Andini Kembangkan Friction Stir Welding Paduan Magnesium untuk Material Ringan Berkelanjutan

Mahasiswa Program Magister Teknik Mesin, Departemen Teknik Mesin dan Industri (DTMI) UGM, Andini Eka Rahmani, telah menuntaskan ujian tesis yang mengkaji peningkatan sifat mekanis dan ketahanan laju perambatan retak fatik pada sambungan las paduan magnesium AZ31, pada Rabu (14/01). Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teknologi penyambungan material ringan yang berpotensi mendukung efisiensi energi dan keberlanjutan di sektor industri manufaktur.

Tesis yang berjudul “Peningkatan Sifat-Sifat Mekanis dan Ketahanan Laju Perambatan Retak Fatik Sambungan Las FSW AZ31 melalui Perlakuan Hybrid Post Weld Thermal–Rolling Tensioning” berfokus pada pemanfaatan metode Friction Stir Welding (FSW), yaitu teknik pengelasan solid-state yang dinilai cocok untuk material dengan konduktivitas termal tinggi dan titik leleh relatif rendah, seperti paduan magnesium AZ31. Meskipun memiliki keunggulan, proses FSW masih berpotensi menimbulkan tegangan sisa dan distorsi yang dapat menurunkan performa sambungan las.

Dalam penelitiannya, Andini melakukan variasi geometri pin tool FSW, meliputi bentuk silinder, persegi, konus, dan segitiga, untuk mengidentifikasi konfigurasi terbaik dalam menghasilkan sifat mekanis optimal. Berdasarkan hasil tahap awal, geometri pin persegi dipilih karena mampu memberikan masukan panas dan aliran material yang lebih optimal. Tahap selanjutnya difokuskan pada perlakuan pasca-las, meliputi kondisi as welded, thermal tensioning treatment (TTT), post weld deformation rolling (PWDR), serta kombinasi keduanya yang dikenal sebagai PWTRT.

Evaluasi dilakukan secara komprehensif melalui pengamatan mikrostruktur, pengujian kekerasan mikro Vickers, uji tarik, pengukuran distorsi, dan uji perambatan retak fatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan kombinasi PWTRT memberikan peningkatan sifat mekanis paling signifikan, termasuk peningkatan kekuatan, kekerasan, dan ketahanan terhadap perambatan retak fatik. Sinergi antara proses recovery dan rekristalisasi statis akibat TTT serta deformasi plastis tambahan dari proses rolling menjadi faktor utama keberhasilan metode ini.

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan teknologi pengelasan dan perlakuan pasca-las untuk material ringan, khususnya paduan magnesium, yang semakin dibutuhkan dalam industri transportasi, energi, dan manufaktur modern. Dengan peningkatan performa sambungan las, penggunaan material ringan dapat dioptimalkan untuk efisiensi energi dan peningkatan umur pakai komponen.

Melalui riset ini, Andini Eka Rahmani berkontribusi dalam penguatan inovasi teknologi material dan proses manufaktur yang berorientasi pada keberlanjutan serta peningkatan daya saing industri nasional.

Kontributor: Andhes Puspitalina, S.Hut.
Penyusun: Gusti Purbo Darpitojati, S.I.Kom.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses