan digitalisasi bisnis mereka.

Kontributor: Sani Wicaksono, S.E., M.M.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.