Nickyta Kaji Strategi Micro-Break untuk Mendukung Kesehatan Mental dan Pekerjaan Layak

Mahasiswa Program Magister Teknik Industri UGM, Nickyta Miranda, mengujikan rencana penelitiannya dalam Seminar Proposal tesis yang membahas strategi pemulihan (study recovery strategy) dalam aktivitas kerja dan belajar berbasis komputer guna meningkatkan performa kognitif serta menurunkan beban kerja mental pada lingkungan kerja modern dan pembelajaran digital. Penelitian yang diusulkan berjudul “Pengaruh Micro-Break Terhadap Performa Kognitif dan Mental Workload Berbasis Time Regulation, Biophilic Stimulus, dan Reward”. Seminar proposal ini diselenggarakan pada Jumat (23/01), dengan dosen pembimbing Ir. Orchida Dianita, S.T., MBA., M.Sc., IPM., serta tim penguji dari bidang ergonomi, desain, dan rekayasa industri.

Dalam pemaparannya, Nickyta menjelaskan bahwa aktivitas kognitif berkelanjutan tanpa strategi pemulihan yang tepat berpotensi menurunkan performa, meningkatkan mental workload, serta memicu respons fisiologis yang kurang optimal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas strategi micro-break dengan mempertimbangkan tiga faktor utama, yaitu pengaturan waktu (time regulation) melalui pomodoro technique dan self-regulated break, kondisi lingkungan (biophilic environment dan non-biophilic), serta mekanisme motivasi melalui pemberian reward.

Penelitian ini menggunakan desain eksperimen faktorial within-subject (2×2×2), di mana setiap partisipan menjalani seluruh kombinasi perlakuan. Evaluasi dilakukan secara komprehensif melalui indikator performa kognitif seperti reaction time dan error rate, indikator fisiologis berupa heart rate, serta respons subjektif beban kerja mental menggunakan instrumen NASA-TLX. Untuk meminimalkan bias urutan dan efek pembelajaran, penerapan perlakuan diatur dengan teknik counterbalancing.

Pendekatan penelitian ini diharapkan mampu mengidentifikasi pengaruh utama maupun interaksi antar variabel terhadap performa kognitif, respons fisiologis, dan persepsi mental workload pada tugas kognitif berkelanjutan. Secara teoritis, hasil penelitian ini berpotensi memperkaya kajian ergonomi kognitif, sementara secara praktis dapat menjadi dasar perancangan strategi micro-break yang efektif, adaptif, dan berbasis data empiris untuk mendukung produktivitas dan kesehatan mental di lingkungan kerja modern.

Kontributor: Maryanti, A.Md.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses