Mahasiswa Program Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Farhan Daffa Mizsriputra, mempresentasikan proposal penelitiannya dalam Seminar Proposal pada Senin (19/01). Penelitian ini mengangkat isu strategis terkait pengelolaan risiko operasional pada industri pameran (exhibition) yang merupakan bagian penting dari sektor Meetings, Incentives, Conferences, and Exhibitions (MICE), salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi berbasis jasa.
Dalam tesis berjudul “Integrasi Social Capital dalam FMEA Terbobot untuk Prioritisasi Risiko Operasional Industri Pameran (Exhibition)”, Farhan mengkaji keterbatasan pendekatan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) konvensional dalam menangkap kompleksitas operasional industri pameran. Karakteristik kegiatan pameran yang dinamis, melibatkan banyak pemangku kepentingan, serta bergantung pada koordinasi lintas fungsi menjadikan aspek relasi sosial dan kepercayaan sebagai faktor penting dalam pengelolaan risiko.
Penelitian ini mengusulkan pengembangan model weighted FMEA yang mengintegrasikan konsep social capital, khususnya dimensi kepercayaan dan jaringan sosial, sebagai faktor penyesuaian dalam penilaian risiko. Integrasi ini bertujuan untuk memperkaya analisis risiko dengan mempertimbangkan konteks sosial tempat risiko operasional muncul, sehingga prioritisasi risiko tidak hanya didasarkan pada tingkat keparahan, frekuensi, dan kemampuan deteksi, tetapi juga pada kualitas hubungan antar aktor yang terlibat dalam penyelenggaraan pameran.
Melalui pendekatan ini, diharapkan diperoleh pemetaan risiko operasional yang lebih akurat dan kontekstual, sehingga penyelenggara pameran dapat merancang strategi mitigasi risiko yang lebih efektif. Kontribusi penelitian ini tidak hanya bersifat praktis bagi industri exhibition, tetapi juga memberikan kontribusi teoretis dalam pengembangan literatur manajemen risiko yang lebih adaptif terhadap karakteristik sektor jasa modern.
Kontributor: Maryanti, A.Md.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.
