Dukung Keselamatan Kerja Berkelanjutan, Mar’atus Teliti Mindfulness Pekerja Konstruksi

Mahasiswa Magister Teknik Industri, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Mar’atus Shalehah, berhasil menyelesaikan Ujian Tesis pada Jumat (14/01), dengan mengangkat isu krusial terkait keselamatan kerja di sektor konstruksi, salah satu sektor dengan tingkat kecelakaan kerja tertinggi di Indonesia maupun secara global. Penelitian ini dilaksanakan di bawah bimbingan Prof. Ir. Budi Hartono, S.T., MPM, Ph.D., IPU., ASEAN Eng., serta diuji oleh Prof. Ir. Subagyo, Ph.D., IPU., ASEAN Eng. dan Ir. Ardiyanto, S.T., M.Sc., Ph.D., AEP, IPM..

Dalam tesis berjudul “Analisis Hubungan antara Mindfulness, Perilaku Keselamatan, dan Kompleksitas Tugas dengan Kinerja Keselamatan Pekerja Konstruksi”, Mar’atus mengkaji peran faktor psikologis mindfulness dalam meningkatkan keselamatan kerja. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kecelakaan kerja di sektor konstruksi serta masih terbatasnya bukti empiris di Indonesia mengenai pengaruh mindfulness terhadap perilaku dan kinerja keselamatan pekerja.

Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 95 pekerja konstruksi yang memiliki pengalaman kerja minimal satu tahun. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstandar untuk mengukur mindfulness, perilaku keselamatan, kompleksitas tugas, dan kinerja keselamatan. Kinerja keselamatan dianalisis menggunakan indikator Total Recordable Incident Rate (TRIR) dan Days Away, Restricted, or Transferred (DART) yang mengacu pada standar Occupational Safety and Health Administration (OSHA). Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM).

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mindfulness berpengaruh signifikan terhadap perilaku keselamatan pekerja, meskipun tidak memiliki pengaruh langsung yang signifikan terhadap kinerja keselamatan. Perilaku keselamatan terbukti berperan penting dalam meningkatkan kinerja keselamatan, sementara kompleksitas tugas serta efek moderasinya tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan perilaku keselamatan menjadi kunci dalam upaya menurunkan risiko kecelakaan kerja.

Berdasarkan hasil penelitian, Mar’atus merekomendasikan agar perusahaan konstruksi mendorong peningkatan mindfulness dan perilaku keselamatan melalui peran supervisor sebagai safety influencer, serta penerapan sistem reward bagi pekerja yang konsisten mematuhi prosedur keselamatan. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja konstruksi yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.

Kontributor: Maryanti, A.Md.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses