Muhammad Fauzan Rafif Dorong Inovasi Manufaktur Medis Berkelanjutan melalui Optimasi 3D Printing untuk Kedokteran Gigi

Mahasiswa Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Muhammad Fauzan Rafif, melaksanakan Seminar Proposal Tesis pada Kamis (22/01). Penelitian yang diusung berfokus pada penguatan inovasi manufaktur berbasis teknologi maju yang berkelanjutan, khususnya pada aplikasi medis dan kedokteran gigi.

Dalam seminar tersebut, Muhammad Fauzan Rafif mempresentasikan proposal tesis berjudul “Optimasi Parameter Pengecoran Investasi dan Pencetakan 3D dengan Resin yang Dapat Dicor untuk Pembuatan Mahkota Gigi Logam Menggunakan Metode Hibrida Taguchi–GRA.” Penelitian ini mengkaji integrasi teknologi Additive Manufacturing atau 3D Printing dengan proses investment casting untuk menghasilkan mahkota gigi logam yang presisi, ekonomis, dan berkelanjutan.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan pesat Industry 4.0 yang mendorong adopsi cyber-physical systems, Internet of Things, cloud computing, dan Artificial Intelligence dalam sektor manufaktur. Salah satu teknologi kunci dalam transformasi ini adalah Additive Manufacturing, yang memungkinkan produksi komponen kompleks secara aditif dengan efisiensi material yang tinggi serta tingkat kustomisasi yang lebih baik dibandingkan metode konvensional.

Dalam konteks kedokteran gigi, presisi dan kustomisasi merupakan faktor krusial, terutama untuk pembuatan mahkota gigi logam pada pasien anak. Penelitian ini menyoroti keterbatasan Stainless Steel Crown (SSC) prefabrikasi yang selama ini menjadi standar perawatan, seperti ukuran yang tidak dapat disesuaikan secara individual serta potensi ketidaksesuaian marginal. Di sisi lain, alternatif estetis seperti mahkota zirkonia memiliki keterbatasan klinis akibat kebutuhan preparasi gigi yang lebih invasif.

Sebagai solusi, penelitian ini mengeksplorasi potensi paduan logam Cobalt-Chromium (Co-Cr) yang difabrikasi melalui 3D printing menggunakan castable resin dan proses investment casting. Material Co-Cr menawarkan keunggulan berupa ketebalan mahkota yang lebih tipis, tingkat kustomisasi yang tinggi, biokompatibilitas yang baik, serta durabilitas yang unggul dengan biaya yang relatif lebih ekonomis.

Namun demikian, keberhasilan proses ini sangat ditentukan oleh optimasi parameter, baik pada tahap pencetakan 3D maupun pada tahap pengecoran, khususnya siklus burnout. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan metode hibrida Taguchi–Grey Relational Analysis (GRA) untuk memperoleh kombinasi parameter optimal yang mampu menghasilkan kualitas coran terbaik dengan akurasi dimensi dan kualitas permukaan yang tinggi.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan protokol manufaktur digital yang tervalidasi secara ilmiah, sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan gigi anak di Indonesia melalui solusi teknologi yang lebih efisien, terjangkau, dan berkelanjutan.

Seminar proposal ini dibimbing oleh Prof. Dr.Eng. Ir. Herianto, S.T., M.Eng., IPU., ASEAN Eng., serta diuji oleh Prof. Ir. Nur Aini Masruroh, S.T., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., Ir. I Gusti Bagus Budi Dharma, S.T., M.Eng., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., dan Ir. Nur Mayke Eka Normasari, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.

Kontributor: Maryanti, A.Md.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses