Menambah daftar panjang alumni Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM yang berkarir di luar negeri, Brucengine Kalis Damar Prasojo, alumni Teknik Mesin 2020, mengawali perjalanan karirnya di Jepang. Pada awal 2026, Brucengine diterima untuk bekerja di Imabari Shipbuilding Co., Ltd. Marugame di Kagawa, Jepang. Mulai bekerja pada Kamis, 13 Januari 2026, Brucengine menempati posisi sebagai Outfitting Design Engineer di tim Ship Engine Room (Mechanical Information Team). “General jobdescnya mendesain dan mengatur semua peralatan di ruang mesin kapal agar bisa dipasang, berfungsi, dan mudah dirawat,” tuturnya menjelaskan mengenai tanggung jawabnya di sana.
Perjalanan Brucengine berawal dari sebuah program campus hiring yang datang ke kampus untuk merekrut bibit-bibit unggul. Program ini mempertemukan lulusan Fakultas Teknik UGM dengan perusahaan-perusahaan global yang membutuhkan tenaga profesional di bidang teknik, sekaligus membuka peluang karier internasional bagi para alumni. ”Tim dari Imazo (Imabari Shipbuilding) & Global Edge Careers Co., Ltd. (Human Resources Company) datang ke UGM sekitar bulan Mei atau Juni 2025 untuk seleksi dan mencari kandidat,” jelasnya.
Berkaitan dengan posisi dan tanggung jawab yang diembannya saat ini, Brucengine menyatakan bahwa ilmu-ilmu yang ia peroleh selama kuliah menjadi dasar yang sangat membantunya dalam menyesuaikan diri dengan pekerjaan. ”Karena namanya udah mesin banget divisinya (Mechanical Information Team – red.), jadi untuk ilmu keteknikan banyak yang relate dengan kuliah terutama seperti mata kuliah pilihan Perpipaan, Kompressor, Pompa, Heat Exchanger, dan lain-lain. Jadi setidaknya, sifat dan karakteristik dasar dari semua equipment sudah diketahui dasarnya,” tuturnya.
Meski belum genap satu tahun Brucengine menjalani pekerjaan di Jepang, namun dalam prosesnya mencapai posisi saat ini, ia memperoleh banyak pelajaran dan ingin membagikannya kepada para adik tingkatnya. ”Kuliah harus semangat. 4 tahun itu cepat dan tidak terasa, jadi harus persiapkan diri dengan baik. Salah satu persiapannya adalah pelajari bahasa asing selain bahasa Inggris, karena ke depan peluang kerja di bidang shipbuilding di luar lebih banyak, seperti Korea, Middle East, Kanada, Rumania, dan Belanda,” tuturnya. Brucengine juga mengimbau agar mahasiswa Teknik Mesin mulai aware dengan banyak Industri lainnya. ”Lulus dari Teknik Mesin UGM peluang industri banyak dari Manufaktur, Energi, Shipbuilding, Tambang, Banking, dan lain-lain,” jelasnya. Menutup pesannya, Brucengine mendorong mahasiswa dan alumni untuk percaya pada proses masing – masing, karena setiap orang memiliki turning pointnya masing-masing. ”Keep open minded,” pungkasnya.
