Mahasiswa Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Laily Nurfiana, mengembangkan penelitian yang berfokus pada peningkatan kesadaran ergonomi dan kesehatan kerja melalui pemanfaatan teknologi umpan balik getaran pada furnitur kerja. Penelitian ini dipresentasikan dalam Ujian Tesis yang dilaksanakan pada Selasa (20/01).
Dalam tesis berjudul “Evaluasi Lokasi Stimulus Getaran pada Kursi sebagai Pengingat Waktu Duduk Berlebih”, Laily Nurfiana mengkaji efektivitas penempatan lokasi stimulus getaran pada kursi sebagai intervensi untuk mengurangi perilaku duduk terlalu lama, yang semakin umum seiring meningkatnya penggunaan perangkat elektronik seperti komputer, televisi, dan smartphone dalam aktivitas sehari-hari.
Penelitian ini menyoroti bahwa umpan balik getaran (vibration feedback) dinilai lebih efektif dibandingkan umpan balik visual dalam meningkatkan kesadaran postur dan perilaku pengguna. Studi dilakukan dengan melibatkan 32 responden yang dibagi ke dalam dua kelompok, yaitu kelompok Body Mass Index (BMI) normal dan BMI berlebih. Responden menerima stimulus getaran pada tiga lokasi berbeda, yakni punggung atas, punggung bawah, dan alas duduk, yang diaktifkan secara manual setiap 9–11 menit, kemudian diikuti dengan aktivitas berdiri selama 4–6 menit.
Evaluasi dilakukan terhadap beberapa variabel, antara lain response times, response rates, compliance times, compliance rates, serta user preferences. Analisis data menggunakan metode statistik Aligned Rank Transform dan pairwise comparison dengan tingkat signifikansi 0,05.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa lokasi stimulus getaran berpengaruh signifikan terhadap response times (p < 0,001), khususnya pada perbandingan antara alas duduk–punggung bawah dan punggung atas–punggung bawah. Faktor BMI tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap response times, serta tidak ditemukan pengaruh signifikan terhadap response rates, compliance rates, dan compliance times. Pada aspek user preferences, beberapa dimensi seperti confirmation, comfort, device annoyance, dan continuance intention menunjukkan adanya perbedaan signifikan berdasarkan interaksi antara lokasi stimulus dan BMI.
Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan konsep smart chair sebagai solusi ergonomi berbasis teknologi yang dapat diterapkan di lingkungan kerja maupun belajar. Dengan meningkatkan kesadaran pengguna terhadap durasi duduk, hasil riset ini diharapkan mampu mendukung upaya pencegahan gangguan kesehatan akibat perilaku sedentari secara berkelanjutan.
Kontributor: Maryanti, A.Md.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.
