Sebagai salah satu tahap dalam penyelesaian tesis, Resky Gerhana Hidayatullah, mahasiswa Program Magister Teknik Mesin, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM melaksananakan Seminar Hasil pada Senin (14/07), bertempat di Ruang Kelas M9. Hasil penelitian untuk tesisnya yang berjudul ”Investigasi Sub Rezim Aliran Slug (Udara -Air) Low bubbles dan High Bubbles Pada Pipa Horizontal” dipaparkan di hadapan tim penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Ir.Deendarlianto, S.T., M.Eng. sebagai Dosen Pembimbing Tesis (DPT), Ir.Fauzun, S.T., M.T., Ph.D., IPM, ASEAN Eng. sebagai Penguji 1, Ir. M. Agung Bramantya, S.T., M.T., M.Eng, Ph.D., IPM., ASEAN. Eng. Penguji 2, dan Dr. Ir. Khasani, S.T., M.Eng., IPM. Sebagai Penguji 3.
Tesis Resky membahas mengenai aliran dua fase gas-cair dalam sistem perpipaan industri yang sering menimbulkan tantangan serius akibat fluktuasi tekanan dan beban mekanis berulang. Salah satu pola aliran yang paling kritis adalah slug flow, yang dapat memicu kelelahan material dan kerusakan struktural. Menjawab tantangan tersebut, Resky menyelidiki lebih dalam karakteristik sub-rezim slug flow udara-air, khususnya pada kondisi Low Aerated Bubbles dan High Aerated Bubbles dalam pipa horizontal.
Penelitian ini berfokus pada pengaruh kecepatan superfisial gas dan cairan terhadap parameter utama slug, yaitu panjang, frekuensi, dan kecepatannya. Meski berbagai studi sebelumnya telah membahas klasifikasi slug flow, kajian komprehensif yang secara simultan mengevaluasi dampak kecepatan superfisial terhadap dinamika slug masih terbatas.
Eksperimen dilakukan menggunakan pipa horizontal transparan berdiameter 26 mm dan panjang 10 meter, serta visualisasi menggunakan kamera berkecepatan tinggi. Kecepatan superfisial gas (JG) divariasikan dari 0,66 hingga 9,24 m/s, dan cairan (JL) dari 0,2 hingga 0,77 m/s, menghasilkan total 32 kombinasi pengujian. Hasil visualisasi dianalisis untuk mengidentifikasi struktur slug serta menghitung parameter utama, yang kemudian dievaluasi secara statistik menggunakan probability density function (PDF).
Hasil studi menunjukkan bahwa peningkatan JG secara signifikan mempengaruhi karakteristik slug, terutama pada sub-rezim High Aerated Bubbles yang menunjukkan peningkatan aerasi secara mencolok. Sementara itu, pada Low Aerated Bubbles, struktur slug relatif lebih stabil, dengan sedikit gelembung udara dalam cairan. ”Hubungan antara frekuensi, panjang, dan kecepatan slug terhadap variasi JG dan JL memberikan kontribusi penting terhadap pengembangan model prediktif yang lebih akurat untuk sistem aliran dua fase,” tutur Resky.
Penelitian ini tidak hanya memperdalam pemahaman ilmiah terhadap fenomena aliran slug dua fase, namun juga memiliki implikasi praktis yang luas, terutama dalam desain dan pengelolaan sistem perpipaan di industri energi, proses kimia, dan pengangkutan fluida kompleks lainnya.
Kontributor: Andhes Puspitalina, S.Hut.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.
Dalam paparannya, Frieda menjelaskan bahwa baterai bekas kendaraan listrik mengandung material bernilai tinggi namun juga berpotensi menimbulkan dampak lingkungan jika tidak dikelola secara tepat.
