Inovasi Biofuel Sirkular Antar Mahasiswa DTMI UGM Raih Juara 1 Nasional Lewat Teknologi Nyamplung Ramah Lingkungan

Kembali meraih prestasi gemilang, 3 orang mahasiswa Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM memperoleh juara 1 pada 2nd Sustainable National Essay Competition yang diadakan secara daring pada 16-17 Mei 2026. Kelompok yang terdiri dari Michelle Carissa Purnama (IUP Teknik Industri 2024), Erick Saputra Rawung (Teknik Mesin 2023), dan Samuel Lie (Teknik Mesin 2023) juga memperoleh penghargaan “Best Presentation” yang diraih oleh Erick Saputra Rawung. Dalam kompetisi hasil kolaborasi Cakap Riset dan Universitas PGRI Yogyakarta ini, diambil juga Institut Teknologi PLN sebagai juara 2 dan Politeknik Negeri Jember sebagai juara 3 dan Best Essay.

Dalam esai yang mengangkat tema sustainability ini, Michelle dan tim menyusun tulisan dari latar belakang ambisi penerapan biodiesel B50 pada tahun 2025 yang berisiko mengancam ketahanan pangan nasional akibat tingginya ketergantungan pada kelapa sawit (CPO) di tengah produksi yang stagnan. “Sebagai solusi strategis, minyak tanaman nyamplung (Calophyllum inophyllum) hadir sebagai bahan baku alternatif yang ideal karena memiliki rendemen tinggi, bersifat non-pangan, dan mampu tumbuh di lahan marjinal pesisir tanpa memicu deforestasi,” paparnya. Dalam tulisan mereka, dijelaskan juga bahwa meski sangat potensial, pemanfaatan minyak nyamplung masih terhambat oleh tingginya kandungan asam lemak bebas (FFA) yang rentan memicu reaksi penyabunan (saponifikasi) dan inefisiensi waktu apabila diproses menggunakan metode konvensional. Berangkat dari kendala tersebut, tim UGM mengusulkan inovasi teknologi bernama CAKRA-N (Cavitation & Acoustic Reaction for Nyamplung) untuk mengatasi potensi krisis pangan akibat tingginya ketergantungan target mandatori biodiesel B50 pada kelapa sawit. “Solusi ini mengolah minyak biji nyamplung komoditas non-pangan melimpah di lahan pesisir menggunakan kombinasi teknologi kavitasi ultrasonik dan katalis kalsium oksida (CaO) ramah lingkungan yang diekstraksi dari limbah cangkang laut,” tutur Michelle. Pendekatan ekonomi sirkular bebas sampah (zero waste) dari solusi tersebut tidak hanya mampu memangkas waktu produksi secara drastis, tetapi juga menghasilkan bio-booster berkualitas superior dengan angka setana di atas 60 yang secara tekno-ekonomi sangat layak diimplementasikan melalui pemberdayaan desa (BUMDes).

Dalam 3 tahap yang harus dilalui, yaitu Preliminary Stage, Final Stage dan Presentation, tim UGM sedikit menemui tantangan karena babak final merupakan presentasi daring. “Kami sedikit kendala untuk dalam skema presentasi karena menggunakan 1 device untuk bersama,” tutur Michelle. Meski menghadapi kendala demikian, terbukti bahwa cemerlangnya inovasi tim UGM tidak dapat dihalangi oleh tantangan apapun. “Carilah masalah yang ada dan cari ide inovasi dari solusi itu hingga kritis,” sebuah prinsip yang disampaikan Michelle dan menjadi pegangan tim UGM dalam menghadapi lomba ini hinga berjaya menjadi juara.

Kontributor: Michelle Carissa Purnama (IUP Teknik Industri 2024)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses