Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan Indonesia yang memiliki nilai strategis, baik dari sisi ekonomi maupun sosial budaya. Dengan meningkatnya konsumsi kopi dan beragamnya preferensi konsumen, pelaku industri kopi dihadapkan pada tantangan untuk memahami perilaku konsumen secara lebih akurat. Menjawab tantangan tersebut, FX. Pradana Nanda Utama, mahasiswa Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) Universitas Gadjah Mada, mengusulkan penelitian yang memanfaatkan pendekatan consumer neuroscience untuk menganalisis preferensi konsumen dan willingness to pay (WTP) terhadap minuman kopi, khususnya kopi Robusta. Usulan penelitian tersebut ia paparkan dalam seminar proposal untuk tesisnya yang berjudul “Analisis Preferensi Konsumen dan Willingness to Pay terhadap Minuman Kopi Menggunakan Pendekatan Consumer Neuroscience” pada Senin (11/08), dihadiri dosen pembimbing tesis, Dr. Eng. Ir. Titis Wijayanto, S.T., M.Des., IPM., ASEAN Eng., dan tim penguji beranggotakan Prof. Ir. Nur Aini Masruroh, ST., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Ir. Fitri Trapsilawati, S.T., Ph.D., IPM., ASEAN Eng., Dr. Ir. Orchida Dianita, S.T, M.BA, M.Sc, IPM., ASEAN Eng..
Dalam penelitian ini, pengukuran dilakukan menggunakan teknologi Electroencephalography (EEG) untuk menangkap sinyal otak, serta Galvanic Skin Response (GSR) untuk merekam respons fisiologis peserta. Tiga variabel independen menjadi fokus penelitian, yaitu asal biji kopi Robusta (Lampung dan Temanggung), metode penyeduhan (tubruk, filter, dan cold brew), serta ketersediaan label informasi (ada atau tidak).
Eksperimen ini dirancang dengan desain 3×2×2 factorial dan dilakukan dalam lingkungan terkontrol untuk memastikan keakuratan pengukuran. Preferensi konsumen diukur secara subjektif menggunakan kuesioner hedonik, sementara respons otak dianalisis dengan metode Frontal Alpha Asymmetry (FAA) dan respons fisiologis diolah melalui Skin Conductance Response (SCR). Analisis data bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh setiap variabel terhadap respons subjektif maupun objektif, memberikan gambaran komprehensif mengenai faktor-faktor yang memengaruhi keputusan konsumen.
Diharapkan, hasil penelitian ini dapat memberikan wawasan strategis bagi industri kopi untuk mengembangkan produk yang tidak hanya memenuhi preferensi konsumen secara emosional, tetapi juga sejalan dengan nilai ekonomis yang bersedia dibayar (willingness to pay). Selain itu, penelitian ini mendorong adopsi pendekatan neuroscience dalam riset pemasaran, membuka peluang bagi penggunaan data objektif untuk memahami perilaku konsumen secara lebih mendalam.
Kontributor: Maryanti, A.Md.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.
