Mahasiswa Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Sarah Saravina Salman, melaksanakan Seminar Proposal tesis berjudul “Evaluasi Penerimaan Collaborative Robot (COBOT) pada Calon Operator Manufaktur Di Indonesia.” Penelitian ini mengangkat isu strategis terkait penerapan collaborative robot (cobot) dalam konteks Revolusi Industri 4.0 dan kesiapan sumber daya manusia Indonesia dalam beradaptasi dengan teknologi kolaborasi manusia-robot.
Pada seminar proposal yang dilaksanakan pada Selasa (10/01), Sarah memaparkan bahwa perkembangan Revolusi Industri 4.0 telah mendorong peningkatan penggunaan cobot di sektor manufaktur global. Teknologi ini dirancang untuk bekerja berdampingan secara aman dan fleksibel dengan manusia, sehingga berpotensi meningkatkan produktivitas, kualitas kerja, serta mengurangi beban fisik operator. Di Indonesia, adopsi cobot dipandang sebagai langkah strategis dalam memperkuat daya saing industri nasional. Namun demikian, implementasinya tidak hanya bergantung pada kesiapan teknologi, tetapi juga pada penerimaan calon operator sebagai pengguna utama.
Meskipun berbagai studi telah membuktikan manfaat teknis cobot, penerimaan teknologi ini masih menghadapi tantangan. Beberapa hambatan yang kerap muncul antara lain resistensi pengguna, keterbatasan keterampilan teknis, serta persepsi negatif terhadap potensi penggantian tenaga kerja manusia. Hingga saat ini, kajian empiris mengenai tingkat penerimaan cobot di Indonesia, khususnya berbasis pengalaman langsung pengguna, masih relatif terbatas.
Melalui pendekatan mixed-method dengan desain eksperimental pre-post, penelitian ini melibatkan 20 calon operator industri dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bidang manufaktur. Para peserta diminta untuk mensimulasikan tugas perakitan menggunakan cobot. Pengukuran penerimaan teknologi dilakukan sebelum dan sesudah sesi praktik menggunakan kuesioner berbasis Technology Acceptance Model (TAM). Selain itu, pendekatan kualitatif melalui open-ended questions dan wawancara digunakan untuk menggali pengalaman serta persepsi responden secara lebih mendalam.
Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan inferensial, sementara data kualitatif dianalisis melalui thematic analysis. Penelitian ini secara khusus mengevaluasi perubahan tingkat penerimaan setelah interaksi langsung dengan cobot, sekaligus mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan tersebut dalam kerangka teori penerimaan teknologi.
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi perusahaan manufaktur dalam merencanakan implementasi cobot, terutama dalam aspek kesiapan dan penerimaan calon operator. Dengan memahami faktor psikologis, persepsi, dan pengalaman pengguna, perusahaan dapat merancang strategi pelatihan dan sosialisasi yang lebih efektif guna mendukung transformasi digital industri.
Kontributor: Maryanti, A.Md.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.
